https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/issue/feed ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika 2026-10-14T14:21:27+00:00 Akbar akbar.taufik@unpacti.ac.id Open Journal Systems <p>ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal of Mathematics Study Program Faculty of Teacher Training and Education, Pancasakti University Makassar. This journal continuously publishes scientific work that focuses on the development of Mathematics studies, Mathematics Education, Curriculum Development, Learning Environment, Teacher Education, Educational Technology, Educational Development.</p> <p>Articles published in ELIPS include original scientific research results (top priority), new scientific review articles (not priority). Articles to be published by ELIPS will be reviewed by internal and external editors. The decision to accept a scientific article in this journal is the right of the Editor.</p> https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2732 PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA: STUDI LITERATUR 2026-09-24T03:52:05+00:00 Kevi Andinia Putri Ginanta keviandinia94@gmail.com Astri Wahyuni keviandinia94@gmail.com <p>Akselerasi teknologi <em>Artificial Intelligence </em>(AI) membuka peluang inovasi yang luas dalam pengembangan bahan ajar digital matematika pada Kurikulum Merdeka. Penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis studi literatur mengacu standar PRISMA 2020 ini menganalisis 21 artikel terpilih dari database Google Scholar dan ScienceDirect secara deskriptif kualitatif untuk mengkaji pemanfaatan AI dalam pengembangan bahan ajar digital matematika. Hasil sintesis data menunjukkan bahwa AI, khususnya AI generatif dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan, dimanfaatkan tidak hanya sebagai pembuat konten teks dan soal, tetapi juga sebagai perancang media visual, penyusun aktivitas instruksional, serta pengembang bahan ajar interaktif digital. Pemanfaatan teknologi tersebut dilaporkan memberikan dampak positif berupa peningkatan efisiensi kerja serta kompetensi digital guru, sekaligus memperkuat pemahaman konsep, kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, motivasi, dan keterlibatan aktif peserta didik. Kendati demikian, implementasinya di lapangan masih menghadapi tantangan nyata berupa keterbatasan literasi digital, sarana prasarana yang belum merata, serta kebutuhan verifikasi pedagogis terhadap keluaran AI. Penelitian selanjutnya perlu memperkuat integrasi AI dengan karakteristik pembelajaran serta menguji efektivitas jangka panjangnya melalui desain penelitian yang lebih kuat.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2824 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANYAMAN KAYU PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG PECAHAN 2026-09-24T03:52:06+00:00 Inar Inar inar_pgmi@uinpalopo.ac.id Muhammad Guntur muhammad_guntur@uinpalopo.ac.id Sumardin Raupu sumardin_aldhy@uinpalopo.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Anyaman Kayu Pecahan yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung pecahan pada siswa kelas VI SD Integral Al-Hijrah Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu analisis (<em>Analyze</em>), desain (<em>Design</em>), pengembangan (<em>Development</em>), implementasi (<em>Implementation</em>), dan evaluasi (<em>Evaluation</em>). Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas VI SD Integral Al-Hijrah Luwu Utara. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara, lembar validasi media, angket respons guru dan siswa, serta soal tes hasil belajar berupa <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Anyaman Kayu Pecahan memperoleh tingkat validitas sebesar 95% dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas memperoleh persentase sebesar 92,5% berdasarkan respons guru dan 93,06% berdasarkan respons siswa, yang keduanya termasuk kategori sangat praktis. Efektivitas media ditunjukkan melalui peningkatan hasil belajar siswa dengan rata-rata nilai pretest sebesar 47 menjadi 87 pada posttest. Hasil analisis N-Gain memperoleh nilai sebesar 0,77 atau 77% dengan kategori tinggi, dengan 5 siswa berada pada kategori tinggi dan 5 siswa berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, media Anyaman Kayu Pecahan dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran materi operasi hitung pecahan kelas VI.</p> 2026-09-24T03:33:10+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2827 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK SECARA OUTDOOR 2026-09-24T03:52:06+00:00 Ujang Saepudin uj21081969@gmail.com Yumiati Yumiati yumi@ecampus.ut.ac.id Sugilar Sugilar gilar@ecampus.ut.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman konsep matematis dan motivasi belajar siswa SMP melalui penerapan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik secara Outdoor. Metode penelitian menggunakan <em>quasi eksperimen</em> dengan desain <em>non-equivalen control group desigen</em> pada dua kelas VIII, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep, angket motivasi belajar, lembar observasi implementasi PMR outdoor, serta angket persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata <em>pretest</em> pemahaman konsep pada kelas eksperimen sebesar 16,00 meningkat menjadi 35,63 pada <em>posttest</em>. Sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 15,72 menjadi 25,00. Uji-t tes menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (&lt;0,005), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok tersebut. N-Gain kelas eksperimen mencapai 56,26% (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol didominasi kategori sedang dan rendah. Motivasi belajar juga meningkat signifikan, dengan rata-rata <em>posttest </em>pada kelas eksperimen sebesar 93,72 dibandingkan 85,66 pada kelas kontrol. Observasi pelaksanaan PMR outdoor menunjukan kategori sangat baik (93,25%). Dan persepsi siswa berada pada kategori sangat positif (4,41).