NARASI, KEKUASAAN, DAN PENGAMPUNAN: KAJIAN MAKNA SOSIAL DAN PERTARUNGAN SIMBOLIK PADA ISU AMNESTI DAN ABOLISI HASTO KRISTIYANTO DAN TOM LEMBONG

  • Irfany Irfany Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pancasakti Makassar

Abstract

Isu amnesti bagi Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong memunculkan perdebatan tajam di ranah politik dan hukum Indonesia. Kebijakan yang bersumber dari hak prerogatif Presiden ini memperlihatkan tarik-menarik wacana antara  hukum, politik, dan moralitas. Publik memandang isu ini secara beragam, bergantung pada bagaimana media, politisi, dan akademisi membingkai narasinya. Penelitian ini bertujuan menelusuri pembentukan dan persepsi publik terhadap narasi amnesti dan abolisi dalam konteks komunikasi politik. Analisis difokuskan pada framing, wacana kritis, representasi makna, serta dinamika interaksi para pemangku kepentingan sosial-politik yang memengaruhi opini dan legitimasi publik dalam konteks relasi kekuasaan. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi tematik, interpretasi wacana, serta pemetaan hubungan antara wacana, persepsi publik, dan legitimasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi narasi yang beragam dari media, politisi, dan akademisi, bersama dinamika sosial serta relasi kekuasaan, membentuk persepsi publik secara signifikan. Dominasi suara tertentu dalam wacana turut menentukan arah opini publik, sementara pandangan kritis sering terpinggirkan. Temuan ini menegaskan eratnya kaitan antara wacana politik, opini publik, dan legitimasi dalam membentuk kesadaran sosial masyarakat.

References

Castells, M. (2009). Communication power. Oxford University Press.

Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of

Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x

Eriyanto. (2012). Analisis framing: Konstruksi ideologi dan politik media.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Fisher, W. R. (1987). Human communication as narration: Toward a philosophy of reason, value, and action. University of South Carolina Press.

Gunawan, A. (2020). The Case of Criminalized Victim Baiq Nuril: A Narrative Case Study of Female

Representation in Indonesian Media. Institute for Gender Studies, Ochanomizu University. Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere. MIT Press. Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Noelle-Neumann, E. (1984). The spiral of silence: Public opinion—Our social skin. University of

Chicago Press.

Rahman, A. (2020). Framing atas advokasi kebijakan: Analisis framing petisi amnesti untuk Nuril

[Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].

Titscher, S., Meyer, M., Wodak, R., & Vetter, E. (2000). Methods of text and discourse analysis. Sage

Publications.

Weber, M. (1978). Economy and society. University of California Press.

Detik.com. (2025, 31 Juli). Prabowo akan terbitkan Keppres terkait abolisi dan amnesti. https://news.detik.com/berita/d-8039378/prabowo-akan-terbitkan-keppres-terkait-abolisi-dan- amnesti

Detik.com. (2025, 1 Agustus). Babak baru nasib Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto usai dapat abolisi–amnesti. https://news.detik.com/berita/d-8039672/babak-baru-nasib-tom- lembong-dan-hasto-kristiyanto-usai-dapat-abolisi-amnesti

Detiknews. (2025, 4 Agustus). Istana soal Hasto–Tom Lembong: Dua kasus ini lebih bernuansa politik. https://news.detik.com/berita/d-8044277/istana-soal-hasto-tom-lembong-

-kasus-ini-nuansanya-lebih-masalah-politik

HukumOnline. (2025, 1 Agustus). Ketika politik jadi panglima penegakan hukum dalam pemberian amnesti dan abolisi pada Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong. https://www.hukumonline.com/berita/a/ketika-politik-jadi-panglima-penegakan-hukum- dalam-pemberian-amnesti-dan-abolisi-pada-hasto-kristiyanto-dan-tom-lembong- lt688c7f1096a2b

IslamToday.id. (2025, 1 Agustus). Feri Amsari: Abolisi dan amnesti tunjukkan peradilan politik, bukan antikorupsi. https://islamtoday.id/news/20250801114315-196853/feri-amsari- abolisi-untuk-tom-amnesti-untuk-hasto-kristiyanto-tunjukkan-peradilan-politik-bukan- antikorupsi

Kompaspedia. (2025). Amnesti dan abolisi: Demi hukum atau kepentingan politik? https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/amnesti-dan-abolisi-demi-hukum-atau- kepentingan-politik

Kompas.com. (2025, 1 Agustus). Pemberian amnesti Hasto Kristiyanto dan abolisi bagi Tom

Lembong. [Posting Facebook Kompas.com]

Media Indonesia. (2025, 1 Agustus). Pakar hukum tata negara: Pemberian amnesti dan abolisi bukan transaksi politik. https://mediaindonesia.com

Media Indonesia. (2025, 4 Agustus). Saling menghormati untuk abolisi–amnesti. https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/3937-saling-menghormati-untuk- abolisi-amnesti

PolitikIndonesia.id. (2025, 2 Agustus). Guru Besar Hukum Tata Negara: Abolisi dan amnesti hak konstitusional Presiden. https://politikindonesia.id

Rakyat Merdeka. (2025, 2 Agustus). Amnesti dan abolisi untuk meredam konflik politik.

https://rm.id

Tempo. (2025, 1 Agustus). Kronologi Prabowo memberi abolisi Tom Lembong dan amnesti untuk Hasto Kristiyanto. https://www.tempo.co/hukum/kronologi-prabowo-beri-abolisi-tom- lembong-dan-amnesti-untuk-hasto-kristiyanto-2053602

Tempo.co. (2025, 3 Agustus). Pro–kontra pemberian abolisi Tom Lembong dan amnesti Hasto Kristiyanto oleh Prabowo. https://www.tempo.co/hukum/pro-kontra-pemberian- abolisi-tom-lembong-dan-amnesti-hasto-kristiyanto-oleh-prabowo-2054467

Published
2026-01-25
How to Cite
Irfany, I. (2026). NARASI, KEKUASAAN, DAN PENGAMPUNAN: KAJIAN MAKNA SOSIAL DAN PERTARUNGAN SIMBOLIK PADA ISU AMNESTI DAN ABOLISI HASTO KRISTIYANTO DAN TOM LEMBONG. ORE: ournal of ommunication esearch, 4(1), 11-20. https://doi.org/10.47650/core.v4i1.2586
Abstract viewed = 10 times
PDF downloaded = 6 times