Hubungan Antara Perilaku Orang Tua Tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Dengan Kekambuhan ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Wukir

  • Kartini Kartini Universitas Pancasakti Makassar
  • Lusyana Aripa Universitas Pancasakti Makassar
  • Nur Hamdani Nur Universitas Pancasakti Makassar
  • Jelima Decianti Fila Universitas Pancasakti Makassar
Keywords: Pengetahuan, sikap, perilaku, kekambuhan ISPA

Abstract

Kekambuhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah dua episode ISPA yang terjadi

dalam periode satu tahun atau lebih dari tiga episode ISPA dalam periode yang tidak ditentukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku orang tua tentang Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan kekambuhan ISPA pada balita di wilayah kerja UPTD puskesmas Wukir. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel penelitian ini adalah balita yang didiagnosis ISPA yang kambuh dan tidak kambuh kembali dalam satu tahun terakhir yaitu 30 kasus dan 30 kontrol. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil  penelitian  diperoleh ada  hubungan  antara  tingkat  pengetahuan  (p=0,019;OR=0,242),  sikap (p=0,055;OR=0,286), dan perilaku merokok (p=0,000;OR=18,308), dengan kekambuhan ISPA pada balita, sedangkan perilaku membersihkan rumah tidak terdapat hubungan karena nilai (p=0,068;OR=0,328). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara perilaku orang tua tentang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan kekambuhan ISPA pada balita di UPTD Puskesmas Wukir. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan menerapkan perilaku, membersihkan rumah serta tidak merokok.

References

Alfaqinisa R, (2015), Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan perilaku Orang Tua Tentang Pneumonia Dengan Kekambuhan ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep Kota Semarang, Online: https://lib.unnes.ac.id, diakses: 13 Agustus 2019

Dary dkk, (2018), Peran Keluarga Dalam Penanganan Anak Dengan Kejadian ISPA Di RSUD Piru, Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 3(1)

Dinkes NTT, (2017), Data Kasus Kematian
BAlita Di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Hartono R dan Dwi R, (2016), ISPA Gangguan Pernapasan Pada Anak, Yogyakarta, Nuha Medika.

Jalil R, (2018), Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kebangka Kecamatan Kebangka Kabupaten Muna, Jimkesmas, 3(2)

Kemenkes RI, (2015), Data Prevalensi ISPA Propinsi Nusa Tenggara Timur

Notoatmodjo S, (2014), Kesehatan Masyarakat; Ilmu dan Seni, Jakarta, Rineke Cipta.

Pratiwi M, (2016), Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Upaya Pencegahan Kekambuhan Ulang Kejadian ISPA Pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Mas Kabupaten Batanghari Propinsi Jambi, Scienta Journal: 4(4)

Pundoko C dkk, (2019). Hubungan Antara Perilaku Merokok Orang Tua dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado, Jurnal Kesmas, 7(4):23-32.

Puskesmas Wukir, (2019). Data Kasus ISPA Kecamata Elar Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2018 – 2019

Riska C.W S dkk, (2016), Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pencegahan ISPA Dengan Kekambuhan ISPA Pada Balita Di Puskesmas Bilalang Kota Kotamobagu, Jurnal Keparawatan: 4(1)

Wahuningsih S. dkk, (2017), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Jurnal HIGIENE; 3(2)

Wulaningsih I, (2018), Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang ISPA Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Desa Dawungsari Kecamatan Pengandon Kabupaten Kendal, Jurnal Keperawatan;
5(1)
Published
2019-10-28