&nbsp; Temuan ini menunjukan bahwa PMR Outdoor efektif meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa</p> 2026-09-24T03:49:11+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2869 PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL 2026-09-24T03:52:06+00:00 Risa Risa risakongsi5681@gmail.com Hamdani Hamdani risakongsi5681@gmail.com Nurfadilah Siregar risakongsi5681@gmail.com Ade Mirza risakongsi5681@gmail.com Agus Winarji risakongsi5681@gmail.com <p>Kemampuan berpikir analitis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena berperan dalam membantu peserta didik memahami, mengorganisasikan, dan menyelesaikan permasalahan secara sistematis. Namun, pembelajaran matematika yang masih berpusat pada guru menyebabkan peserta didik kurang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental berupa nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 30 peserta didik kelas eksperimen dan 29 peserta didik kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir analitis yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney karena salah satu kelompok tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik pada materi SPLTV. Selain itu, diperoleh nilai effect size sebesar 0,715 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, model PBL memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan pembelajaran langsung terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik pada materi SPLTV.</p> 2026-09-24T03:41:04+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2874 HUBUNGAN SELF-DIRECTED LEARNING DAN KECEMASAN MATEMATIS DENGAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PADA KALKULUS INTEGRAL 2026-09-24T03:52:06+00:00 Mohamad Salam mohamad.salam@uho.ac.id <p>Pembelajaran matematika menjadi bermakna bagi mahasiswa apabila mereka mampu memahami konsep dengan baik, sehingga berdampak positif terhadap tercapainya tujuan pembelajaran optimal. Mahasiswa yang memiliki pemahaman konsep matematis yang baik akan mampu merepresentasikan pengetahuannya tentang suatu konsep, prinsip, dan algoritma, serta menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah matematis yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan self-directed learning (SDL) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis; (2) hubungan kecemasan matematis dengan kemampuan pemahaman konsep matematis; dan (3) hubungan SDL dan kecemasan matematis secara bersama-sama dengan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif ex-post facto. Populasi sekaligus sampel adalah 46 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Halu Oleo yang memprogram mata kuliah Kalkulus Integral tahun 2026, diambil dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket SDL, angket kecemasan matematis, dan tes kemampuan pemahaman konsep matematis, kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) SDL memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan pemahaman konsep matematis (R² = 0,422; F = 32,162; p &lt; 0,05); (2) kecemasan matematis memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan kemampuan pemahaman konsep matematis (R² = 0,244; F = 14,164; p &lt; 0,05); dan (3) SDL dan kecemasan matematis secara bersama-sama memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa (R² = 0,487; F = 20,433; p &lt; 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan SDL dan pengelolaan kecemasan matematis mahasiswa dalam pembelajaran Kalkulus Integral.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2823 ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PADA MATERI EKSPONEN DITINJAU DARI GENDER SISWA KELAS X SMAS MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL PALOPO 2026-10-01T01:47:22+00:00 Dwi Maulida Putri 2202040014@uinpalopo.ac.id Sitti Zuhaerah Thalhah 2202040014@uinpalopo.ac.id Nilam Permatasari Munir 2202040014@uinpalopo.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa kelas X pada materi eksponen ditinjau dari gender berdasarkan indikator kemampuan menggunakan angka dan simbol matematika, menganalisis informasi, serta menginterpretasikan hasil untuk mengambil keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa yang dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em>, yaitu tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori tinggi mampu memenuhi indikator literasi numerasi dengan baik, sedangkan siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami kesalahan dalam penyelesaian soal, analisis informasi, dan interpretasi hasil. Pada kategori tinggi, siswa laki-laki memperoleh nilai 92 dan siswa perempuan 83,3, sedangkan pada kategori sedang masing-masing memperoleh nilai 67 dan pada kategori rendah memperoleh nilai 33. Rata-rata nilai siswa laki-laki sebesar 64 dan siswa perempuan sebesar 61,1. Dalam konteks enam subjek penelitian ini, siswa laki-laki menunjukkan rata-rata kemampuan literasi numerasi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2849 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN ALAT PERAGA GEOMETRI BERBAHAN DAUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA KELAS IX SMPN 12 KOLAKA UTARA 2026-10-01T01:48:31+00:00 Iyan Fadilah 2202040015@uinpalopo.ac.id Sitti Zuhaerah Thalhah 2202040015@uinpalopo.ac.id Nilam Permatasari Munir 2202040015@uinpalopo.ac.id Sumardin Raupu 2202040015@uinpalopo.