https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/issue/feed Jurnal Promotif Preventif 2026-07-02T06:22:30+00:00 Nur Hamdani Nur hamdani.nur@unpacti.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Promotif Preventif (JPP)&nbsp;adalah Jurnal resmi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Makassar. Jurnal ini terlebih dahulu terbit dengan versi cetak dengan&nbsp;<a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1521877852&amp;2151&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN:&nbsp;2622-6014</a>. Dan sejak&nbsp;Agustus 2020 Jurnal ini secara berkesinambungan menerbitkan&nbsp;karya ilmiah versi online dengan periode terbit Februari dan Agustus dengan&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/data/sk1597287084.pdf" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN&nbsp;2745-8644</a>&nbsp;yang berfokus pada pengembangan kajian kesehatan masyarakat, diantaranya:&nbsp;Epidemiologi; Kesehatan Lingkungan; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Gizi Kesehatan Masyarakat; Promosi Kesehatan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja.</p> <p>Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPP meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). Artikel yang akan dipublikasikan JPP akan ditinjau oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah di jurnal ini menjadi hak dari Dewan Penyunting.</p> https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2220 Faktor Determinan Waktu Tunggu Rawat Jalan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS): Studi Gerak Waktu di Rumah Sakit Tipe C Depok, Indonesia 2026-06-30T12:46:44+00:00 Tamia Asri Jeser tamiaasrijeser8@gmail.com Ahdun Trigono tamiaasrijeser8@gmail.com Dedy Nugroho tamiaasrijeser8@gmail.com <p>Waktu tunggu pasien merupakan salah satu indikator yang penting untuk membuat pelayanan yang berkualitas. Lamanya waktu tunggu dalam pelayanan rumah sakit dapat mengurangi kenyamanan pasien. Tujuan penelitian ini adalah menghitung waktu tunggu dan mencari penyebab lama waktu tunggu pasien rawat jalan BPJS hingga bertemu dokter spesialis di poliklinik Rumah Sakit Tipe C Depok Tahun 2025. Jenis metode penelitian deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 99 pasien di 14 Poliklinik menggunakan lembar observasi <em>Time Motion Study</em> dengan teknik <em>stratified random sampling.</em> Analisis data menggunakan <em>Critical Matrix Technique </em>dan<em> Fishbone. </em>Hasil Penelitian ini diperoleh rerata waktu tunggu pelayanan pasien BPJS di poliklinik spesialis RS Tipe C Depok selama 86 menit 4 detik dan tidak sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal yaitu (≤60 menit). Penyebab dari lama waktu tunggu dikarenakan keterlambatan dokter spesialis hadir saat praktik. Kesimpulan dalam memastikan ketepatan waktu kedatangan dokter memerlukan kolaborasi lintas unit dalam penyusunan regulasi yang jelas serta penerapan sistem absensi yang terintegrasi. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pencatatan kehadiran yang lebih akurat, transparan, dan <em>real time</em>.</p> 2026-06-30T09:48:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2626 Pengaruh Discharge Planning Melalui Media Video Terhadap Kepatuhan Perawatan Pasien Lansia Dengan Hipertensi: Studi Quasi Eksperimen 2026-06-30T12:46:44+00:00 Muhammad Taufik Page eviana@unsulbar.ac.id Erviana Erviana eviana@unsulbar.ac.id Indrawati Indrawati erviana@unsulbar.ac.id Risna Damayanti erviana@unsulbar.ac.id Muhammad Amin erviana@unsulbar.ac.id <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang, sehingga kepatuhan pasien sangat menentukan keberhasilan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh discharge planning melalui media video terhadap kepatuhan perawatan lansia dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest control group design. Populasi terdiri dari lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lembang. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini Adalah 30 responden yang terdiri dari 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok intervensi menerima discharge planning melalui video edukasi berbahasa Mandar berdurasi 7–10 menit, sedangkan kelompok kontrol menerima edukasi konvensional menggunakan leaflet. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan perawatan hipertensi dan lembar observasi, dengan analisis data menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p &lt; 0,001, di mana rata-rata kepatuhan kelompok intervensi (85,67) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (30,33). Media video terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan lansia melalui visualisasi, bahasa sederhana, dan pengulangan materi. Kesimpulannya, discharge planning berbasis video berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan perawatan lansia dengan hipertensi.</p> 2026-06-30T09:54:03+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2651 Pengaruh Citra Merek dan Kepercayaan Pasien terhadap Loyalitas Pasien: Peran Mediasi Kepuasan Pelayanan di Kalangan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Ari Canti, Bali 2026-06-30T12:46:45+00:00 I Putu Govinda Orna Jaya govindaorna9@gmail.com Adya Hermawati govindaorna9@gmail.com Asih Tri Rachmi Nuswantari govindaorna9@gmail.com <p>Pentingnya loyalitas pasien sebagai indikator keberhasilan pelayanan rumah sakit di tengah persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh citra merek dan kepercayaan pasien terhadap loyalitas pasien dengan kepuasan pelayanan sebagai variabel mediasi pada pasien rawat jalan RS Ari Canti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan RS Ari Canti, sedangkan penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria tertentu dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode <em>Partial Least Square–Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelayanan (β = 0,841; p = 0,032) dan loyalitas pasien (β = 0,247; p = 0,042), sedangkan kepercayaan pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelayanan (β = 0,120; p &lt; 0,001) dan loyalitas pasien (β = 0,164; p &lt; 0,001). Selain itu, kepuasan pelayanan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien (β = 0,467; p &lt; 0,001) serta mampu memediasi pengaruh citra merek terhadap loyalitas pasien (β = 0,393; p = 0,034) dan pengaruh kepercayaan pasien terhadap loyalitas pasien (β = 0,056; p = 0,028). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kepuasan pelayanan berperan strategis dalam memperkuat loyalitas pasien melalui pembentukan persepsi positif terhadap rumah sakit.</p> 2026-06-30T11:03:15+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2660 Determinants of Chronic Energy Deficiency among Pregnant Women in Stunting-Endemic Communities of South Sulawesi, Indonesia: A Cross-Sectional Study 2026-06-30T12:46:45+00:00 Irma Irma irma@unm.ac.id Sugirah Nour Rahman irma@unm.ac.id Hasra Ryska irma@unm.ac.id Jihan Fadhilah Arsyad irma@unm.ac.id <p>Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women remains a major public health problem because it increases the risk of adverse pregnancy outcomes and child stunting. Evidence on factors associated with CED in stunting-endemic areas is still limited. This study aimed to identify determinants of CED among pregnant women in stunting-endemic communities of Bone Regency, South Sulawesi, Indonesia. A community-based cross-sectional study was conducted among 209 pregnant women from 40 stunting-focus villages using a total sampling approach. CED was defined as a mid-upper arm circumference (MUAC) of &lt;23.5 cm. Data were analyzed using Chi-square tests and multivariable logistic regression. The prevalence of CED was 29.7%. Factors significantly associated with CED were age of the last child (AOR=4.53; 95% CI: 1.46–14.38), ANC utilization (AOR=3.81; 95% CI: 2.69–5.66), pregnancy spacing (AOR=5.36; 95% CI: 2.53–11.37), household smoking history (AOR=4.63; 95% CI: 2.35–9.14), and family income (AOR=4.82; 95% CI: 2.31–9.53). Pregnancy spacing was the strongest determinant. CED remains common among pregnant women in stunting-endemic areas. Strengthening family planning, improving ANC utilization, promoting smoke-free households, and supporting low-income families are essential to improve maternal nutrition and support stunting prevention.</p> 2026-06-30T11:08:37+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2659 Kajian Kualitas Air dan Keadaan Konstruksi Perlindungan Mata Air di Desa Tunoe, Nusa Tenggara Timur, Indonesia 2026-06-30T12:46:45+00:00 Maria Fatima Angket mariaangket7@gmail.com Marylin Susanti Junias mariaangket7@gmail.com Cathrin W. D Geghi mariaangket@gmail.com Noorce C. H Berek mariaangket@gmail.com <p>Air merupakan kebutuhan dasar manusia, namun kaulitas air dan konstruksi (PMA) yang kurang diperhatikan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas dan keadaan konstruksi PMA di Desa Tunoe Kabupaten TTU. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional dan uji laboratorium. Sampel penelitian ini adalah tiga mata air di Desa Tunoe yang dipilih menggunakan teknik total <em>sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik air pada umumnya memenuhi syarat, kecuali parameter suhu pada mata air Oel Feu dan parameter bau pada mata air Oel Silu. Kualitas kimia air pada seluruh mata air memenuhi syarat dengan Tingkat kesadahan berkisar antara 81,159-144,927 mg/L dan pH air berkisar antara 6,74-6,96. Hasil pemeriksaan mikrobiologi menunjukkan bahwa adanya bakteri <em>Escherichia coli</em> pada mata air Oel Kunion dengan jumlah koloni 1,6 × 10³ CFU/100 mL, sedangkan bakteri total <em>coliform</em> ditemukan pada seluruh mata air dengan jumlah koloni berkisar antara 8,7 × 10² hingga 2,8 × 10³ CFU/100 mL. Hasil penelitian keadaan konstruksi PMA menunjukkan bahwa ketiga indikator yang diukur (fasilitas PMA, konstruksi fisik PMA dan kondisi pencemar sekitar) pada ketiga mata air beresiko sedang hingga amat tinggi. Kesimpulannya kualitas air pada mata air di Desa Tunoe Kabupaten TTU tidak memenuhi syarat serta kondisi konstruksi PMA kurang memadai.</p> 2026-06-30T11:13:30+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2663 Identifikasi Bahaya Kerja, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko di Kalangan Pekerja Angkutan Sampah di TPA Terjun, Medan, Indonesia 2026-06-30T12:46:45+00:00 Faiz Agung Luthfiansyah faiz0801221036@uinsu.ac.id Nofi Susanti nofisusanti@uinsu.ac.id Mesiono Mesiono mesiono@uinsu.ac.id Yulia Khairina Ashar yuliakhairinaa@uinsu.ac.id <p>Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerja pengangkut sampah memiliki risiko tinggi akibat paparan bahaya fisik, biologis, kimia, dan ergonomi selama proses kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan pengendalian risiko menggunakan metode <em>Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control</em> (HIRARC) pada pekerja pengangkut sampah di TPA Terjun Kota Medan. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian berjumlah 100 pekerja pengangkut sampah, sedangkan jumlah sampel sebanyak 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus <em>Slovin</em> dengan tingkat kesalahan 5% dan dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, <em>checklist</em> HIRARC, dan dokumentasi prosedur kerja. Hasil penelitian mengidentifikasi 26 risiko kerja yang terdiri atas 1 risiko rendah (3,8%), 13 risiko sedang (50,0%), dan 12 risiko tinggi (46,2%). Risiko yang paling dominan berasal dari bahaya ergonomi dan biologi akibat aktivitas pengangkatan beban, gerakan berulang, serta kontak langsung dengan sampah. Pengendalian risiko dilakukan melalui rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penerapan metode HIRARC terbukti membantu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko kerja secara sistematis pada pekerja pengangkut sampah.</p> 2026-06-30T11:17:26+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2648 Hubungan Workgroup Effectiveness dengan Penerapan Fungsi Manajemen Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah dalam Mendukung Healthy City di Kota Kupang, Indonesia 2026-06-30T12:46:45+00:00 Cleo Dasya Pingak pingakcleo@gmail.com Fransiskus Geroda Mado pingakcleo@gmail.com Cathrin W. D Geghi pingakcleo@gmail.com Serlie K. A Littik pingakcleo@gmail.com <p>Masalah pengelolaan sampah masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kota sehat, termasuk di Kota Kupang yang memiliki volume sampah tinggi namun pengelolaannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>workgroup effectiveness</em> dengan penerapan fungsi manajemen pengelolaan sampah pada bank sampah di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em> pada 49 responden yang berasal dari 11 bank sampah dan dipilih melalui teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner <em>workgroup effectiveness</em> yang terdiri dari 9 item pertanyaan meliputi aspek internal, manajerial, dan perilaku/sosial, serta kuesioner penerapan fungsi manajemen pengelolaan sampah. Hasil uji <em>Fisher Exact </em>menunjukkan nilai ρ <em>value</em> = 0,000 (ρ &lt; 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan antara <em>workgroup effectiveness</em> dengan penerapan fungsi manajemen pengelolaan sampah. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas kerja tim menjadi faktor penting dalam mendukung pengelolaan bank sampah yang optimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan <em>healthy city</em>.</p> 2026-06-30T11:22:50+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2639 Pengaruh Seduhan Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Peserta Prolanis Hipertensi: Studi Quasi Eksperimental 2026-06-30T12:46:45+00:00 Yuni Nanda Resta Senda yunisenda9@gmail.com Lewi Jutomo yunisenda9@gmail.com Utma Aspatria yunisenda9@gmail.com Intje Picauly yunisenda9@gmail.com <p>Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah secara menetap yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan bahan herbal seperti daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan daun salam terhadap perubahan tekanan darah pada peserta prolanis hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis <em>quasi eksperimen</em> melalui rancangan <em>pre-test and post-test with control group design</em>. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan seduhan daun salam selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji berpasangan dan uji t-test bebas, serta uji alternatif apabila syarat tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok perlakuan sebesar 10,60 mmHg, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 5,53 mmHg (p=0,047). Rerata penurunan tekanan darah diastolik pada kelompok perlakuan sebesar 11,07 mmHg, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 5,87 mmHg (p=0,045). Penurunan tekanan darah pada kelompok perlakuan terlihat lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian seduhan daun salam berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.</p> 2026-06-30T11:27:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2655 Analisis Tren Indikator Kesehatan Reproduksi Remaja Berdasarkan Data Pelayanan Rutin di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate Tahun 2022–2024 2026-06-30T12:46:46+00:00 Muhlisa Muhlisa muhlisaabubakar@gmail.com Fadila Abdullah muhlisaabubakar@gmail.com Amira Bin Seh Abubakar muhlisaabubakar@gmail.com Hetty Astri muhlisaabubakar@gmail.com <p>Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi, seperti kehamilan usia dini, anemia, serta kebutuhan rujukan ke layanan kesehatan. Data rutin pelayanan kesehatan dapat digunakan untuk mendukung perencanaan program berbasis bukti pada tingkat pelayanan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tren tahunan indikator kesehatan reproduksi remaja dan menguji perbedaan bivariat berdasarkan data pelayanan rutin di wilayah kerja Puskesmas Kota Ternate tahun 2022–2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional deskriptif dengan pendekatan data sekunder agregat. Variabel yang dianalisis meliputi kehamilan remaja, persalinan remaja, anemia, layanan kesehatan reproduksi remaja (KRR), rujukan, kelompok umur, dan jenis kelamin. Analisis dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher–Freeman–Halton yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan remaja relatif stabil pada 18–19 kasus per tahun, sedangkan persalinan remaja pada 15–16 kasus per tahun. Kasus anemia menurun dari 0,27% menjadi 0,04%, dan layanan KRR meningkat dari 1.852 menjadi 5.222 klien. Proporsi pengguna layanan perempuan tidak berbeda bermakna antar tahun (p=0,246). Rasio kehamilan remaja berbeda bermakna (p=0,001), dengan rasio terendah pada 2024, yaitu 3,4 per 1.000 klien. Proporsi anemia juga berbeda bermakna (p=0,019), sedangkan rujukan tidak berbeda bermakna (p=0,311). Temuan ini menunjukkan adanya perubahan pada indikator kesehatan reproduksi remaja seiring peningkatan cakupan layanan KRR, namun tidak dapat dimaknai sebagai hubungan kausal.</p> 2026-06-30T11:48:21+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2674 Hubungan Kualitas Udara Ambien dengan Kejadian Pneumonia pada Balita: Studi Ekologi di Kota Medan, Indonesia, 2021–2025 2026-06-30T12:46:46+00:00 Dwi Anggita anggita0801221019@uinsu.ac.id Yulia Khairina Ashar anggita0801221019@uinsu.ac.id Hasrat Efendi Samosir anggita0801221019@uinsu.ac.id Nadya Ulfa Tanjung anggita0801221019@uinsu.ac.id <p>Kota Medan memiliki angka temuan kasus dan kematian akibat penyakit Pneumonia pada balita yang terus naik dalam 5 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan mengetahui time trend dan hubungan antara kualitas udara ambien dengan kejadian pneumonia pada balita di kota Medan tahun 2021-2025. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari Dinkes Kota Medan dan DLH Kota Medan. Data kualitas udara dikumpulkan dengan cara menghitung rata-rata bulanan dan data pneumonia berdasarkan data bulanan insidens pneumonia balita yang berjumlah 60 pengamatan bulanan dari tahun 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan 4 dari 6 polutan udara ambien memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian pneumonia, yaitu: NO<sub>2</sub> (p=0,023), O<sub>3</sub> (p=0,009), SO<sub>2</sub> (p=0,000), dan PM<sub>2.5</sub> (p=0,023). Sementara itu untuk polutan CO dan PM<sub>10</sub> menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengaan kejadian pneumonia pada balita di kota Medan tahun 2021-2025. Hasil ini menunjukkan kualitas udara yang buruk secara signifikan berhubungan dengan peningkatan kejadian pneumonia pada balita di Kota Medan</p> 2026-06-30T11:58:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2676 Determinan Kejadian Diare pada Balita di Kabupaten PALI, Indonesia: Studi Case-Control Berbasis Puskesmas 2026-06-30T12:46:46+00:00 Dwi Yunia Meriksa Febri.dwi20@yahoo.co.id Arie Wahyudi ariew@binahusada.ac.id Lilis Suryani ariew@binahusada.ac.id Ali Harokan ariew@binahusada.ac.id <p>Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor perilaku, lingkungan, dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Babat, PALI Regency. Penelitian menggunakan desain case-control dengan sampel 120 balita yang terdiri dari 60 kasus dan 60 kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan cuci tangan (p = 0,000), riwayat ASI eksklusif (p = 0,006), imunisasi dasar (p = 0,004), dan pendidikan ibu (p = 0,041) dengan kejadian diare pada balita. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan cuci tangan (p = 0,000 OR = 4,414 CI 95% = 1,928 – 10,108) dan riwayat ASI eksklusif (p = 0,039 OR = 2,359 CI 95% = 1,042 – 5,340) merupakan faktor yang berpengaruh signifikan, dengan kebiasaan cuci tangan sebagai faktor paling dominan. Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan cuci tangan dan pemberian ASI eksklusif merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.</p> 2026-06-30T12:05:33+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2707 Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis Ditinjau Dari Peran Orang Tua, Pola Konsumsi Obesogenik dan Status Gizi Antropometri Pada Anak Sekolah Dasar di Kota Tengah, Gorontalo, Indonesia 2026-06-30T12:46:46+00:00 Fitri Novrianty Laya fitrilayakesmas2024@gmail.com Sunarto Kadir sunartokadir@ung.ac.id Yoyanda Bait yoyanda.bait@ung.ac.id <p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi pemerintah untuk meningkatkan status gizi dan mendorong perilaku konsumsi sehat pada anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas MBG terhadap peran orang tua, pola konsumsi obesogenik, dan status gizi antropometrik pada anak sekolah dasar di Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada empat sekolah dasar penerima MBG dengan sampel 197 siswa yang dipilih menggunakan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometrik, kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman Correlation dan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas MBG berpengaruh signifikan terhadap peran orang tua (p=0,048), pola konsumsi obesogenik (p=0,047), dan status gizi antropometrik (p=0,040). Analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa status gizi antropometrik merupakan variabel yang paling dipengaruhi oleh efektivitas MBG (Model Fitting Information p=0,017; parameter estimates kategori efektif p=0,038; estimate=0,593). Disimpulkan bahwa efektivitas MBG berpengaruh signifikan terhadap ketiga variabel, dengan status gizi antropometrik sebagai variabel paling dominan. Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan MBG melalui pemantauan status gizi, pengendalian pola konsumsi obesogenik, dan peningkatan peran orang tua.</p> 2026-06-30T12:10:03+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2657 Analisis Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik dalam Air Minum Kemasan di Kota Gorontalo, Indonesia 2026-06-30T12:46:46+00:00 Tiara Nurfadilla Utia tiaraanurfadilla@gmail.com Herlina Jusuf herlinajusuf@ung.ac.id Ayu Rofia Nurfadillah ayu@ung.ac.id <p>Air minum dalam kemasan (AMDK) merupakan sumber utama air minum masyarakat perkotaan, termasuk di Kota Gorontalo, karena kepraktisan dan kemudahan akses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan mikroplastik pada AMDK yang beredar di Kota Gorontalo, meliputi konsentrasi atau kelimpahan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan metode filtrasi dan identifikasi visual menggunakan mikroskop stereo dengan total sampel yang digunakan sebanyak 5 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel AMDK (100%) terkontaminasi mikroplastik dengan kelimpahan berkisar antara 0,010–0,030 partikel/mL dan rata-rata 0,019 partikel/mL. Mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh bentuk serat (line) dan fragmen, dengan warna hitam dan biru sebagai warna yang paling domSebagian besar partikel mikroplastik memiliki ukuran kurang dari 500 µm. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa AMDK yang beredar di Kota Goroinan. ntalo telah terkontaminasi mikroplastik dengan tingkat kelimpahan yang bervariasi antar merek, sehingga berpotensi menjadi jalur paparan mikroplastik bagi masyarakat.</p> 2026-06-30T12:44:34+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2717 Hubungan Kebiasaan Minum Kopi dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat: Studi Cross-Sectional 2026-07-02T06:22:30+00:00 Muammar Aqil Inayatullah muammar_s1kesmas@mahasiswa.ung.ac.id Ayu Rofia Nurfadillah ayu@ung.ac.id Sunarto Kadir sunartokadir@ung.ac.id <p>Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi mahasiswa dan telah menjadi bagian dari gaya hidup. Kandungan kafein serta senyawa bioaktif dalam kopi diduga dapat memengaruhi metabolisme glukosa dan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan minum kopi dengan kadar gula darah pada mahasiswa angkatan 2022 Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 175 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 122 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan gula darah puasa menggunakan glukometer, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi minum kopi dengan kadar gula darah (p=0,000). Sebaliknya, cara penyajian kopi (p=0,547) dan waktu konsumsi kopi (p=0,666) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kadar gula darah. Sebagian besar responden mengonsumsi kopi 1–2 kali per minggu dan memiliki kadar gula darah normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa frekuensi konsumsi kopi berhubungan dengan kadar gula darah puasa mahasiswa, sedangkan cara penyajian dan waktu konsumsi kopi tidak berhubungan secara signifikan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar edukasi mengenai pola konsumsi kopi yang sehat pada mahasiswa.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##