Uji Efektivitas Gel Ekstrak Daun Sintrong (Crassocephalum crepidioides) Terhadap Luka Bakar Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus)
Abstract
Abstract: Sintrong leaves (Crassocephalum crepidioides) are known to contain chemicals such as saponins, flavonoids, and polyphenols that can be efficacious as anti-inflammatory and antibacterial. This study aims to develop a gel preparation of sintrong leaf extract as a burn medicine. This study aims to determine the effectiveness of gel preparations from sintrong plant extract (Crassocephalum crepidioides) and determine the concentration of sintrong leaf extract that can heal burns in rabbits (Oryctolagus cuniculus) with Bioskin® gel as a comparison. Sintrong leaf extract was obtained through maceration method using 70% ethanol solvent. Gel formulas were made with variations in sintrong leaf extract concentrations of 1%, 2%, and 3%. The effectiveness test was conducted using rabbit (Oryctolagus cuniculus) test animals by observing the burn wound healing process on day 3, 5, 7 and day 10. Gel with 2% concentration showed the best results in accelerating burn wound healing compared to positive control (Bioskin®) and negative control. A significant reduction in wound diameter was noted at this concentration. It is concluded that sintrong leaf extract gel with a concentration of 2% is effective as a topical preparation to accelerate burn wound healing in rabbits (Oryctolagus cuniculus).
Abstrak: Daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) diketahui memiliki kandungan kimia seperti saponin, flavonoid, dan polifenol yang dapat berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan gel ekstrak daun sintrong sebagai obat luka bakar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel dari ekstrak tanaman sintrong (Crassocephalum crepidioides dan menentukan konsentrasi ekstrak daun sintrong yang dapat menyembuhkan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) dengan gel Bioskin® sebagai pembanding. Ekstrak daun sintrong diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formula gel dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak daun sintrong sebesar 1%, 2%, dan 3%. Uji efektivitas dilakukan menggunakan hewan uji kelinci (Oryctolagus cuniculus) dengan mengamati proses penyembuhan luka bakar pada hari ke 3, ke-5, ke-7 dan hari ke-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gel dengan konsentrasi 2% menunjukkan hasil terbaik dalam mempercepat penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan kontrol positif (Bioskin®) dan kontrol negatif. Penurunan diameter luka yang signifikan tercatat pada konsentrasi. Kesimpulan bahwa gel ekstrak daun sintrong dengan konsentrasi 2% efektif sebagai sediaan topikal untuk mempercepat penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus).