Risk Factors For Stunting in Children Aged 0-23 Months in The Working Area of The Liukang Tupabiring Health Center

  • Muhammad Rezkiyangsyah Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Indonesia Timur, Makassar
  • Andi Maryam Program Pascasarjana Universitas Indonesia Timur, Makassar
  • Risma Haris Program Pascasarjana Universitas Indonesia Timur, Makassar
Keywords: Parenting, child nutritional status, risk of stunting

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada anak umur 0-23 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control study. Populasi dan sampel adalah semua ibu yang mempunyai anak balita umur 0-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep dan Kepulauan tahun 2021 sebanyak 100 anak balita dengan pengambilan sampel secara simple random sampling, maka sampel adalah ibu yang mempunyai anak balita usia 0-23 bulan sebanyak 38 anak balita yang terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol dengan dimaching umur serta pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengolahan data dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada risiko antara pola asuh ibu (p=0,004 < 0,05 serta nilai OR sebesar 104) dan status gizi anak (p=0,012 < 0,05 serta nilai OR sebesar 145) dengan risiko stunting pada anak umur 0-23 bulan. Kesimpulan diperoleh bahwa pola asuh dan status gizi merupakan faktor risiko stunting. Diharapkan bagi tenaga kesehatan agar aktif mempromosikan makanan bergizi bagi ibu-ibu yang memiliki anak balita dengan tujuan untuk mencegah stunting.

References

Anwar, M. et al. (2019) ‘The Effect of Health Social Determinant on the Life Quality of Pregnant Mother’, Indian Journal of Public Health Research & Development. Prof.(Dr) RK Sharma, 10(10), pp. 1604–1608.

Apriastuti, D. A. (2013) ‘Analisis tingkat pendidikan dan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak usia 48–60 bulan’, Jurnal Ilmiah Kebidanan, 4(1), pp. 1–14.

Fidiantoro, N. and Setiadi, T. (2013) ‘Model penentuan status gizi balita di Puskesmas’. Universitas Ahmad Dahlan.

Indonesia, K. K. R. (2018) ‘Hasil utama Riskesdas 2018’, Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Juari, S., Kiming, N. and Hadi, A. J. (2021) ‘The Relationship between theImplementation of Nutrition Conscious Families (KADARZI) and the Toddler Nutrition Status: A Cross Sectional Study’, Medico Legal Update, 21(2), pp. 1157–1161.

Lestari, W., Margawati, A. and Rahfiludin, Z. (2014) ‘Faktor risiko stunting pada anak umur 6-24 bulan di kecamatan Penanggalan kota Subulussalam provinsi Aceh’, Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition). Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, 3(1), pp. 37–45.

Ni’mah, K. and Nadhiroh, S. R. (2015) ‘Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita’, Media Gizi Indonesia, 10(1), pp. 13–19.

Osgood-Zimmerman, A. et al. (2018) ‘Mapping child growth failure in Africa between 2000 and 2015’, Nature. Nature Publishing Group, 555(7694), pp. 41–47.

Sugiyanto, S., Sumarlan, S. and Hadi, A. J. (2020) ‘Analysis of Balanced Nutrition Program Implementation Against Stunting in Toddlers’, Unnes Journal of Public Health, 9(2).

Sukmawati, H. (2020) ‘Assistance in Child Feeding Influences the Nutritional Intake of Stunting Children: Randomized Control Trial.’, Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, 14(3).

Widyaningsih, N. N., Kusnandar, K. and Anantanyu, S. (2018) ‘Keragaman pangan, pola asuh makan dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan’, Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition). Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, 7(1), pp. 22–29.

(WHO), W. H. O. (2014) ‘Maternal Mortality: World Health Organization’.
Published
2021-09-30