CORE: Journal of Communication Research https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE <p>CORE: Journal of Communication Research&nbsp;diluncurkan pada tahun 2022 dan diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pancasakti. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yakni dibulan Januari dan Juli.</p> <p>CORE: Journal of Communication Research menerbitkan berbagai konsep atau ide tentang komunikasi seperti: komunikasi organisasi, studi media, teknologi komunikasi, komunikasi interpersonal, iklan, komunikasi antarbudaya, perencanaan komunikasi dan public relations. Tidak terbatas pada kajian komunikasi, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian yang terkait dengan kajian organisasi public dan bisnis</p> en-US CORE: Journal of Communication Research 2985-6639 <center><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://drive.google.com/uc?export=view&amp;id=1CtZGVthFsx3gb-HAzxAp6wrc5c7sHfom" alt="Lisensi Creative Commons"></a><br>Copyright a licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a>.</center> REPRESENTASI KINERJA PEMERINTAH DALAM PENANGANAN BENCANA BANJIR SUMATERA 2025 (ANALISIS ISI KUANTITATIF SENTIMEN BERITA PADA MEDIA NASIONAL) https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2585 <p><em>Penanganan bencana alam merupakan uji kritis bagi akuntabilitas dan responsivitas pemerintah dalam paradigma tata kelola pemerintahan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kinerja pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana banjir Sumatera tahun 2025 melalui pemberitaan media nasional. Menggunakan metode analisis isi kuantitatif (quantitative content analysis), penelitian ini mengkode 150 artikel berita dari tiga media nasional utama (Kompas.com, Detik.com, dan Antara News) selama periode tanggap darurat Januari hingga Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan polarisasi sentimen yang signifikan di mana 55% berita bernada negatif, 35% positif, dan 10% netral. Narasi positif didominasi oleh kunjungan kepemimpinan eksekutif dan komitmen anggaran, sedangkan narasi negatif berfokus pada keterlambatan evakuasi dan inkonsistensi data korban. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pemerintah berupaya membangun citra responsif melalui komunikasi simbolis, media tetap berfungsi sebagai mekanisme akuntabilitas sosial yang menyoroti kesenjangan antara narasi resmi dan realitas lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ilmu pemerintahan dan komunikasi diperlukan untuk memahami dinamika citra publik dalam manajemen krisis, serta menekankan pentingnya transparansi data sebagai fondasi kepercayaan publik</em></p> Nurdyansa Nurdyansa Abdul Halim Fatma Fatma ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-22 2026-01-22 1 10 10.47650/core.v4i1.2585 NARASI, KEKUASAAN, DAN PENGAMPUNAN: KAJIAN MAKNA SOSIAL DAN PERTARUNGAN SIMBOLIK PADA ISU AMNESTI DAN ABOLISI HASTO KRISTIYANTO DAN TOM LEMBONG https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2586 <p>Isu amnesti bagi Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong memunculkan perdebatan tajam di ranah politik dan hukum Indonesia. Kebijakan yang bersumber dari hak prerogatif Presiden ini memperlihatkan tarik-menarik wacana antara&nbsp; hukum, politik, dan moralitas. Publik memandang isu ini secara beragam, bergantung pada bagaimana media, politisi, dan akademisi membingkai narasinya. Penelitian ini bertujuan menelusuri pembentukan dan persepsi publik terhadap narasi amnesti dan abolisi dalam konteks komunikasi politik. Analisis difokuskan pada framing, wacana kritis, representasi makna, serta dinamika interaksi para pemangku kepentingan sosial-politik yang memengaruhi opini dan legitimasi publik dalam konteks relasi kekuasaan. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi tematik, interpretasi wacana, serta pemetaan hubungan antara wacana, persepsi publik, dan legitimasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi narasi yang beragam dari media, politisi, dan akademisi, bersama dinamika sosial serta relasi kekuasaan, membentuk persepsi publik secara signifikan. Dominasi suara tertentu dalam wacana turut menentukan arah opini publik, sementara pandangan kritis sering terpinggirkan. Temuan ini menegaskan eratnya kaitan antara wacana politik, opini publik, dan legitimasi dalam membentuk kesadaran sosial masyarakat.</p> Irfany Irfany ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-25 2026-01-25 11 20 10.47650/core.v4i1.2586 ANALISIS FRAMING BERITA MAKAN BERGIZI GRATIS DI SULAWESI SELATAN PADA MEDIA ONLINE https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2587 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispembingkaian (framing) berita mengenai program MakanBergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan pada berbagai media online sepanjang tahun 2025. Menggunakan model Robert N. Entman, penelitian ini menguraikan bagaimana media mendefinisikan masalah, mengidentifikasi penyebab, melakukan evaluasi moral, dan merekomendasikan solusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontras antara narasi optimisme pemerintah yang berfokus pada kesiapan administratif dengan narasi kritis media independen yang menonjolkan kendala infrastruktur, keterbatasan anggaran, dan insiden kualitas pangan di lapangan. Media lokal cenderung lebih advokatif dalam<br>menyuarakan keluhan masyarakat, sementara media nasionalregional menekankan data teknokratis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media online berperan aktif dalam mengonstruksi realitas MBG sebagai arena kontestasi antara ambisi nasional dan realitas lokal</p> Rahmatul Hidayat ##submission.copyrightStatement## 2026-01-28 2026-01-28 21 32