https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/issue/feed Jurnal Promotif Preventif 2026-08-29T06:12:25+00:00 Nur Hamdani Nur hamdani.nur@unpacti.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Promotif Preventif (JPP)&nbsp;adalah Jurnal resmi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Makassar. Jurnal ini terlebih dahulu terbit dengan versi cetak dengan&nbsp;<a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1521877852&amp;2151&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN:&nbsp;2622-6014</a>. Dan sejak&nbsp;Agustus 2020 Jurnal ini secara berkesinambungan menerbitkan&nbsp;karya ilmiah versi online dengan periode terbit Februari dan Agustus dengan&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/data/sk1597287084.pdf" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN&nbsp;2745-8644</a>&nbsp;yang berfokus pada pengembangan kajian kesehatan masyarakat, diantaranya:&nbsp;Epidemiologi; Kesehatan Lingkungan; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Gizi Kesehatan Masyarakat; Promosi Kesehatan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja.</p> <p>Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPP meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). Artikel yang akan dipublikasikan JPP akan ditinjau oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah di jurnal ini menjadi hak dari Dewan Penyunting.</p> https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2249 Redesain Filling Operator Workstation pada Perusahaan Kosmetik Berdasarkan Data Antropometri dan Analisis RULA, REBA 2026-08-17T02:28:16+00:00 Ifa Saidatuningtyas ifa.saidatuningtyas@mesin.pnj.ac.id Marwah Masruroh marwah.masruroh@mesin.pnj.ac.id Muhammad Alde Rizal alderizal29@gmail.com Dhea Tisane Ardhan dhea.tisane.ardhan@mesin.pnj.ac.id Ratna Khoirunnisa ratna.khoirunnisa@mesin.pnj.ac.id Rachmat Arnanda rachmat.arnanda@mesin.pnj.ac.id <p>Industri kosmetik skala mikro, kecil, dan menengah masih banyak menerapkan sistem kerja manual yang berpotensi menimbulkan <em>Work-Related Musculoskeletal Disorders</em> (WMSDs) akibat <em>workstation</em> yang belum ergonomis. Pada perusahaan maklon kosmetik yang menjadi objek penelitian, operator <em>filling</em> bekerja dengan postur yang memiliki risiko mengalami gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan merancang ulang <em>workstation</em> operator <em>filling</em> berdasarkan data antropometri serta mengevaluasi perbaikan postur kerja menggunakan metode <em>Rapid Upper Limb Assessment</em> (RULA) dan <em>Rapid Entire Body Assessment</em> (REBA). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan satu operator <em>filling</em> sebagai sampel. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi postur kerja, pengukuran antropometri, perancangan <em>workstation</em> menggunakan SolidWorks 2020, serta simulasi dan penilaian RULA dan REBA. Hasil pengukuran antropometri menunjukkan lebar pinggul duduk 30,5 cm dan tinggi siku duduk 88,7 cm sebagai dasar perancangan. <em>Workstation</em> usulan berupa kursi kerja setinggi 46,5 cm, lebar dudukan 45 cm dengan bantalan busa, serta <em>adjustable trolley</em> beroda. Hasil evaluasi menunjukkan skor RULA menurun dari 4 menjadi 2 dan skor REBA dari 7 menjadi 2, sehingga tingkat risiko berubah dari sedang menjadi rendah. Perancangan ulang <em>workstation</em> terbukti memperbaiki postur kerja operator <em>filling</em> dan menurunkan risiko gangguan musculoskeletal, sehingga <em>workstation</em> usulan layak diimplementasikan untuk meningkatkan aspek ergonomi di lingkungan kerja.</p> 2026-08-16T13:20:58+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2395 Analisis Data Sekunder: Pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) Pada Puskesmas di Indonesia 2026-08-17T02:28:16+00:00 Tiah Aulia Santi tiahauliaa28@gmail.com Siti Halimatul Munawarah siti.halimatul@fkm.unsri.ac.id Yeni Yeni yenidoanks88@gmail.com <p>Pusat kesehatan masyarakat harus terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, yang dinilai melalui Indikator Nasional Mutu (INM). Pada tahun 2023, Indonesia mencapai tingkat pelaporan INM sebesar 80,97%. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan tantangan dalam pelaporan yang berpotensi mempengaruhi kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaporan INM di pusat kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain analitik deskriptif dengan menganalisis data sekunder yang diperoleh dari aplikasi mutufasyankes.kemenkes.go.id. Data yang dianalisis merupakan data laporan INM pada rentang semester II (Juli – Desember) tahun 2023 dan semester I ( Januari–Juni) tahun 2024. Populasi studi terdiri dari 10.180 pusat kesehatan yang melaporkan INM, dengan 2.414 di antaranya termasuk dalam sampel. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan penurunan signifikan dalam rata-rata tingkat pelaporan INM, dari 92,39% sebelum akreditasi menjadi 74,84% setelah akreditasi. Faktor-faktor seperti status akreditasi, tingkat akreditasi, dan wilayah memiliki perbedaan yang signifikan (p&lt;0,0001). Analisis lebih lanjut menunjukkan perbedaan signifikan antar tingkat akreditasi, kecuali antara kelompok dasar dan menengah. Pemetaan wilayah menunjukkan perbedaan dalam pelaporan INM di sebagian besar kelompok sebelum akreditasi, tetapi tidak ada perbedaan setelah akreditasi. Hal ini menunjukkan bahwa kepatuhan meningkat ketika pelaporan INM menjadi syarat akreditasi, tetapi menurun setelah akreditasi tercapai. Untuk memastikan peningkatan kualitas berkelanjutan, pusat kesehatan masyarakat harus memperkuat kepatuhan pelaporan dan mengintegrasikan pelaporan INM sebagai bagian dari budaya mutu organisasi.</p> 2026-08-16T13:24:46+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2665 Peran Kader Tuberkulosis dalam Meningkatkan Cakupan Penemuan Kasus: Studi Kasus Kualitatif di Makassar, Indonesia 2026-08-17T02:28:16+00:00 Ayu Naningsi firnasrfirman@gmail.com Endang Sri Mulyawati L firnasrfirman@gmail.com Nur Juliana firnasrfirman@gmail.com Firnasrudin Rahim firnasrfirman@gmail.com Muhammad Iqbal Ahmad firnasrfirman@gmail.com <p>Di Sulawesi Selatan (Sulsel), estimasi kasus TB tahun 2020 sebanyak 845.00 (nasional) dan 62.839 kasus terduga di Sulsel. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kadet TB dalam meningkatkan penemuan kasus TB di wilayah kerja NGO Yamali Makassar. Metode penelitian kualitatif, desain studi kasus. Informan terdiri dari kader TB dan pengelola program Yamali, teknik purposive, wawancara semi terstruktur. Menggunakan N-Vivo memproses transkrip wawancara dan analisis data menggunakan teknik analisis tema. Hasil analisis menunjukkan bahwa kader TB aktif melakukan deteksi kasus aktif, serta penyuluhan kesehatan masyarakat. Kegiatan pendampingan pasien (pendukung pengobatan rutin) dan koordinasi dengan Puskesmas juga ditemukan sebagai aspek utama peran kader. Kesimpulan, perlu penguatan kader TB melalui pelatihan intensif dan, insentif finansial dan akomodasi, serta kerjasama publik-swasta (PPM) yang lebih luas.</p> 2026-08-16T13:31:19+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2731 Analisis Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru: Studi Cross-Sectional di Wilayah Kerja Puskesmas Karta Dewa, Kabupaten PALI 2026-08-17T02:28:17+00:00 Putri Wulandari putriwulandari753@gmail.com Arie Wahyudi ariew@binahusada.ac.id Chairil Zaman ariew@binahusada.ac.id <p>Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor demografi, perilaku, biologis, dan lingkungan. Kabupaten PALI merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi tingginya kasus TB paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kerta Dewa Kabupaten PALI Tahun 2026. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 100 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lingkungan rumah, dan data register TB. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Terdapat hubungan antara status gizi (p=0,004), kebiasaan merokok (p=0,001), riwayat kontak serumah (p&lt;0,001), dan kepadatan hunian (p=0,016) dengan kejadian TB paru. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat kontak serumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian TB paru (p=0,000, OR=28,336; 95% CI=8,098–99,148). Riwayat kontak serumah merupakan determinan utama kejadian TB paru di wilayah penelitian. Oleh karena itu, penguatan investigasi kontak serumah, skrining aktif pada anggota keluarga, serta intervensi penghentian merokok perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di tingkat pelayanan kesehatan primer.</p> 2026-08-16T23:35:41+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2298 Faktor Risiko Sosial, Perilaku, dan Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue: Studi Kasus-Kontrol di Banda Aceh, Indonesia 2026-08-17T02:28:17+00:00 Farrah Fahdhienie farrah.fahdhienie@unmuha.ac.id Irma Hamisah ssah783@gmail.com <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DBD. Penelitian menggunakan desain studi kasus-kontrol yang dilaksanakan di 15 gampong wilayah kerja Puskesmas Meuraxa, Kota Banda Aceh, dengan melibatkan 62 responden yang terdiri atas 31 kasus dan 31 kontrol menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi lingkungan, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio (OR) beserta 95% confidence interval (95%CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian DBD berhubungan signifikan dengan pengetahuan (OR=7,58; 95% CI: 2,39–24,06; p&lt;0,001), sikap (OR=6,23; 95% CI: 2,04–19,07; p=0,001), perilaku pencegahan (OR=5,77; 95% CI: 1,84–18,06; p=0,002), kebiasaan menggantung pakaian (OR=5,23; 95% CI: 1,76–15,55; p=0,002), penggunaan obat nyamuk (OR=6,59; 95% CI: 2,09–20,78; p=0,001), kebiasaan tidur sore (OR=3,39; 95% CI: 1,18–9,71; p=0,021), penyuluhan (OR=5,55; 95% CI: 1,69–18,20; p=0,003), dukungan tenaga kesehatan (OR=5,55; 95% CI: 1,69–18,20; p=0,003), serta keberadaan jentik nyamuk (OR=6,23; 95% CI: 2,04–19,07; p=0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengendalian DBD berbasis komunitas melalui peningkatan edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk, serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan untuk menurunkan risiko kejadian DBD.</p> 2026-08-16T23:39:27+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2683 Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Nifas terhadap Pijat Oksitosin Sebagai Terapi Komplementer: Studi Cross-Sectional di Kabupaten Bone, Indonesia 2026-08-17T02:28:17+00:00 Desi Heriyana dhesyheriyana@gmail.com Sitti Fatimah dhesyheriyana@gmail.com Musni Musni dhesyheriyana@gmail.com <p>Pemberian ASI eksklusif memerlukan dukungan berkelanjutan dari ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan. Pengetahuan mengenai perawatan komplementer dapat membentuk sikap ibu selama masa nifas. Penelitian ini menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu nifas terhadap pijat oksitosin sebagai terapi komplementer. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 di Kelurahan Majang, Kabupaten Bone. Seluruh 30 ibu nifas dalam populasi terjangkau diikutkan melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Karena beberapa frekuensi harapan kurang dari lima, hubungan dianalisis menggunakan uji exact Fisher-Freeman-Halton. Sebanyak 17 responden (56,7%) memiliki pengetahuan baik, sembilan (30,0%) cukup, dan empat (13,3%) kurang. Sikap positif ditemukan pada 26 responden (86,7%). Pengetahuan berhubungan bermakna dengan sikap (p exact=0,016; V Cramer=0,513). Ibu dengan pengetahuan lebih baik cenderung memiliki sikap lebih positif. Edukasi berbasis bukti dapat memperkuat penerimaan yang terinformasi, sedangkan penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai hubungan kausal dan luaran menyusui.