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan model pembelajaran discovery learning berbantuan alat peraga geometri berbahan daur ulang dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis pada bangun ruang di kelas IX SMPN 12 Kolaka Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterlaksanaan penggunaan alat peraga geometri berbahan daur ulang dan kemampuan representasi matematis siswa pada bangun ruang kelas IX SMPN 12 Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experimental design. Populasi penelitian ini terdiri dari 4 kelas dengan jumlah keseluruhan 99 siswa. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Cluster Random Sampling, sehingga terpilih 2 kelas, kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX B sebagai kelas kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 48 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, tes, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan penggunaan model pembelajaran discovery learning berbantuan alat peraga geometri berbahan daur ulang ditinjau dari aktivitas siswa dan guru berada pada kategori sangat baik. Kemampuan representasi matematis siswa yang menggunakan alat peraga geometri berbahan daur ulang tergolong sangat tinggi, sedangkan kemampuan representasi matematis siswa yang tidak menggunakan alat peraga geometri berbahan daur ulang tergolong tinggi. Berdasarkan pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning berbantuan alat peraga geometri berbahan daur ulang efektif dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa pada bangun ruang kelas IX SMPN 12 Kolaka Utara. Dengan demikian, alat peraga geometri berbahan daur ulang dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pembelajaran matematika.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2896 CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA: KAJIAN LITERATUR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA 2026-10-07T07:06:15+00:00 Relawati Relawati relawati@unbari.ac.id <p>Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan siswa untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru dapat membatasi keterlibatan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah. Meskipun penerapan <em>Contextual Teaching and Learning</em> (CTL) telah banyak dikaji, keterkaitan prinsip-prinsip CTL dengan proses pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa masih perlu dipahami secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan penerapan CTL dengan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa serta mengidentifikasi aspek CTL yang mendukung kemampuan tersebut. Penelitian menggunakan kajian literatur naratif dengan menelaah buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Literatur diidentifikasi dan dipilih berdasarkan kesesuaian dengan fokus kajian, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif dan disintesis untuk menemukan keterkaitan antara karakteristik CTL dan kemampuan berpikir kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa CTL mendukung berpikir kritis melalui pengaitan materi dengan konteks nyata, aktivitas penyelidikan, diskusi, analisis informasi, evaluasi alternatif, dan pemecahan masalah. Secara teoretis, CTL memperkuat pembelajaran kontekstual yang berpusat pada siswa serta mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis.</p> 2026-10-07T07:06:15+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2905 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS IV SD NEGERI GENUKSARI 02 2026-10-07T07:13:09+00:00 Muhammad Shofi mubarok mubarokstoreofficial786@gmail.com Jupriyanto Jupriyanto jupriyanto@unissula.ac.id Muhammad Anas Muhammadanas92@guru.sd.belajar.id Farihatun Solikha farihatunofficial@gmail.com <p>Hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri Genuksari 02 pada materi bangun datar masih rendah, dengan hanya 46,43% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada pra siklus. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar tersebut melalui penerapan Discovery Learning dengan perbaikan tindakan berdasarkan refleksi pada setiap siklus. Penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart ini dilaksanakan dalam dua siklus pada 28 siswa kelas IV tahun ajaran 2025/2026. Pada Siklus I, siswa mengikuti enam tahap Discovery Learning dengan benda konkret dan LKPD. Pada Siklus II, tindakan diperbaiki dengan menambahkan media puzzle bangun datar dan perhatian lebih kepada siswa yang kurang aktif. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar serta lembar observasi aktivitas siswa dan guru, lalu dianalisis secara deskriptif. Nilai rata-rata kelas naik dari 72,50 (pra siklus) menjadi 80,71 (Siklus I) dan 87,14 (Siklus II), sedangkan ketuntasan klasikal naik dari 46,43% menjadi 64,29% dan 85,71%, sehingga memenuhi indikator keberhasilan 85%. Peningkatan ini beriringan dengan membaiknya aktivitas guru dari kategori Baik menjadi Sangat Baik, sedangkan aktivitas siswa tetap berkategori Baik dengan skor rata-rata yang meningkat. Temuan ini terbatas pada kelas yang diteliti karena tidak ada kelas pembanding, dan empat siswa yang belum tuntas pada Siklus II masih memerlukan pembelajaran remedial. Discovery Learning dengan media konkret dapat dipertimbangkan guru sebagai alternatif untuk pembelajaran bangun datar.