Perilaku Mengonsumsi Rebusan Bawang Putih dan Makanan Dengan Gizi Seimbang (Studi Kualitatif Pencegahan Hipertensi pada Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi)

  • Rama Nur Kurniawan K Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar
  • Rikardus Bia Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar
Keywords: Perilaku masyarakat, pengetahuan, kepercayaan

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang tidak normal baik tekanan darah sistolik maupun diastolik. Pada umumnya seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya > 140/90 mmHg (normalnya 120/80 mmHg). Hipertensi dapat menyebabkan kecacatan permanen, kematian mendadak, dan kondisi fatal untuk meningkatkan kualitas hidup sehingga tidak ada masalah. Tujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat terhadap pencegahan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Menggunakan metode kuantitatif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Makassar. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan sampel ditentukan dengan kriteria yaitu masyarakat yang tinggal dan berobat di Puskesmas Pertiwi Makassar dan bersedia untuk diwawancarai. Pengetahuan informan tentang hipertensi disebabkan karena selalu mengkonsumsi daging dan garam. Dampak hipertensi dapat diminimalisir dengan mengkonsumsi sayuran hijau, buah-buahan, dan makanan seimbang. Masyarakat percaya jika hipertensi dapat dikendalikan dengan meminum air rebusan bawang putih.

References

Adam, A., Hasyim, M., Gizi, J., & Kemenkes, P. (2017). Konsumsi Sayur Dan Buah Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di Sma Negeri 1 Mamuju Tahun 2016. 3, 3–6.

Afid, M. D., & Nurmasitoh, T. (2016). Efek Konsumsi Daging Kambing Terhadap Tekanan Darah. 10(1), 28–32.

Agnes A. Rihi Leo. (2020). Hubungan Konsumsi Laru, Garam, Sayur, Dan Buah Terhadap Resiko Hipertensi Pria Dewasa Kupang. Jurnal Ilmiah Gizi Dan Kesehatan (Jigk), 1(02 Se-), 1–9. Http://Jurnal.Umus.Ac.Id/Index.Php/Jigk/Article/View/136

Ajiwibawani, M. P. (2015). Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian.

Anam, K. (2016). Gaya Hidup Sehat Mencegah Penyakit Hipertensi. Jurnal Langsat, 3(2), 97–102.

Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. (2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Laporan Nasional 2013, 1–384. Https://Doi.Org/1 Desember 2013

Darah, T., Hipertensi, P., Puskesmas, D., Kecamatan, G., & Kabupaten, M. (2018). Jurnal Penelitian Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih ( Garlic Sole ) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Mojokerto Oleh : Dermawi Parsaulian Marpaung Program Studi Ilmu Keperawatan.

Desi Nuryani A01401870didesa, D., & Rt, K. (2017). Penerapan Penkes Diit Hipertensi Untuk Lansia Pada Keluarga Yang Menderita Hipertensi Untuk Menstabilkan Tekanan Darah Didesa Klopogodo Rt 04 Rw 01 Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumene. Jurnal Skala Kesehatan, 6(1), 2–112.

Dinas Kesehatan Kota Makassar. (2016). Profil Kesehatan Kota Makassar Tahun 2015. 1–252.

Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan. (2014). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Hafid, M. (2012). Hubungan Riwayat Hipertensi Dengan Kejadian Stroke Di Rsup Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2012. Kesehatan, Vii(1), 6.

Herwati, & Sartika, W. (2014). Terkontrolnyatekanan Darah penderitahi pertensi Berdasarkanpolad ietdanke biasaanolahraga Dipadang Tahun 2011. Kesehatan Masyarakat, 8(1), 8–14.

Herziana. (2017). Faktor Resiko Kejadian Penyakit Hipertensi Di Puskesmas Basuki Rahmat Palembang. Jurnal Kesmas Jambi (Jkmj), 31–39. Https://OnlineJournal.Unja.Ac.Id/Index.Php/Jjph/Article/View/.../2715

Izzati, W., & Luthfiani, F. (2017). Pengaruh Pemberian Air Rebusan Bawang Putih Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi. Afiyah, 4(2), 48–54.

Kemenkes.Ri. (2014). Pusdatin Hipertensi. Infodatin, Hipertensi, 1–7. Https://Doi.Org/10.1177/109019817400200403

Kristiawani, E. (2017). Perilaku Lansia Hipertensi Dalam Upaya Pencegahan Kekambuhan Di Puskesmas Helvetia Skripsi.

Mahmudah, S., Maryusman, T., Arini, F. A., & Malkan, I. (2015). Hubungan Gaya Hidup Dan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Sawangan Baru. Biomedika,

Noerhadi, Dr. m. (2008). hipertensi dan pengaruhnya t e r h a d a p organ-organ t u b u h.

Notoatmodjo, S. (2005). Promosi Kesehatan.,Teori Dan Aplikasi.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan.

Pangestu, S. D., & Suryoko, S. (2016). Pengaruh Gaya Hidup (Lifestyle) Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian. Administrasi Bisnis, 5(1), 63–70.

Praditya, M. Y. (2015). Dugem Remaja Putri “ Studi Tentang Gaya Hidup Remaja Putri Di Kota Surabaya ” Mochamad Yusuf Praditya. 2–19.

Puspitasari, D. E., Hannan, M., & Chindy, L. D. (2017). Pengaruh Jalan Pagi Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lanjut Usia Dengan Hipertensi Di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Jurnal Ners Lentera, 5(1), 1–8.

Putri, A. W., Jamil, M. D., & Ulya, L. F. (2018). Hubungan Riwayat Konsumsi Sayur Dan Buah Serta Air Minum Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Kabupaten Bantul. 20.

Rifdani, I. (2016). Risiko Hipertensi Pada Orang Dengan Pola Tidur Buruk (Studi Di Puskesmas Tanah Kalikedinding Surabaya). Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(3), 408–419. Https://Doi.Org/10.20473/Jbe.V4i3.

Rokot, R. P., Rotty, L. W. A., & Moeis, E. S. (2019). Perbedaan Pola Konsumsi Ikan Laut Dan Daging Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat. E-Clinic, 7(1), 51–58. Https://Doi.Org/10.35790/Ecl.7.1.2019.23539

Roza, A. (2009). Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Dumai Timur Dumai-Riau. 7(1), 47–52.

Rusdianah, E. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Motivasi Pencegahan Kekambuhan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Pondok Kecamatan
Published
2023-01-22
How to Cite
Kurniawan K, R., & Bia, R. (2023). Perilaku Mengonsumsi Rebusan Bawang Putih dan Makanan Dengan Gizi Seimbang (Studi Kualitatif Pencegahan Hipertensi pada Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi). Jurnal Promotif Preventif, 6(1), 7-13. https://doi.org/10.47650/jpp.v6i1.690