Formulasi Dan Uji Efek Penyembuhan Luka Bakar Sediaan Gel Ekstrak Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata L) Kombinasi Dengan Madu Terhadap Kelinci (Oryctolagus cuniculus)

  • Asmania Haris Universitas Pancasakti Makassar
  • Arisanty Arisanty Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Suprapto Prayitno Universitas Pancasakti Makassar

Abstract

Daun kedondong hutan (Spondias pinnata L) dan madu memiliki banyak manfaat pada pengobatan, salah satunya adalah pada penyembuhan luka bakar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat kestabilan formulasi dan efek penyembuhan luka bakar sediaan gel ekstrak daun kedondong hutan (Spondias pinnata L) kombinasi dengan madu terhadap kelinci. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang meliputi Uji organoleptik, homogenitas, pH,daya sebar, daya lekat,viskositas dan sineresis. Uji efektifitas dilakukan dengan 5 kelompok perlakuan. Data dianalisis menggunakan metode one way Anova  yang dilanjutkan dengan Uji LSD (Least Significant Different). Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa sediaan gel ekstrak daun kedondong hutan (Spondias pinnata L) stabil dalam pembuatan sediaan gel pada F1 (madu 5%) dan F3 (madu 15%). Kecuali F2 (madu 10% ) tidak stabil pada uji viskositas. Dan efektvitas penyembuhan luka bakar  pada kelinci terbesar adalah 12,5% pada formula 1 (madu 5%) yang dilanjutkan dengan uji LSD dan diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05 yang artinya ada perbedaan bermakna antara F1 (madu 5%), F2 (madu 10%), dan F3 (Madu 15%).

Published
2022-07-01