</p> 2026-10-07T07:13:09+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2915 PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI KEUANGAN MELALUI PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN NOTA BELANJA DI KELAS V SEKOLAH DASAR 2026-10-07T07:27:49+00:00 Wita Sari witasari973@gmail.com Rina Indriyani rinaindriani@unpas.ac.id Edah Sumiati edahsumiati31@guru.sd.belajar.id Dadang Iskandar dang_isk@unpas.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi keuangan melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media nota belanja pada murid kelas V SDN 189 Neglasari. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 murid. Data diperoleh melalui pretest dan posttest pada setiap siklus serta observasi keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas murid. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif berdasarkan nilai rata-rata dan persentase murid yang mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan nilai minimal 75. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan apabila sekurang-kurangnya 80% murid mencapai KKTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata nilai pretest sebesar 36,43 dan posttest sebesar 60,71, pada siklus II sebesar 30,71 dan 76,79, sedangkan pada siklus III sebesar 38,21 dan 84,29. Persentase murid yang mencapai KKTP meningkat dari 28,57% pada siklus I menjadi 60,71% pada siklus II dan 82,14% pada siklus III. Pada siklus III, sebanyak 23 dari 28 murid mencapai KKTP sehingga indikator keberhasilan penelitian terpenuhi. Keterlaksanaan pembelajaran juga meningkat dari 97,12% pada siklus I menjadi 99,04% pada siklus II dan 100% pada siklus III. Aktivitas psikomotor berkembang dari kategori cukup menjadi sangat baik, sedangkan aktivitas afektif berkembang dari kategori baik menjadi sangat baik. Dengan demikian, penerapan PBL berbantuan media nota belanja dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika murid pada pembelajaran materi keuangan kelas V serta mendukung proses pembelajaran yang kontekstual dan aktif.</p> 2026-10-07T07:27:49+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2927 COMPUTATIONAL THINKING SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI COMMOGNITIVE 2026-10-07T07:36:49+00:00 Nurul Khofifah Nurulkhofifah961@gmail.com Zulfah Zulfah nurulkhofifa961@gmail.com Astuti Astuti nurulkhofifa961@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <em>computational thinking</em> (CT) siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari perspektif <em>commognitive</em> pada materi barisan dan deret. Penelitian kualitatif deskriptif-eksploratif ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kampar Utara dengan melibatkan siswa kelas XII MIPA 2. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> sebanyak 3 orang siswa yang masing-masing mewakili kategori kemampuan matematika tinggi (CR), sedang (AAP), dan rendah (MPS). Instrumen utama adalah peneliti sendiri, didukung oleh tes soal cerita non-rutin berbasis CT dan wawancara semi-terstruktur. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa berkemampuan tinggi (CR) mampu memenuhi indikator dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritma dengan memunculkan komponen <em>commognitive</em> (<em>word use</em>, <em>visual</em> <em>mediators</em>, <em>narrative</em>, dan <em>routine</em>) secara tepat, meskipun masih kurang optimal pada indikator pengenalan pola; (2) Siswa berkemampuan sedang (AAP) mampu memenuhi indikator dekomposisi, abstraksi, dan berpikir algoritma pada masalah sederhana, namun mengalami kendala pada pengenalan pola serta masalah yang membutuhkan ingatan rumus mendalam; (3) Siswa berkemampuan rendah (MPS) belum mampu mencapai keempat indikator <em>computational thinking</em> dan hanya memunculkan komponen <em>word use</em> pada indikator dekomposisi. Secara umum, <em>computational thinking</em> dan kemampuan <em>commognitive</em> siswa berkemampuan rendah masih sangat terbatas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi latihan soal non-rutin berbasis <em>computational thinking</em> dan <em>commognitive</em> dalam pembelajaran matematika.</p> 2026-10-07T07:36:49+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/2924 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VII MTS DARUL FALAH SALO 2026-10-14T14:21:27+00:00 widya Suryani Widiasuryani01@gmail.com Astuti Astuti Widiasuryani01@gmail.com Molli Wahyuni Widiasuryani01@gmail.com <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII MTs Darul Falah Salo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TPS terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII MTs Darul Falah Salo. Jenis penelitian ini adalah <em>quasy eksperimen</em>, dengan teknik sample yang digunakan <em>simple random sampling</em>. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terbagi ke dalam 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B menjadi kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan teknik analisis data menggunakan uji <em>Independent sample T-Test</em> dengan bantuan <em>software </em>SPSS, &nbsp;diperoleh &nbsp;<em>sig.(2-tailed) </em>&lt; 0,05 yaitu 0,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TPS terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa</p> 2026-10-14T14:21:27+00:00 ##submission.copyrightStatement##