</p> 2026-08-16T23:44:42+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2773 Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Implementasi Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Teori Penerimaan dan Penggunaan Teknologi UTAUT: Sebuah Studi Cross-Sectional di Rumah Sakit Advent, Medan 2026-08-17T02:28:17+00:00 Flower Desma Sihaloho flowerdesma@gmail.com Hotmarina Lumban Gaol flowerdesma@gmail.com Jev Boris flowerdesma@gmail.com <p>Penerapan rekam medis elektronik merupakan salah satu upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Keberhasilan implementasi rekam medis elektronik (RME) dipengaruhi oleh penerimaan pengguna terhadap sistem yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model UTAUT di Rumah Sakit Advent. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik dengan rancangan <em>cross sectional</em>. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Advent, Medan mulai 27 Maret hingga 07 April 2026. Sampel dalam penelitian ini 90 responden dengan teknik <em>total sampling</em>. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em> dan analisa data multivariat menggunakan uji regresi <em>logistic</em> berganda. Hasil penelitian diperoleh harapan kinerja (<em>p-value</em> 0,000), harapan usaha (<em>p-value</em> 0,002), pengaruh sosial (<em>p-value</em> 0,003), kondisi pemfasilitas (<em>p-value</em> 0,002) berhubungan dengan penerapan RME. Namun hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa harapan kinerja (p=0,078), harapan usaha (p=0,459), pengaruh sosial (p=0,501), dan kondisi pemfasilitas (p=0,155) tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Advent dengan nilai p &gt; 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa keempat model UTAUT bukan merupakan determinan utama dalam penerapan RME. Diharapkan bagi pihak Rumah Sakit agar meningkatkan kualitas penerapan RME melalui pelatihan dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman, kemudahan penggunaan, serta manfaat yang dirasakan oleh pengguna.</p> 2026-08-16T23:49:36+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2757 Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Stres yang Dirasakan, dengan Obesitas pada Orang Dewasa: Studi Cross Sectional di Jayapura, Indonesia 2026-08-17T02:28:17+00:00 Natalia Paskawati Adimuntja nataliaadimuntja@gmail.com Fajrin Violita fajrinviolita@gmail.com Asriati Asriati asriepyd@gmail.com Faridha Almira frdhalmira@gmail.com Lisda Oktavia Madu Pamangin lies_davia@yahoo.com <p>Kelebihan berat badan dan obesitas adalah risiko utama untuk beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yaitu penyakit jantung dan stroke yang merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Prevalensi obesitas di Papua tahun 2023 sebesar 31,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan stres yang dirasakan dengan obesitas pada orang dewasa di Kota Jayapura. Jenis penelitian survey <em>cross sectional</em><em>. </em>Populasi penelitian ini adalah semua pasien usia dewasa yang berkunjung di Puskesmas Abepura Kota Jayapura dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Cara penarikan sampel menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Wawancara dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data yakni analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik <em>chi-square (</em>x<sup>2</sup>). Hasil penelitian diperoleh bahwa responden yang mengalami gizi lebih dan obesitas sebanyak 44 orang (44,0%) dan yang tidak obesitas sebanyak 56 orang (56,0%). Hasil analisis bivariat menemukan bahwa faktor aktivitas fisik (<em>p-value</em> = 0,036; PR=1,70; 95%CI=1,123-2,581) signifikan bermakna dengan kejadian berat badan lebih dan obesitas pada usia dewasa di Puskesmas Abepura Kota Jayapura. Disarankan masyarakat agar dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga berat badan tetap ideal dengan rutin beraktivitas fisik, sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular.</p> 2026-08-16T23:54:02+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2769 Formulasi dan Evaluasi Antibakteri Deodoran Spray Ekstrak Daun Jeruk Bali (Citrus maxima Merr.) terhadap Staphylococcus aureus 2026-08-17T02:28:17+00:00 Evi Mustiqawati evi.mustiqawati02@gmail.com Ratih Nurwanti ratih.nurwanti02@gmail.com Sri Yolandari ratih.nurwanti03@gmail.com Wa Ode Syafriah waodesyafriah@gmail.com Sitti Hasanah ratih.nurwanti02@gmail.com <p>Penggunaan bahan alami sebagai zat aktif deodoran terus dikembangkan karena dinilai lebih aman dan berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Daun jeruk bali (Citrus maxima Merr) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, steroid dan minyak atsiri diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak daun jeruk bali dalam bentuk sediaan deodoran spray, evaluasi mutu fisik sediaan, serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian berupa eksperimental Laboratorium, ekstrak diperoleh dengan proses maserasi, kemudian diformulasikan menjadi tiga formula dengan konsentrasi ekstrak 1 g, 1,5 g, dan 2 g. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH dan pola penyemprotan dan penguji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik dengan bentuk cair, bau khas ekstrak, homogen, memiliki pH 5,75-5,83 dan menghasilkan pola penyemprotan baik. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa formula I zona hambat 3,0 mm, formula II zona hambat 6,7 mm, dan formula III zona hambat 12,6 mm. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak daun jeruk bali (Citrus maxima Merr) dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray yang memenuhi evaluasi fisik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dan aktivitas antibakteri formula III dengan konsentrasi 2 g ekstrak kategori zona hambat kuat.</p> 2026-08-16T23:57:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2802 Hubungan antara Paparan Pestisida Organofosfat dengan Gejala Neurotoksik pada Petani Padi: Studi Cross-Sectional di Desa Tanjung Pasir, Indonesia 2026-08-17T02:28:18+00:00 Salsabila Syakira salsabila0801221058@uinsu.ac.id Syafran Arrazy syafran.arrazy@uinsu.ac.id Mesiono Mesiono mesiono@uinsu.ac.id Romiza Arika romizaarika@uinsu.ac.id <p>Pestisida di sektor pertanian memiliki peran penting untuk mendorong peningkatan hasil produksi, tetapi paparan secara terus-menerus, terutama pestisida organofosfat, dapat meningkatkan risiko gangguan neurotoksik pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan pestisida organofosfat beracun dan gejala gangguan neurologis toksik pada petani di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Langkat, Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, variabel pajanan pestisida, dan kuesioner Q18 Jerman, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,001; PR =11,47; IK 95% = 1,67-78,70), frekuensi penyemprotan (p = 0,001; PR = 2,63; IK 95% = 1,42-4,84), cara penyemprotan (p = 0,006; PR = 1,60; IK 95% = 1,15-2,24), dan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p = 0,001; PR = 6,83; IK 95% = 2,71-17,22) dengan gejala gangguan neurotoksik pada petani. Disimpulkan bahwa pajanan pestisida berhubungan signifikan dengan gangguan neurotoksik, sehingga diperlukan praktik penyemprotan yang aman, penggunaan APD sesuai standar, serta peningkatan edukasi untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan pada petani.</p> 2026-08-17T00:01:56+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2782 Implementasi Kebijakan Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular: Studi Kasus Kualitatif Menggunakan Kerangka Edward III di Indonesia Timur 2026-08-17T02:28:18+00:00 Reslanth Wilter Therik reslanththerik@gmail.com Serlie K. A. Littik reslanththerik@gmail.com Galuh Wiedani K. Dyah Larasati reslanththerik@gmail.com <p>Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dini faktor risiko PTM yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Namun, pelaksanaannya di Puskesmas Baumata, Kabupaten Kupang, belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Posbindu PTM berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sebanyak delapan informan dipilih secara purposive, terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program, kader Posbindu PTM, pengelola program PTM Dinas Kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Posbindu PTM telah berjalan, tetapi belum optimal karena komunikasi belum merata, sarana dan prasarana masih terbatas, motivasi kader dipengaruhi minimnya insentif, serta koordinasi lintas sektor belum optimal. Disimpulkan bahwa peningkatan komunikasi, penguatan sarana dan prasarana, dukungan terhadap kader, serta koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi Program Posbindu PTM.