Fito Medicine : Journal Pharmacy and Sciences https://journal.unpacti.ac.id/index.php/FITO <p>Fito Medicine : Journal Pharmacy and Sciences adalah jurnal resmi Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Pancasakti Makassar.&nbsp;Jurnal ini terlebih dahulu terbit dengan versi cetak dengan <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1249430572&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN:&nbsp;2085-7942</a>&nbsp;dan versi online e-ISSN : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1591920385&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2723-0791</a> Jurnal ini secara berkesinambungan menerbitkan&nbsp;karya ilmiah yang berfokus pada pengembangan kajian farmasi diantaranya: Farmacologi; Farmakokinetik; Komunitas dan Farmasi Klinik; Kimia Farmasi; Tekhnologi Farmasi; Microbiology dan Bioteknologi Farmasi; Farmasi Herbal.</p> <p>Artikel-artikel yang dipublikasikan di Fito Medicine meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). Artikel yang akan dipublikasikan Fito Medicine akan ditinjau oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah di jurnal ini menjadi hak dari Dewan Penyunting.&nbsp;</p> FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PANCASAKTI en-US Fito Medicine : Journal Pharmacy and Sciences 2085-7942 Uji Efektivitas Gel Ekstrak Daun Sintrong (Crassocephalum crepidioides) Terhadap Luka Bakar Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) https://journal.unpacti.ac.id/index.php/FITO/article/view/1789 <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>Sintrong leaves (Crassocephalum crepidioides) are known to contain chemicals such as saponins, flavonoids, and polyphenols that can be efficacious as anti-inflammatory and antibacterial. This study aims to develop a gel preparation of sintrong leaf extract as a burn medicine. This study aims to determine the effectiveness of gel preparations from sintrong plant extract (Crassocephalum crepidioides) and determine the concentration of sintrong leaf extract that can heal burns in rabbits (Oryctolagus cuniculus) with Bioskin® gel as a comparison. Sintrong leaf extract was obtained through maceration method using 70% ethanol solvent. Gel formulas were made with variations in sintrong leaf extract concentrations of 1%, 2%, and 3%. The effectiveness test was conducted using rabbit (Oryctolagus cuniculus) test animals by observing the burn wound healing process on day 3, 5, 7 and day 10. Gel with 2% concentration showed the best results in accelerating burn wound healing compared to positive control (Bioskin®) and negative control. A significant reduction in wound diameter was noted at this concentration. It is concluded that sintrong leaf extract gel with a concentration of 2% is effective as a topical preparation to accelerate burn wound healing in rabbits (Oryctolagus cuniculus).</em></p> <p><em><strong>Abstrak:</strong> Daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) diketahui memiliki kandungan kimia seperti saponin, flavonoid, dan polifenol yang dapat berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan gel ekstrak daun sintrong sebagai obat luka bakar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel dari ekstrak tanaman sintrong (Crassocephalum crepidioides dan menentukan konsentrasi ekstrak daun sintrong yang dapat menyembuhkan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) dengan gel Bioskin<sup>®</sup> sebagai pembanding. Ekstrak daun sintrong diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formula gel dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak daun sintrong sebesar 1%, 2%, dan 3%. Uji efektivitas dilakukan menggunakan hewan uji kelinci (Oryctolagus cuniculus) dengan mengamati proses penyembuhan luka bakar pada hari ke 3, ke-5, ke-7 dan hari ke-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gel dengan konsentrasi 2% menunjukkan hasil terbaik dalam mempercepat&nbsp;penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan kontrol positif (Bioskin®) dan kontrol negatif. Penurunan diameter luka yang signifikan tercatat pada konsentrasi. Kesimpulan bahwa gel ekstrak daun sintrong dengan konsentrasi 2% efektif sebagai sediaan topikal untuk mempercepat penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus).</em></p> Ainun Jariah Sri Widyastuti Muzalifa Madiali ##submission.copyrightStatement## 2025-01-31 2025-01-31 16 2 33 40 10.47650/fito.v16i2.1789 Uji Analgesik Ekstrak Rumput Belang (Zebrina pendula Schnizl.) Pada Mencit (Mus musculus) Dengan Parameter Geliat https://journal.unpacti.ac.id/index.php/FITO/article/view/1812 <p><em>This research was conducted to determine the effect and concentration of the extract of Striped Grass (Zebrina pendula Schnizl.) which is productive as an analgesic against mice. The research was conducted by extracting samples with ethanol as a solvent using the maceration method. The striped grass extract was used for analgesia test on male mice at concentrations of 0.5% w/v, 1% w/v and 1.5% w/v. The results of the study showed Striped Grass Extract 0.5%, 1% and 1.5% w/v showed an analgesic effect in mice with an average percentage decrease in the number of stretches of 22.82%, 52.88%, and 68.51.97%, respectively. Striped Grass Extract at a concentration of 1.5% w/v showed the most effective analgesic effect, but the effect was still lower than the comparison given mefenamic acid 0.2% w/v at the statistical calculation level 0.05</em></p> <p><em>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efek dan konsentrasi ekstrak Rumput Belang (Zebrina pendula </em>Schnizl<em>.) yang berkhasiat sebagai analgesik terhadap mencit. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi sampel dengan pelarut etanol dengan metode maserasi. Ekstrak Rumput Belang yang diperoleh digunakan untuk uji analgesik terhadap mencit jantan&nbsp; konsentrasi 0,5% b/v, 1% b/v dan 1,5% b/v.. Hasil dari penelitian menunjukkan Ekstrak Rumput Belang 0,5%, 1% dan 1,5% b/v menunjukkan efek analgesik pada mencit dengan rata-rata persentase penurunan jumlah geliat sebesar 22,82%, 52,88%, dan 68,51,97 %,&nbsp; Ekstrak Rumput Belang pada konsentrasi 1,5% b/v menunjukkan efek analgesik paling efektif, tetapi efeknya masih lebih rendah dibandingkan pemberian pembanding asam Mefenamat 0,2% b/v pada perhitungan statistik&nbsp; taraf α 0,05 menunjukkan signifikan</em></p> Istianah Purnamasari Zakiah Zakiah Yuyun Sri Wahyuni Hernawati Basir ##submission.copyrightStatement## 2025-01-31 2025-01-31 16 2 41 46 10.47650/fito.v16i2.1812 Uji Aktivitas Ekstrak Rimpang Golobe (Hornstedtia alliacea) Terhadap Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli https://journal.unpacti.ac.id/index.php/FITO/article/view/1810 <p>This Research has been carried out on the activity of Golobe (<em>Hornstedtia alliacea</em>) rhizome extract against the growth of <em>Staphylococcus aureus</em> and <em>Escherichia coli</em>. This study aims to determine the activity of extracts of Golobe (<em>Hornstedtia alliacea</em>) against <em>Staphylococcus aureus</em> and <em>Escherichia coli</em> bacteria. The extract was produced by maceration using 96% ethanol solvent, the extracting liquid was concentrated to obtain a thick extract. Golobe Rhizome Extract during the incubation period of 1 x 24 hours, for <em>Staphylococcus aureus</em> the inhibition zone (clear zone) formed, each different concentration has an average of 2.5% (12.31 mm), 5% (13, 73 mm), 7.5% (16.76 mm) positive control (21.32 mm). for <em>Escherichia coli</em> bacteria the inhibition zone (clear zone) formed, each different concentration has an average of 2.5% (9.66 mm), 5% (11.74 mm), 7.5% (13.52 mm) positive control (22.67 mm). The greatest inhibitory power of the Golobe Rhizome Extract from the growth of <em>Staphylococcus aureus</em> and <em>Escherichia coli</em> bacteria was at a concentration of 7.5%, each of which was 16.76 mm and 13.52 mm. for ANOVA calculation using Graphad prism P value &lt; 0.0001 indicates significant with F value 260<em>.3</em></p> <p>Telah dilakukan penelitian tentang akvifitas ekstrak Rimpang Golobe (<em>Hornstedtia alliacea</em>) terhadap pertumbuhan <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli</em>. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui adanya aktivitas ekstrak Golobe (<em>Hornstedtia alliacea</em>) terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli.</em> Ekstrak dihasilkan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, cairan pengekstraksi dipekatkan hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak Rimpang Golobe pada masa inkubasi 1 x 24 jam, untuk bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> zona hambatan (zona bening) yang terbentuk masing-masing konsentrasi yang berbeda memiliki rata – rata 2, 5% (12,31 mm), 5% (13,73 mm), 7,5% (16,76 mm) kontrol positif (21,32 mm). untuk bakteri <em>Escherichia coli</em> zona hambatan yang terbentuk masing-masing konsentrasi yang berbeda memiliki rata – rata 2, 5% (9,66 mm), 5% (11,74 mm), 7,5% (13,52 mm) kontrol positif (22,67 mm). Daya hambat terbesar Ekstrak Rimpang Golobe dari pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli</em> pada konsentrasi&nbsp; 7,5%, masing- masing sebesar 16,76 mm dan 13,52&nbsp; mm. untuk perhitungan anova P value &lt; 0,001 menyatakan signifikan dengan nilai F 260,3</p> Wira Yustika Rukman Anshari Masri Syafruddin Syafruddin Delvi Sara Jihan Pahira ##submission.copyrightStatement## 2025-01-31 2025-01-31 16 2 47 53 10.47650/fito.v16i2.1810 Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Merah (Eucheuma spinosum) menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picryl Hydrazil) https://journal.unpacti.ac.id/index.php/FITO/article/view/1809 <p><em>This study aims to determine the antioxidant activity of the Extract of Red Seaweeds. Extractions are done using maceration method using ethanol 70% with randemen the ethanol Extract of the Red Seaweed 36.8072%. Phytochemical test showed, on the Red Seaweed extract contains phenolic compounds and flavonoids. Test antioxidant activity using DPPH radical substances, shows Red Seaweeds Extract has potent antioxidant activity category namely 42,010μg/ml. Relatively like the standard Vitamin C, which have strong antioxidant activity, amounting 28,580 μg/ml</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan pada ekstrak Rumput Laut Merah. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% dengan nilai rendemen pada ekstrak etanol Daun Kelor 36,8072 %. Uji fitokimia menunjukkan, pada ekstrak Rumput Laut Merah mengandung senyawa fenol, dan flavanoid, Uji aktivitas antioksidan menggunakan zat radikal DPPH, menunjukkan ekstrak Rumput Laut Merah memiliki aktivitas antioksidan kuat yaitu 42,010µg/mL. Relatif sama dengan standar Vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, sebesar 28,580µg/mL</p> Syafruddin Syafruddin Anshari Masri Wira Yustika Rukman Sitti Nurjannah Muhammad Guntur ##submission.copyrightStatement## 2025-01-31 2025-01-31 16 2 54 58 10.47650/fito.v16i2.1809 Uji Toksisitas Akut (LD50) Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle Marmelos L.) Pada Mencit (Mus musculus) https://journal.unpacti.ac.id/index.php/FITO/article/view/1813 <p><em>This research is entitled acute toxicity test of ethanol extract of maja leaves (Aegle marmelos L.) againts mice (Mus musculus) which aims to determining of acute toxicity of ethanol extract of maja leaves (Aegle marmelos L.) in male mice and determine the dose of ethanol extract of maja leaves ( Aegle marmelos L.) which resulted in the death of 50% of the mouse population. This research used 25 mice (Mus musculus) as experimental animals. Mice were divided into 5 treatment groups, group I Na-CMC 1% as control, groups 2-5 were given the test extract at doses, 5 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB mice. After 24 hours, clinical symptoms of toxicity were assessed in each mouse and the number of dead mice was counted. The research results obtained showed that 2 mice died at a dose of 2000 mg/kgBB and were included in the "mild toxic" category</em><em>.</em></p> <p>&nbsp;Penelitian ini berjudul uji toksisitas akut ekstrak etanol daun maja (<em>Aegle marmelos </em>L.) terhadap mencit (<em>Mus musculus</em>) yang bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas akut ekstrak etanol daun maja (<em>Aegle marmelos </em>L.) pada mencit jantan dan menentukan dosis ekstrak etanol daun maja (<em>Aegle marmelos </em>L.) yang mengakibatkan kematian 50% populasi mencit. Penelitian ini menggunakan mencit sebagai hewan percobaan sebanyak 25 ekor mencit (<em>Mus musculus</em>). Mencit dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan, kelompok I Na-CMC 1% sebagai kontrol, kelompok 2-5 diberi ekstrak uji dengan dosis, 5 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB mencit. Setelah 24 jam dinilai gejala klinis ketoksikan pada tiap mencit dan dihitung jumlah mencit yang mati. Hasil penelitian yang didapatkan terdapat 2 ekor mencit yang mati pada dosis 2000 mg/kgBB dan termasuk dalam kategori “toksik ringan”.</p> Hesty Setiawati Rahmat M Sustrin Abasa ##submission.copyrightStatement## 2025-01-31 2025-01-31 16 2 59 66 10.47650/fito.v16i2.1813