EKSPLORASI KONSEP MATEMATIKA DALAM BATIK TRADISIONAL DI KAMPUNG BARU KOTA BANDAR LAMPUNG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis konsep-konsep matematika yang terdapat dalam motif Sikop Arrum Batik Tulis Lampung di Kampung Baru, Kota Bandar Lampung, sebagai bentuk penerapan etnomatematika dalam budaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dengan subjek satu pengrajin batik dan objek berupa tiga motif batik, yaitu motif Sembagi, Gajah, dan Kopi. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar ceklis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi foto, dengan peneliti sebagai instrumen utama, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga motif batik memuat berbagai konsep matematika yang diterapkan secara intuitif oleh pengrajin, meliputi unsur geometri (titik, garis, dan sudut), bangun datar, kesebangunan, kekongruenan, serta transformasi geometri (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi), di mana motif Sembagi menonjolkan pola grid dan translasi, motif Gajah menunjukkan refleksi dan simetri, serta motif Kopi memperlihatkan rotasi dan bentuk bangun datar seperti elips, selain itu seluruh motif menampilkan pola berulang, simetri, dan proporsi yang mencerminkan keterkaitan antara estetika batik dan prinsip geometri. Temuan ini menunjukkan bahwa batik tradisional Lampung tidak hanya mencerminkan nilai budaya, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran matematika berbasis etnomatematika sehingga dapat membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih konkret dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
References
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.
Abi, A., M. (2016). Integrasi etnomatematika dalam kurikulum matematika sekolah. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 1(1), 1–6.
Amrulloh, R., N., F., & Ratyaningrum, F. (2018). Batik lukis karya guntur sasono di Desa Carat Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo periode 2008-2016. Jurnal Seni Rupa, 6(1), 653–662.
Danoebroto, S., W. (2020). Kaitan antara Etnomatematika & Matematika Sekolah: Sebuah Kajian Konseptual. Idealmathedu: Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education, 7(1), 39-40.
Fifin, A., Aidha A., Agus, M., & Farida, N. (2022). Exploration of SamPoo kong Building as Starting point in Geometric Transformation Course. Jurnal Pendidikan Matematika, 16(1), 16.
Prasetyo, A., & Singgih. (2016). Karakteristik motif batik Kendal interpretasi dari wilayah & letak geografis. Imajinasi: Jurnal Seni, 10(1), 51–60.
Son, A. L. (2017). Study ethnomatematics: pengungkapan konsep matematika & karakter siswa pada permainan kelereng masyarakat suku Dawan. Journal of Medives, 1(2), 100– 110.
Sopamena, P. (2018). Etnomatematika Suku Nuaulu Maluku, (Ambon: LP2M IAIN Ambon) hlm. 4.
Stathopoulou, C., Kotarinou, P., & Appelbaum, P. (2015). Ethnomathematical research and drama in education techniques: developing a dialogue in a geometry class of 10th grade students. Revista Latinoamericana de Etnomatemática, 8(2), 105–135.
Sudirman, S., Son, A. L., & Rosyadi, R. (2018). Penggunaan etnomatematika pada batik Paoman dalam pembelajaran geomteri bidang di sekolah dasar. IndoMath: Indonesia Mathematics Education, 1(1), 27.
Sukarjo & Lipur Sugiyanta. (2018). Analisis Strategi Pembelajaran Matematika Kurkulum 2013 Dalam Rangka Meningkatkan Nilai PISA Matematika. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga & Pendidikan), 5(1), 45.
Supriono, Y. P. (2017). The heritage of batik identitas Pemersatu kebanggaan bangsa (1st ed.; Maya, ed.). Yogyakarta: ANDI.
Wahyu, K., & Mahfudy, S. (2016). Sejarah Matematika: Alternatif Strategi Pembelajaran Matematika. Beta Jurnal Tadris Matematika, 9(1), 89-110.
Yulianto, E., Prabawanto, S., & Sabandar, J. (2019). Pola matematis & sejarah batik sukapura: Sebuah kajian semiotika. Jurnal Penelitian Pendidikan & Pengajaran Matematika, 4(1), 15–30.