</p> 2026-08-17T00:07:50+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2775 Implementasi Sistem Perencanaan Berbasis Elektronik Pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan 2026-08-18T11:38:54+00:00 Andi Fatimah fatimah.naela03@gmail.com Frida Chairunisa fchairunisa68@gmail.com Wahyu Nurdiansyah wahyu28@stialanmakassar.ac.id <p>Belum terintegrasinya Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan aplikasi e-Planning Sulsel menyebabkan penginputan data secara berulang dan menambah beban kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi sistem perencanaan berbasis elektronik pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 11 informan yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam proses perencanaan, penggunaan sistem, dan pemanfaatan output perencanaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dipersepsikan bermanfaat dan relatif mudah digunakan, terutama dalam pengolahan data, penyusunan dokumen, koordinasi, dan akses terhadap informasi perencanaan. Namun, implementasi belum optimal karena e-Planning Sulsel dan SIPD masih digunakan secara paralel sehingga terjadi penginputan data berulang dan peningkatan beban kerja. Output perencanaan, khususnya DPA, dapat diamati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh pihak yang terlibat dalam proses keuangan selanjutnya. Disimpulkan bahwa penguatan interoperabilitas antara e-Planning Sulsel dan SIPD diperlukan untuk mengurangi pekerjaan ganda dan meningkatkan efektivitas implementasi sistem perencanaan elektronik.</p> 2026-08-18T11:38:54+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2792 Faktor-faktor yang Behubungan dengan Frailty pada Lansia: Studi cross sectional di Aceh Besar, Indonesia 2026-08-20T01:17:02+00:00 Djumiati Djumiati djumiatimkm@gmail.com Radhiah Zakaria radhiah@unmuha.ac.id Med Marthoenis marthonis@hotmail.com Asnawi Abdullah Asnawi.abdullah@gmail.com Hermansyah Hermansyah hermansyah.181972@gmail.com <p>Frailty merupakan sindrom klinis yang menggambarkan kerentanan dan penurunan fungsi yang sering terjadi pada lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan frailty pada lansia di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan populasi seluruh lansia berusia lebih dari 60 tahun sebanyak 1.199 orang. Sampel sebanyak 138 lansia dipilih menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan pemeriksaan menggunakan Edmonton Frail Scale untuk mengukur status frailty, serta kuesioner untuk mengukur nutrisi, kondisi fisik, kondisi fungsional, kondisi psikologis, fungsi kognitif, penelantaran, dukungan keluarga, dan penyakit komorbid. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square atau Fisher's exact, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit komorbid, asupan nutrisi, kondisi fisik, kondisi psikologis, fungsi kognitif, penelantaran, dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan frailty pada lansia (p&lt;0,05). Kondisi psikologis berupa depresi ringan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan frailty (OR=86,98; 95%CI=7,98-947,96; p=0,0001). Disarankan kepada kader kesehatan, bidan desa, pemerintah gampong, dan keluarga meningkatkan pemantauan, edukasi, serta dukungan sosial dan emosional bagi lansia.