Kepatuhan Praktik Higiene dan Sanitasi Berdasarkan Instrumen IKL Jasa Boga Golongan B pada SPPG di Kota Gorontalo

  • Prima Rizky Danial Program Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Sunarto Kadir Program Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Suardi Suardi Program Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Zuhriana Yusuf Program Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Sri A Ibrahim Program Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
Keywords: Higiene Sanitasi, Keamanan Pangan, MBG

Abstract

Keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena produksi makanan dalam jumlah besar berpotensi mengalami risiko kontaminasi apabila tidak didukung penerapan higiene dan sanitasi sesuai standar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepatuhan praktik higiene dan sanitasi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG di Kota Gorontalo berdasarkan Instrumen Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Jasa Boga Golongan B. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh SPPG MBG aktif beroperasi di Kota Gorontalo dengan teknik total sampling sebanyak 14 SPPG. Data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan instrumen IKL Jasa Boga Golongan B yang mencakup aspek bangunan dan fasilitas, sanitasi, pengolahan pangan, penyimpanan, distribusi, higiene penjamah makanan, peralatan, dan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan seluruh SPPG memperoleh kategori kepatuhan baik dengan skor IKL 83,38%–93,80% dan rata-rata 88,39%. Ketidaksesuaian terbanyak ditemukan pada area persiapan, pengolahan, dan pengemasan pangan sebesar 36,2%, diikuti area dalam Tempat Pengolahan Pangan sebesar 25,9%. Penerapan higiene dan sanitasi pada SPPG telah berjalan baik, namun masih diperlukan penguatan pada beberapa aspek untuk meningkatkan konsistensi pemenuhan standar keamanan pangan. Evaluasi IKL secara berkala dapat menjadi strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas higiene sanitasi pada penyelenggaraan makanan Program MBG di Indonesia.

References

Ashar, Y. K., Muharani, A., Kholijah, A., Hasibuan, I. L., Audina, S., & Yusrina, T. (2025). Sanitasi tempat pengelolaan pangan jasa boga catering di Kota Medan. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 5795–5800. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.47308

Badan Gizi Nasional Republik Indonesia. (2025a). Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026. Badan Gizi Nasional. https://jdih.bgn.go.id/jdih/search?tipe_dokumen=peraturan

Badan Gizi Nasional Republik Indonesia. (2025b). Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 52.2 Tahun 2025 tentang Pedoman Sertifikasi Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Badan Gizi Nasional. https://www.bgn.go.id/news/berita/sppg-mbg-tak-bisa-berjalan-tanpa-standar-keamanan

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2025). Laporan pengawasan higiene sanitasi dan kesehatan lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Gorontalo. Gorontalo: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2026). Data operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Gorontalo. Gorontalo: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Food and Agriculture Organization. (2020). Food safety and quality: Ensuring safe and nutritious food for all. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Goetsch, D. L., & Davis, S. B. (2021). Quality management for organizational excellence: Introduction to total quality (9th ed.). New York: Pearson.

Griffith, C. J., Livesey, K. M., & Clayton, D. (2020). The assessment of food safety culture: An overview. British Food Journal, 122(7), 2073–2087.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-14-tahun-2021

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-17-tahun-2024

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Subsektor Kesehatan. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-11-tahun-2025

Kemenkes RI. (2026). Data perkembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Luning, P. A., & Marcelis, W. J. (2020). Food quality management: Technological and managerial principles and practices. Wageningen Academic Publishers. https://doi.org/10.3920/978-90-8686-899-5

Mortimore, S., & Wallace, C. (2015). HACCP: A practical approach (3rd ed.). Springer.

Nurhayati, N., Gianing, D. N., Farhani, N., Lubis, W. H., Sari, F. N., Azzahra, A., Lubis, A. K. P., Anggraini, I. N., Dhiya’ul Haq, Z. D., & Hanin, Z. (2023). An overview of the understanding and attitudes of food handlers’ hygiene and sanitation in the nutrition installation of RSUD Dr. Pirngadi Medan. J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, 10(2). https://doi.org/10.35308/j-kesmas.v10i2.7213

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo. (2025). Laporan hasil pengawasan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Gorontalo. Gorontalo: Ombudsman Republik Indonesia.

Pradana, R. (2025). Laporan kejadian keracunan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Putri, R. M., & Fayasari, A. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap hygiene sanitasi dengan perilaku personal hygiene pada penjamah makanan kaki lima di Kecamatan Tapos Kota Depok. Journal of Nutrition College, 12(3), 238–245. https://doi.org/10.14710/jnc.v12i3.36845

Sari, D. P., & Suyasa, I. N. G. (2021). Penerapan hygiene sanitasi di Rumah Makan Minang Simpang Ampek Panjer Kota Denpasar tahun 2021. Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL), 11(2). https://doi.org/10.33992/jkl.v11i2.1609

Wallace, C. A., Sperber, W. H., & Mortimore, S. E. (2018). Food safety for the 21st century: Managing HACCP and food safety throughout the global supply chain. Wiley.

World Health Organization. (2022). Food safety: Key facts. Geneva: World Health Organization.
Published
2026-10-30
How to Cite
Danial, P., Kadir, S., Suardi, S., Yusuf, Z., & Ibrahim, S. A. (2026). Kepatuhan Praktik Higiene dan Sanitasi Berdasarkan Instrumen IKL Jasa Boga Golongan B pada SPPG di Kota Gorontalo. urnal romotif reventif, 9(5), 907-918. https://doi.org/10.47650/jpp.v9i5.2960
Abstract viewed = 42 times
PDF downloaded = 20 times