Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Gorontalo
Abstract
Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif. Kondisi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu lama dan sering dikaitkan dengan berbagai faktor yang memengaruhi perjalanan penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor determinan dengan lama menderita diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat di Kota Gorontalo. Menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional desain cross-sectional study. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden 470 orang. Data dianalisis menggunakan korelasi kontingensi dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik (p = 0,000) dan jenis kelamin (p = 0,000) dengan lama menderita diabetes melitus tipe 2. Analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin merupakan variabel yang paling dominan dengan nilai p = 0,000 dan OR = 15,380, yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peluang 15,380 kali lebih besar untuk memiliki durasi penyakit yang lebih panjang. Kesimpulannya, beberapa faktor determinan memiliki hubungan dengan lama menderita diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat Kota Gorontalo.
References
American Diabetes Association. (2021). Standar Pelayanan Medis untuk Diabetes. Perawatan Diabetes, 44(Suppl 1).
Aadland, E., & Ylvisåker, E. (2015). Sedentary behavior and impaired glucose tolerance: a population-based study. Preventive Medicine.
American Diabetes Association, 2024. Standards of Medical Care in Diabetes – 2024. Diabetes Care. 47(Suppl 1): S1-S192.
Dinkes Provinsi Gorontalo, 2024. Jumlah data Penderita Diabetes Melituus melalui aplikasi ASIK. Gorontalo
Dinkes Provinsi Gorontalo, 2023. Jumlah data Penderita Diabetes Melituus melalui aplikasi ASIK. Gorontalo
Dinkes Kota Gorontalo Gorontalo, 2024. Jumlah data Penderita Diabetes Melituus melalui aplikasi ASIK. Gorontalo
Huxley R, (2015). Differences in obesity and visceral fat as contributors to diabetes risk among men and women. The Lancet Diabetes & Endocrinology.
Huang Y, (2023). Genetic Variants of TCF7L2 and FTO and Their Association with Type 2 Diabetes Duration.” Diabetologia.
International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas 10th Edition.
International Diabetes Federation, 2022. Diabetes Around the World in 2021 Https://Diabetesatlas.Org/.
Kautzky-Willer A, Harreiter J, Pacini G (2023). Sex and gender differences in risk, pathophysiology and complications of type 2 diabetes mellitus. Reviews in Endocrine and Metabolic Disorders.
Kautzky, (2016). Sex and gender differences in risk, pathophysiology and complications of type 2 diabetes mellitus. Endocr Rev. 37(3):278–316
Perkeni, 2021. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma, 46. www.ginasthma.org.
Peters, S. A, Huxley R (2014). Sex differences in the progression and detection of type 2 diabetes. Diabetes Research and Clinical Practice.
Riza Sativa Elya, Naufal Muharam Nurdin, (2024). Hubungan Kepatuhan Diet, Kualitas Diet, dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 3(4), 286-294.
WHO, 2022. Diabetes. World Health Organization.
Wati, N., & Pratiwi, I. (2021). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah pada Penderita DM Tipe 2. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 112–120.
Copyright (c) 2026 Lilis Kartoni, Netty Ino Ischak, Sri Manovita Pateda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
1.png)





