CORE: Journal of Communication Research https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE <p>CORE: Journal of Communication Research&nbsp;diluncurkan pada tahun 2022 dan diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pancasakti. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yakni dibulan Januari dan Juli.</p> <p>CORE: Journal of Communication Research menerbitkan berbagai konsep atau ide tentang komunikasi seperti: komunikasi organisasi, studi media, teknologi komunikasi, komunikasi interpersonal, iklan, komunikasi antarbudaya, perencanaan komunikasi dan public relations. Tidak terbatas pada kajian komunikasi, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian yang terkait dengan kajian organisasi public dan bisnis</p> en-US <center><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://drive.google.com/uc?export=view&amp;id=1CtZGVthFsx3gb-HAzxAp6wrc5c7sHfom" alt="Lisensi Creative Commons"></a><br>Copyright a licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a>.</center> nurdyansa@unpacti.ac.id (Nurdyansa) imammuckti@gmail.com (Imam Mukti) Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Evaluasi Komunikasi Publik dan Kualitas E-Government: Analisis Sentimen Ulasan Aplikasi Bapenda Sulsel Mobile di Google Play Store https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2918 <p>Transformasi digital pelayanan pajak daerah menghadirkan kanal umpan balik publik yang organik dan berkelanjutan melalui platform distribusi aplikasi. Penelitian ini mengevaluasi kualitas e-government dan efektivitas komunikasi publik aplikasi Bapenda Sulsel Mobile dengan menganalisis 640 ulasan pengguna di Google Play Store (Juni 2022–April 2026). Menggunakan analisis sentimen berbasis pembelajaran mesin (TF-IDF + Logistic Regression, akurasi 88,0%, AUC 92,9%) yang dipadukan dengan pemetaan aspek terhadap kerangka kualitas layanan e-government, studi ini menemukan: (1) distribusi sentimen 68,8% positif dan 23,9% negatif; (2) kesenjangan kualitas berupa efisiensi yang diakui tinggi (57 dari 69 sebutan positif) dan reliabilitas yang lebih banyak dikeluhkan (66 dari 95 sebutan negatif); (3) dua insiden teknis episodik (Januari 2023 dan Juni 2024) yang memuncak pada kenaikan sentimen negatif; serta (4) peningkatan responsivitas institusional (tingkat balasan dari 4,4% pada 2023 menjadi 36,9% pada 2025). Secara kualitatif, ketidakpercayaan publik terkonsentrasi pada isu pungutan liar di Samsat, inkonsistensi tarif, dan kegagalan rekonsiliasi pembayaran. Studi ini menempatkan ulasan app-store sebagai instrumen evaluasi layanan publik digital yang melengkapi survei konvensional.</p> Nurdyansa Nurdyansa, Ilhamsyah Azikin, Fatma Fatma ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2918 Wed, 10 Jun 2026 00:00:00 +0000 Konstruksi Wacana Media terhadap Respons Publik dan Pemerintah atas Polemik Film Dokumenter Pesta Babi: Analisis Framing Robert N. Entman https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2919 <p>Polemik pemutaran film dokumenter Pesta Babi memicu kontestasi wacana publik yang intens antara narasi keamanan negara dan tuntutan kebebasan ekspresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana media massa daring nasional dan respons publik siber serta dinamika pembingkaian (framing) yang terjadi di antara keduanya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing model Robert N. Entman serta data siber Drone Emprit sebagai pembanding kontekstual untuk memahami dinamika respons publik digital, riset ini menguji korpus 37 artikel berita faktual dari media daring nasional serta percakapan media sosial pada rentang waktu 9 Mei hingga 13 Juni 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembingkaian media massa bertransformasi secara dinamis melalui empat fokus analitis: (1) Fokus Munculnya Polemik dan Penolakan Pemutaran Film, yang mengonstruksi isu kebudayaan menjadi ancaman keamanan; (2) Fokus Respons Pemangku Kepentingan dan Tindakan Aparat, yang memperlihatkan fragmentasi antara narasi otoritas dan koalisi masyarakat sipil; (3) Fokus pergeseran ke isu hukum, privasi, dan kebebasan berekspresi, yang ditandai pergeseran diskursus menuju ranah hukum personal, perlindungan saksi, serta etika media digital; serta (4) Fokus Reartikulasi Isu Papua, yang mempertemukan narasi developmentalisme pemerintah dengan anti-kolonialisme ekologis. Data Drone Emprit sebagai pembanding kontekstual menunjukkan bahwa pelarangan film berlangsung bersamaan dengan peningkatan atensi publik siber dan dominasi sentimen positif dalam percakapan digital, yang memperlihatkan karakteristik yang konsisten dengan Streisand Effect. Fenomena ini mengindikasikan bahwa transmisi narasi otoritas secara top-down tidak berlangsung secara seragam dalam ruang digital, sementara jejaring publik digital menyediakan ruang bagi munculnya networked counter-framing.&nbsp;</p> Irfany Irfany ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2919 Wed, 17 Jun 2026 00:00:00 +0000 Dari Partisipasi Menuju Pasifikasi: Analisis Topic Modeling Wacana Mindfulness sebagai Alat Depolitisasi Kebijakan Publik di Platform X https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2943 <p>Penelitian ini menganalisis perjumpaan antara etika psikologis populer (mindfulness, stoikisme pop, dan wacana terapeutik) dengan kontestasi kebijakan publik kontroversial di Platform X di Indonesia. Menggunakan pendekatan Computational Grounded Theory (CGT) yang memadukan pemodelan topik saraf (neural c-TF-IDF), analisis framing Robert M. Entman, dan analisis deret waktu, penelitian ini menginvestigasi korpus 7.195 cuitan bersih hasil protokol sanitasi lima tahap sepanjang periode 2014–2026. Hasil penelitian mengungkap lima kluster tematik utama: Apatisme Partisipasi Kewargaan (38,5%), Wacana Terapeutik 'Healing' (28,9%), Neoliberal Responsibilization (13,7%), Tone-Policing Protes (13,2%), dan Fatalisme Pajak/Beban Fiskal (5,7%). Triangulasi metodologis menunjukkan validitas tinggi dengan skor Topic Diversity 0,8000, Silhouette Semantik 0,1232, dan Reliabilitas Antar-Pengkode Cohen's Kappa κ = 0,8297. Uji deteksi anomali temporal (Z-score &gt; 2,0; p &lt; 0,05) membuktikan bahwa eskalasi narasi ketenangan batin berkorelasi langsung dengan momentum guncangan regulasi nasional (UU Cipta Kerja Z = 8,05; Peringatan Darurat RUU Pilkada Z = 7,56; Polemik PPN 12% Z = 4,36). Beroperasi melalui mekanisme discursive arena-shifting dan neoliberal responsibilization, wacana mindfulness memprivatisasi kegagalan struktural negara menjadi problem pengelolaan emosi individu, sehingga mendepolitisasi ruang publik digital dan mentranslasikan potensi partisipasi kritis warga menuju kepasifan fatalistik. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi resistensi pasif warganet melalui reartikulasi 'frugal living' sebagai strategi boikot ekonomi alternatif.</p> Rury Ramadhan ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/view/2943 Wed, 17 Jun 2026 00:00:00 +0000