https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/issue/feed Jurnal Promotif Preventif 2026-03-13T17:14:01+00:00 Nur Hamdani Nur hamdani.nur@unpacti.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Promotif Preventif (JPP)&nbsp;adalah Jurnal resmi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Makassar. Jurnal ini terlebih dahulu terbit dengan versi cetak dengan&nbsp;<a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1521877852&amp;2151&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN:&nbsp;2622-6014</a>. Dan sejak&nbsp;Agustus 2020 Jurnal ini secara berkesinambungan menerbitkan&nbsp;karya ilmiah versi online dengan periode terbit Februari dan Agustus dengan&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/data/sk1597287084.pdf" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN&nbsp;2745-8644</a>&nbsp;yang berfokus pada pengembangan kajian kesehatan masyarakat, diantaranya:&nbsp;Epidemiologi; Kesehatan Lingkungan; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Gizi Kesehatan Masyarakat; Promosi Kesehatan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja.</p> <p>Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPP meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). Artikel yang akan dipublikasikan JPP akan ditinjau oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah di jurnal ini menjadi hak dari Dewan Penyunting.</p> https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2417 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Gorontalo 2026-02-08T09:04:33+00:00 Lilis Kartoni liliskartoni@gmail.com Netty Ino Ischak nettyischak@ung.ac.id Sri Manovita Pateda manovitapateda@ung.ac.id <p>Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif. Kondisi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu lama dan sering dikaitkan dengan berbagai faktor yang memengaruhi perjalanan penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor determinan dengan lama menderita diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat di Kota Gorontalo. Menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional desain <em>cross-sectional study</em>. Pengambilan sampel dilakukan secara <em>purposive sampling</em> dengan jumlah responden 470 orang. Data dianalisis menggunakan korelasi kontingensi dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik (p = 0,000) dan jenis kelamin (p = 0,000) dengan lama menderita diabetes melitus tipe 2. Analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin merupakan variabel yang paling dominan dengan nilai p = 0,000 dan OR = 15,380, yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peluang 15,380 kali lebih besar untuk memiliki durasi penyakit yang lebih panjang. Kesimpulannya, beberapa faktor determinan memiliki hubungan dengan lama menderita diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat Kota Gorontalo.</p> 2026-02-08T08:31:26+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2426 Analisis Faktor Risiko Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kabupaten Gorontalo 2026-02-08T09:04:33+00:00 Satra Mobilingo satramobilingo053@gmail.com Herlina Jusuf satramobilingo053@gmail.com Vivien Novarina A. Kasim satramobilingo053@gmail.com <p>Rabies merupakan penyakit zoonosis yang bersifat fatal dan tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah dengan populasi hewan penular yang tidak terkontrol. Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kabupaten Gorontalo tahun 2024 mencatat 279 kasus gigitan hewan penular rabies, menunjukkan tingginya potensi paparan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian gigitan hewan penular rabies serta memetakan kerawanan rabies di Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional pada 119 responden yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku memiliki hubungan signifikan dengan kejadian gigitan (p = 0.030; OR 3.039; CI95% 1.113–8.295). Selain itu, kejadian gigitan juga dipengaruhi oleh faktor kognitif, kondisi geografis, serta faktor sosial yang saling berinteraksi dalam menentukan kerentanan masyarakat terhadap paparan rabies. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis perilaku dan penguatan edukasi masyarakat, disertai pengelolaan lingkungan dan pemetaan kerawanan untuk mendukung upaya pencegahan rabies.</p> 2026-02-08T08:35:21+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2330 Pengaruh Aplikasi Media Triad KRR (Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja) terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja 2026-02-08T09:04:33+00:00 Silastri Meyrin Erlita Faot athymeyrin@gmail.com M. Choiroel Anwar athymeyrin@gmail.com Sri Sumarni athymeyrin@gmail.com <p>Masa remaja merupakan periode transisi biologis dan psikososial yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, di mana meningkatnya perilaku berisiko memunculkan TRIAD KRR yang mencakup seksualitas berisiko, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Aplikasi Media TRIAD KRR dan menganalisis pengaruhnya terhadap pengetahuan dan sikap remaja. Metode Peneltian ini adalah Research and Development (R&amp;D) dan uji model menggunakan quasy experiment dengan rancangan non-equivalent control group design untuk menganalisis pengaruh penggunaan Aplikasi Media TRIAD KRR terhadap pengetahuan sikap remaja. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 82 orang. Sampel yang ada dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Pada kelompok intervensi menggunakan Aplikasi Media TRIAD KRR sedangkan kelompok kontrol menggunakan media Ms. Powerpoint. Pada hasil uji kelayakan ahli didapatkan hasil 88,33% yang berarti aplikasi layak digunakan dan hasil efektivitasnya dengan nilai rata-rata sebesar 4,3 dan nilai signifikansi 0,001 yang berarti aplikasi ini mempunyai nilai yang sangat baik dalam kebermanfaatan dan kemudahan penggunaannya. Aplikasi Media TRIAD KRR dan materi Ms. PowerPoint masing-masing berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja dengaan nilai p-value 0,001serta nilai rata-rata untuk kelompok intervensi 0,72 dan untuk kelompok kontrol 0,46. Aplikasi Media TRIAD KRR juga berpengaruh pada sikap remaja dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,001. Simpulan penelitian ini adalah Aplikasi Media TRIAD KRR secara signifikan berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan dan sikap remaja.</p> 2026-02-08T08:39:33+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2427 Determinan Lingkungan dan Perilaku Leptospirosis: Studi Cross-sectional di Provinsi Gorontalo, Indonesia 2026-02-08T09:04:33+00:00 Farida Bakari nunknadzifah@gmail.com Herlina Jusuf nunknadzifah@gmail.com Cecy Rahma Karim nunknadzifah@gmail.com <p>Leptospirosis merupakan zoonosis penting yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor perilaku dan lingkungan, termasuk personal hygiene, kebiasaan menutup makanan, keberadaan tikus, kondisi fisik rumah, keberadaan selokan, genangan air, dan vegetasi rumah terhadap kejadian leptospirosis, serta mengidentifikasi faktor yang paling berkontribusi. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan potong lintang terhadap 61 kasus leptospirosis melalui teknik total sampling. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik variabel, sedangkan analisis bivariat dengan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik dilakukan untuk menentukan faktor dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene, kebiasaan menutup makanan, kondisi fisik rumah, kondisi selokan, vegetasi rumah, dan genangan air berhubungan signifikan dengan kejadian leptospirosis (p &lt; 0,05). Analisis multivariat mengidentifikasi keberadaan tikus (p = 0,029; OR = 3,441; 95% CI: 1,131–10,467) dan kondisi fisik rumah (p = 0,019; OR = 3,555; 95% CI: 1,120–10,273) sebagai faktor paling berpengaruh. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi perilaku serta perbaikan kondisi fisik lingkungan rumah sebagai strategi utama dalam pencegahan leptospirosis.</p> 2026-02-08T08:55:52+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2425 Perbandingan Kadar Glukosa Darah Puasa antara Peserta Prolanis dan Non-Prolanis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 2026-02-08T09:04:33+00:00 Chindy Fachriany chindyismail2@gmail.com Sunarto Kadir sunartokadir@ung.ac.id Teti Sutriyati Tuloli Teti@ung.ac.id <p>Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pertumbuhan tercepat secara global dan menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan primer. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diharapkan berkontribusi pada pengendalian glukosa darah melalui pendekatan edukasi, pemantauan, dan manajemen berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kadar gula darah puasa (GDP) antara pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang mengikuti Prolanis dan yang tidak mengikuti program tersebut di Puskesmas Ilangata. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 118 responden, terdiri atas 59 peserta Prolanis dan 59 non-Prolanis. Pemeriksaan GDP dilakukan setelah minimal delapan jam puasa. Data dianalisis menggunakan uji <em>Mann–Whitney</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar GDP antara kelompok Prolanis dan non-Prolanis (p &lt; 0,001), dengan median GDP peserta Prolanis lebih rendah dibandingkan kelompok non-Prolanis. Temuan ini mengindikasikan bahwa keikutsertaan dalam Prolanis berpotensi berperan dalam pengendalian glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.</p> 2026-02-08T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2453 Hubungan Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Pohuwato, Indonesia 2026-02-08T09:04:34+00:00 Astuti Lasalutu astutilasalutu93@gmail.com Sunarto Kadir sunartokadir@ung.ac.id Vivien Novarina A. Kasim viviennovarina@ung.ac.id <p>Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko lebih tinggi terhadap kematian neonatal serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa kanak-kanak dibandingkan bayi dengan berat lahir normal. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kejadian BBLR adalah kondisi kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil, yang dapat diperberat oleh adanya penyakit infeksi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 72 ibu melahirkan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kondisi KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR, di mana keberadaan penyakit infeksi pada ibu hamil dengan KEK memiliki peluang lebih besar terhadap kejadian BBLR (OR = 5,11). Temuan ini menunjukkan bahwa penyakit infeksi pada ibu hamil dengan KEK merupakan faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pohuwato. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan KEK serta penyakit infeksi selama kehamilan perlu menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan ibu guna menurunkan risiko kejadian BBLR.</p> 2026-02-08T09:03:43+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2419 Determinan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di Era VUCA: Studi Potong Lintang di Kota Makassar 2026-02-10T09:13:57+00:00 Muhammad Ikhtiar muhammad.ikhtiar@umi.ac.id Nur Ulmy Mahmud muhammad.ikhtiar@umi.ac.id <p>Era VUCA (<em>Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity</em>) menghadirkan tantangan baru bagi kesehatan remaja, termasuk meningkatnya risiko perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan perilaku seksual berisiko pada remaja di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain <em>cross sectional</em> yang melibatkan 303 remaja usia 15–24 tahun. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data meliputi analisis deskriptif, bivariat (uji <em>chi-square</em>), dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,0% remaja memiliki perilaku seksual berisiko. Analisis multivariat mengidentifikasi bahwa peran teman sebaya (OR = 9,47; 95% CI: 1,02–88,01) dan paparan media pornografi (OR = 2,11; 95% CI: 1,00–4,41) merupakan faktor risiko dominan terhadap perilaku seksual berisiko. Sebaliknya, ketaatan beragama terbukti sebagai faktor protektif yang signifikan (OR = 0,45; 95% CI: 0,27–0,75). Variabel lingkungan sosial menunjukkan hubungan bermakna, namun interpretasi besaran risiko perlu kehati-hatian akibat distribusi data yang tidak seimbang. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perilaku seksual berisiko pada remaja dipengaruhi oleh interaksi faktor sosial, nilai internal, dan paparan media digital. Penguatan religiusitas, peran teman sebaya yang positif, serta peningkatan literasi digital menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan era VUCA.</p> 2026-02-10T09:13:57+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2555 Analisis Keakuratan Kode Diagnosis Berdasarkan ICD-10 dan Faktor Penyebabnya pada Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Kota Baubau 2026-02-28T16:43:48+00:00 Selvi Mayang Sari selvimayang@gmail.com Mega Ermasari Muzuh selvimayang@gmail.com Ahmad Amiruddin selvimayang@gmail.com Dwi Safitria Rahmadi selvimayang@gmail.com Khumar Dzulkarnain selvimayang@gmail.com <p>Keakuratan pengkodean diagnosis menggunakan International Classification of Diseases Tenth Revision (ICD-10) sangat penting untuk menjamin kualitas data, ketepatan pelaporan kesehatan, serta efektivitas manajemen pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keakuratan kode diagnosis berdasarkan ICD-10 serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakakuratan pada rekam medis rawat jalan di salah satu puskesmas di Kota Baubau, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain audit deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tahun 2024. Sebanyak 77 berkas rekam medis pasien rawat jalan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Keakuratan kode dinilai melalui pencocokan kode diagnosis yang tercantum dalam rekam medis dengan standar pedoman ICD-10. Observasi dan wawancara mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 41,56% kode diagnosis yang akurat, sedangkan 58,44% lainnya tidak akurat. Ketidakakuratan terutama dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia (tidak adanya tenaga perekam medis terlatih dan kurangnya pelatihan pengkodean), faktor material (ketiadaan buku ICD-10), serta faktor finansial (keterbatasan anggaran untuk pelatihan dan pengadaan sumber daya). Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas dan dukungan institusional untuk meningkatkan mutu pengkodean di pelayanan kesehatan primer.</p> 2026-02-28T16:43:48+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2561 Variasi Musiman Demam Tifoid di Kota Makassar: Analisis Deret Waktu Berbasis Data Sentinel Pediatrik dan Implikasinya terhadap Kesiapsiagaan Layanan Penyakit Dalam Dewasa 2026-02-28T16:47:03+00:00 Darariani Iskandar darariani.iskandar@umi.ac.id <p>Demam tifoid merupakan penyakit infeksi endemik di Indonesia yang masih memberikan beban signifikan terhadap layanan kesehatan. Variasi musiman diketahui berperan penting dalam dinamika transmisi tifoid, terutama di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola variasi musiman kejadian demam tifoid di Kota Makassar berdasarkan data sentinel populasi pediatrik serta implikasinya terhadap kesiapsiagaan layanan penyakit dalam dewasa. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif retrospektif dengan pendekatan analisis deret waktu terhadap seluruh kasus demam tifoid (ICD-10: A01.0) yang tercatat di RSIA Ananda Makassar selama periode Januari–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 376 kasus demam tifoid yang dianalisis, sebanyak 54,8% memerlukan perawatan rawat inap. Distribusi kasus memperlihatkan pola variasi musiman bimodal dengan puncak kejadian pada bulan April serta September–Oktober. Selain itu, rasio rawat inap terhadap rawat jalan meningkat pada periode puncak musiman, yang mengindikasikan kecenderungan derajat keparahan penyakit yang lebih tinggi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa kejadian demam tifoid di Kota Makassar menunjukkan variasi musiman yang jelas. Lonjakan kasus pada populasi pediatrik berpotensi dimanfaatkan sebagai indikator sentinel dalam sistem peringatan dini serta untuk meningkatkan kesiapsiagaan layanan penyakit dalam dewasa di wilayah endemis.</p> 2026-02-28T16:47:03+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2549 Analisis Kelayakan Bisnis Pengembangan Unit Fisioterapi Medik: Studi Kasus Rumah Sakit Swasta di Bali, Indonesia 2026-02-28T16:51:21+00:00 Agung Manik Septiana Putra manikseptian@gmail.com Vip Paramarta manikseptian@gmail.com Kosasih Kosasih manikseptian@gmail.com Farida Yuliaty manikseptian@gmail.com <p>Pengembangan unit layanan rehabilitasi di rumah sakit swasta memerlukan analisis kelayakan finansial yang komprehensif untuk memastikan keberlanjutan investasi dan efisiensi alokasi sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kelayakan finansial kuantitatif dengan dukungan analisis manajerial kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 8 informan manajemen dan tenaga fisioterapis serta analisis laporan keuangan rumah sakit periode Januari–November 2025. Evaluasi investasi dilakukan menggunakan indikator Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR) dengan horizon investasi lima tahun. Dengan investasi awal sebesar Rp 1.000.000.000 dan asumsi pertumbuhan pendapatan 5% per tahun, diperoleh NPV sebesar Rp 245.137.000 pada tingkat diskonto 10%, IRR sebesar 18,19%, dan Payback Period selama 3 tahun 2 bulan. Uji sensitivitas pada diskonto 20% menunjukkan proyek mendekati titik impas, yang mengindikasikan tingkat risiko moderat. Pengembangan Unit Fisioterapi Medik dinilai layak secara finansial dan memiliki rasionalitas ekonomi dalam kerangka ekspansi layanan rumah sakit. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bagi rumah sakit swasta dalam merencanakan ekspansi layanan rehabilitasi yang berkelanjutan serta adaptif terhadap risiko regulasi dan pembiayaan kesehatan.</p> 2026-02-28T16:51:21+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2544 Efek Gastroprotektif Ekstrak Daun Syzygium polyanthum pada Cedera Lambung Akibat Ibuprofen pada Tikus Sprague Dawley: Sebuah Studi Histopatologi 2026-02-28T16:55:57+00:00 Brant Allen Sianturi brantalenalen@gmail.com Efrisca M. Br. Damanik brantalenalen@gmail.com Kristian Ratu brantalenalen@gmail.com Audrey Gracelia Riwu brantalenalen@gmail.com <p>Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) secara luas meningkatkan risiko gastritis melalui kerusakan mukosa lambung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek protektif ekstrak daun salam (<em>Syzygium polyanthum</em>) terhadap gambaran histopatologi mukosa lambung tikus <em>Sprague Dawley</em> yang diinduksi ibuprofen. Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain posttest only with control group melibatkan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok (n=6): kontrol negatif, kontrol positif (ibuprofen 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan yang menerima ibuprofen dan ekstrak daun salam dosis 50, 150, dan 250 mg/kgBB. Preparat lambung diperiksa pada perbesaran 400× untuk menilai deskuamasi, erosi, ulserasi, dan hiperplasia. Analisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney (α=0,05). Kontrol positif menunjukkan kerusakan mukosa berupa deskuamasi, erosi, dan hiperplasia. Kelompok perlakuan memperlihatkan perbaikan histologis dengan penurunan skor kerusakan, terutama pada dosis 250 mg/kgBB yang menurunkan skor sebesar 26,5% dibanding dosis lebih rendah. Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,000). Ekstrak daun salam menunjukkan efek protektif terhadap mukosa lambung akibat induksi ibuprofen.</p> 2026-02-28T16:55:57+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2562 Pola Penyakit Obstetri, Neonatal, dan Infeksi pada Penerima Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda: Studi Potong Lintang 2026-02-28T16:59:41+00:00 Fadli Ananda fadlianandaumi27@gmail.com Irwan Ashari irga@med.unismuh.ac.id Darariani Iskandar darariani.iskandar@umi.ac.id <p>Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meningkatkan akses pelayanan maternal dan neonatal di Indonesia. Namun, pola penyakit pada pasien JKN rawat inap kebidanan belum dipetakan secara komprehensif. Studi deskriptif potong lintang ini menggunakan data sekunder ICD-10 dari seluruh episode rawat inap pasien JKN di RSIA Ananda tahun 2025 (n=18.584). Analisis deskriptif menilai jenis, frekuensi, dan distribusi penyakit obstetri, neonatal, dan infeksi. Penyakit obstetri mendominasi (78,0%), terutama persalinan dan komplikasi intrapartum, dengan proporsi seksio sesarea tinggi (20,7%). Penyakit neonatal 7,7%, didominasi ikterus, berat badan lahir rendah, dan gangguan pernapasan. Penyakit infeksi 14,3%, terutama infeksi saluran pernapasan dan gastrointestinal. Sebagian besar kasus obstetri adalah readmisi, sedangkan kasus neonatal dan infeksi menunjukkan distribusi seimbang antara baru dan lama. Temuan ini menegaskan beban penyakit kompleks, menekankan penguatan pelayanan obstetri–neonatal, pencegahan infeksi, dan peningkatan kualitas data untuk mendukung kebijakan berbasis bukti.</p> 2026-02-28T16:59:41+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2441 Pengaruh Variasi Pelarut Ekstrak Daun Bungkus (Smilax rotundifolia) Sebagai Antibakteri 2026-02-28T17:02:29+00:00 Muh. Dahlan Wael dahlanwael07@gmail.com Irwandi Irwandi irwandi@unimudasorong.ac.id Lukman Hardia lukman@unimudasorong.ac.id <p>Daun bungkus (<em>Smilax rotundifolia</em>) adalah tanaman jenis flora yang tumbuh di Indonesia, khususnya pada daerah timur papua. Daun bungkus (<em>S. rotundifolia</em>) sering dikenal dengan khasiatnya sebagai obat kejantanan. Daun bungkus (<em>S. rotundifolia</em>) mempunyai kemiripan dengan daun sirih, namun tidak memiliki bau. metode kuantitatif dengan desain True eksperimental. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut etanol dan kloroform, masing-masing dengan konsentrasi 10% dan 15%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA (Analisis Varians) Selanjutnya, untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata (mean) antar data, analisis dilanjutkan menggunakan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kedua jenis ekstrak daun bungkus (<em>S. rotundifolia</em>) memiliki aktivitas antibakteri terhadap <em>S. aureus</em>. Hal tersebut tampak pada ekstrak etanol maupun kloroform pada konsentrasi 10% dan 15% yang masing-masing menghasilkan zona hambat di sekitar kertas cakram sesuai konsentrasi ekstrak yang digunakan. Sebaliknya, pada uji terhadap <em>E. coli</em> tidak ditemukan adanya aktivitas penghambatan. Kondisi ini ditunjukkan oleh tidak terbentuknya zona bening di area sekitar cakram sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan <em>E. coli</em> tidak terpengaruh oleh perlakuan tersebut. Pada analisis data, ekstrak etanol dan kloroform terhadap bakteri <em>S. aureus </em>dengan nilai sig. &gt;0,05, namun pada bakteri <em>E. coli </em>tidak menunjukkan efektivitas pada ekstrak etanol dan kloroform daun bungkus</p> 2026-02-28T17:02:29+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2575 Model EduSex-HIV Berbasis PLISSIT Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual dan Penularan HIV Pada Remaja 2026-03-09T16:35:51+00:00 Nirwanto K. Rahim nirwanto@ung.ac.id Erwin Purwanto erwinpurwanto12@ung.ac.id Ridha Hafid ridha.hafid@ung.ac.id <p>Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual dan penularan HIV akibat rendahnya literasi kesehatan reproduksi serta terbatasnya edukasi seksual komprehensif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Edusex-HIV berbasis PLISSIT dengan perspektif kesetaraan gender dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan di&nbsp;SMA Negeri 2 Kota Gorontalo&nbsp;pada Maret–April 2025 dengan sampel 100 siswa menggunakan <em>simple random sampling</em>. Variabel utama penelitian adalah tingkat pengetahuan dan sikap siswa terkait pencegahan kekerasan seksual dan HIV. Intervensi edukasi dilakukan selama dua minggu melalui empat sesi berbasis model PLISSIT. Analisis data menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pengetahuan dari mean 1,32 menjadi 1,80 dan sikap dari 1,18 menjadi 1,90, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami perubahan kecil pada pengetahuan (1,30 menjadi 1,34) dan sikap (1,20 menjadi 1,25). Uji Independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok baik pada pengetahuan maupun sikap (p = 0,001). Model Edusex-HIV berbasis PLISSIT efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi edukasi kesehatan reproduksi di sekolah.</p> 2026-02-28T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2581 Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas: Studi Kualitatif di Puskesmas Kotabunan, Indonesia 2026-03-13T17:14:01+00:00 Nurul Suciyanti Abdul abdulnurul48@gmail.com Jimmy Posangi abdulnurul48@gmail.com Diana Vanda D. Doda abdulnurul48@gmail.com Erwin Gidion Kristanto abdulnurul48@gmail.com Oksfriani Jufri Sumampouw abdulnurul48@gmail.com <p>Penerapan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di puskesmas sangat penting untuk memastikan keselamatan petugas kesehatan dan pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen K3 di Puskesmas Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Studi deskriptif kualitatif dilakukan dari November hingga Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen yang melibatkan lima informan yang dipilih secara purposif, termasuk kepala puskesmas, kepala administrasi, koordinator mutu dan keselamatan, dokter, dan perawat. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas telah membentuk tim K3 dan menerapkan beberapa komponen sistem manajemen K3, termasuk kebijakan, identifikasi bahaya, pengendalian risiko, dan ketersediaan alat pelindung diri. Namun, beberapa kelemahan teridentifikasi, seperti tidak adanya anggaran K3 khusus, kurangnya personel K3 bersertifikat, tidak adanya prosedur formal untuk pelaporan kecelakaan kerja, dan mekanisme pemantauan dan evaluasi yang terbatas. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi sistem manajemen K3 telah dimulai tetapi belum optimal. Penguatan komitmen kelembagaan, penyediaan pelatihan berkala, dan peningkatan mekanisme pemantauan dan evaluasi direkomendasikan untuk meningkatkan implementasi K3.</p> 2026-02-28T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##