Determinan Kekambuhan Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium, Komorbid, Penghasilan, dan Ketersediaan Kawat Kasa di Wilayah Kerja Puskesmas Marisa Kabupaten Pohuwato

  • Taufik Lantowa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia.
  • Herlina Jusuf Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia.
  • Sri Manovita Pateda Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia.
  • Sunarto Kadir Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia.
  • Suardi Suardi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia.
Keywords: Malaria, Kekambuhan, Plasmodium, Penghasilan, Kawat kasa

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena kejadian kekambuhan dapat meningkatkan beban penyakit dan menghambat upaya eliminasi malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kekambuhan malaria berdasarkan jenis Plasmodium, komorbid, penghasilan, dan ketersediaan kawat kasa di wilayah kerja Puskesmas Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 267 penderita malaria yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi kondisi rumah, dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kekambuhan malaria sebanyak 267 orang (68,9%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ketersediaan kawat kasa (p=0,000; OR=0,311), jenis Plasmodium (p=0,000; OR=223,300), dan penghasilan (p=0,000; OR=3,186) berhubungan dengan kejadian kekambuhan malaria, sedangkan komorbid tidak berhubungan (p=0,276). Hasil analisis multivariat menunjukkan jenis Plasmodium merupakan faktor paling dominan terhadap kekambuhan malaria (p=0,000; Exp(B)=283,049), sementara ketersediaan kawat kasa menjadi faktor protektif (p=0,008; Exp(B)=0,199). Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik parasit dan perlindungan lingkungan rumah berperan penting terhadap kejadian kekambuhan malaria.

References

Achmadi, U. F. (2021). Dasar-dasar penyakit berbasis lingkungan. Jakarta: Rajawali Pers.

Ashley, E. A., Pyae Phyo, A., & Woodrow, C. J. (2020). Malaria. The Lancet, 391(10130), 1608–1621.

Antinori, S., Galimberti, L., Milazzo, L., & Corbellino, M. (2021). Biology and clinical management of malaria caused by Plasmodium vivax and other non-falciparum species. Clinical Microbiology and Infection, 27(8), 1093–1101.

Castillo, S. S. G., Alvarez, C. A., Rosas-Aguirre, Á., Acosta, C., Corder, R. M., Gómez, J., Guzmán, M., Speybroeck, N., Llanos-Cuentas, A., Castro, M. C., Rosanas-Urgell, A., Ferreira, M. U., Vinetz, J. M., Gamboa, D., & Torres, K. (2024). Recurrence patterns and evolution of submicroscopic and asymptomatic Plasmodium vivax infections in malaria-endemic areas of the Peruvian Amazon. PLoS Neglected Tropical Diseases, 18(10), 1–25.

Commons, R. J., Rajasekhar, M., Edler, P., Abreha, T., Awab, G. R., Baird, J. K., Barber, B. E., Chu, C. S., Cui, L., Daher, A., Gonzalez-Ceron, L., Grigg, M. J., Hwang, J., Karunajeewa, H., Lacerda, M. V. G., Ladeia-Andrade, S., Llanos-Cuentas, A., Pasaribu, A. P., Price, R. N., ... White, N. J. (2024). Effect of primaquine dose on the risk of recurrence in patients with uncomplicated Plasmodium vivax: A systematic review and individual patient data meta-analysis. The Lancet Infectious Diseases, 24(2), 172–183.

Dinkes Kabupaten Pohuwato. (2025). Kasus malaria baru dan relaps tahun 2023–September 2025 Kabupaten Pohuwato. Marisa: Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.

Dinkes Provinsi Gorontalo. (2025). Kasus malaria baru dan relaps tahun 2023–September 2025 Provinsi Gorontalo. Gorontalo: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Edgar, D. (2021). Faktor kondisi fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian malaria. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 149–156.

Fauziah, N., Anindhita, E. U., Ekawardhani, S., Afifah, D. N., & Hutagalung, J. (2023). Malaria infection and socioeconomics in malaria endemic areas of East Nusa Tenggara, Indonesia. Majalah Kedokteran Bandung, 55(1), 35–41.

Hasyim, H., Dale, P., Groneberg, D. A., Kuch, U., & Müller, R. (2019). Social determinants of malaria in an endemic area of Indonesia. Malaria Journal, 18, 134.

Kemenkes RI. (2022). Petunjuk teknis pengendalian faktor risiko malaria. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2023). Buku saku tata laksana kasus malaria. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2024). Kasus malaria di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kurniawan, A., Widyawati, A. Z., Pratiwi, F. A., Faizun, N., & Meliana, R. (2024). Pemodelan prevalensi angka kesakitan malaria berdasarkan persentase sanitasi layak dengan pendekatan estimator least square spline. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(3), 287–293.

Lestari, S., Handayani, E. P., & Pratami, Y. R. (2023). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sentani. Journal of Nursing and Health, 8(1), 122–130.

Lusiyana, N., & Ahdika, A. (2022). Evaluating recurrent episodes of malaria incidence in Timika, Indonesia, through a Markovian multiple-state model. Infectious Disease Modelling, 7(3), 261–276.

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Noviyanti, R., Carey-Ewend, K., Trianty, L., et al. (2022). Hypnozoite depletion in successive Plasmodium vivax relapses. PLoS Neglected Tropical Diseases, 16(7), e0010648.

Price, R. N., Commons, R. J., Battle, K. E., Thriemer, K., & Mendis, K. (2020). Plasmodium vivax in the era of the shrinking P. vivax map. Trends in Parasitology, 36(6), 560–573.

Setiati, S., Alwi, I., Sudoyo, A. W., Simadibrata, M., Setiyohadi, B., & Syam, A. F. (2020). Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Interna Publishing.

WHO. (2022). WHO guidelines for malaria. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2024). World malaria report 2024. Geneva: World Health Organization.
Published
2026-10-30
How to Cite
Lantowa, T., Jusuf, H., Pateda, S., Kadir, S., & Suardi, S. (2026). Determinan Kekambuhan Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium, Komorbid, Penghasilan, dan Ketersediaan Kawat Kasa di Wilayah Kerja Puskesmas Marisa Kabupaten Pohuwato. urnal romotif reventif, 9(5), 775-784. https://doi.org/10.47650/jpp.v9i5.2836
Abstract viewed = 30 times
PDF downloaded = 17 times