</p> 2026-08-20T01:17:02+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2754 Efektivitas Edukasi Interaktif Berbasis Kartu (Flashcard) terhadap Kesiapsiagaan Bencana Banjir pada Siswa Sekolah Dasar di Gorontalo, Indonesia 2026-08-23T08:16:52+00:00 Ayu Rofia Nurfadillah ayu@ung.ac.id Moh Rivai Nakoe rivai@ung.ac.id Sunardi Sunardi sunardi.k3@ung.ac.id <p>Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia dan berdampak pada aspek kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, serta lingkungan, sehingga pendidikan kesiapsiagaan perlu diberikan sejak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi interaktif berbasis flashcard digital terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan kesiapsiagaan bencana banjir pada siswa SDN 54 Dumbo Raya Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest melibatkan 100 siswa yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan yang telah diuji validitas (nilai r hitung setiap item lebih besar dibandingkan r tabel dan/atau signifikansi &lt;0,05) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha ≥0,70 pada seluruh instrumen). Intervensi diberikan melalui edukasi flashcard digital dalam 2 sesi @45 menit, difasilitasi oleh peneliti bersama guru kelas. Data dianalisis menggunakan Uji McNemar dengan interval kepercayaan (CI) 95%. Hasil menunjukkan peningkatan kategori baik pada pengetahuan dari 24,0% menjadi 82,0% (CI 95%: 48,3-67,7 poin persentase), sikap dari 68,0% menjadi 89,0% (CI 95%: 13,0-29,0 poin persentase), dan tindakan dari 55,0% menjadi 81,0% (CI 95%: 17,4-34,6 poin persentase), dengan hasil Uji McNemar yang bermakna pada seluruh variabel (χ²=56,02; 19,05; dan 24,04; p&lt;0,001). Edukasi interaktif berbasis flashcard digital efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan kesiapsiagaan bencana banjir pada siswa sekolah dasar dan dapat diadopsi sebagai media pelengkap edukasi kebencanaan yang berbiaya rendah dan tidak bergantung pada teknologi tinggi.</p> 2026-08-23T08:14:29+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2218 Mekanisme Koping sebagai Prediktor Kepatuhan Diet dan Stres Diabetes pada Pasien Diabetes Tipe 2: Studi Potong Lintang di Banda Aceh, Indonesia 2026-08-29T05:56:49+00:00 Novrilia Kumala Sari novriliakumalasari@gmail.com Meutia Zahara meutia.zahara@unmuha.ac.id M. Marthoenis meutia.zahara@unmuha.ac.id Farrah Fahdhienie meutia.zahara@unmuha.ac.id Radhiah Zakaria meutia.zahara@unmuha.ac.id <p>Diabetes melitus tipe 2 memerlukan pengelolaan jangka panjang yang dapat memengaruhi kepatuhan diet dan kondisi psikologis pasien. Mekanisme koping maladaptif berpotensi meningkatkan risiko ketidakpatuhan diet dan distres diabetes. Penelitian ini bertujuan menganalisis prediktor kepatuhan diet dan distres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian potong lintang ini melibatkan 120 pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Tk. II Iskandar Muda Banda Aceh pada 1–18 Juli 2025. Kriteria inklusi meliputi usia ≥18 tahun, bersedia menjadi responden, dan tidak dalam kondisi akut. Instrumen penelitian menggunakan <em>Michigan Diabetes Knowledge Test, Brief COPE, Diabetes Distress Scale, dan Perceived Dietary Adherence Questionnaire</em>. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik berganda. Usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lama menderita DM, pengetahuan, terapi DM, komorbiditas, dan mekanisme koping berhubungan signifikan dengan kepatuhan diet dan distres (p&lt;0,05). Koping maladaptif menjadi prediktor utama ketidakpatuhan diet (OR=7,531; p=0,013) dan distres (OR=4,708; p=0,022). Terapi insulin (OR=16,583; p=0,018), kombinasi oral-insulin (OR=17,756; p=0,021), dan pengetahuan rendah (OR=8,134; p=0,019) meningkatkan risiko distres secara signifikan. Koping maladaptif, terapi insulin, dan rendahnya pengetahuan meningkatkan risiko ketidakpatuhan diet dan distres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Edukasi dan dukungan psikologis diperlukan untuk meningkatkan koping adaptif dan pengelolaan diabetes.</p> 2026-08-29T05:56:49+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2844 Knowledge, Attitudes, Practices, and Factors Associated with Self-Ear Cleaning among Healthcare Workers in Yogyakarta, Indonesia 2026-08-29T06:04:03+00:00 Deoni Daniswara deonidaniswara.fkik@umy.ac.id <p>Cerumen is a natural secretion that protects the ear, but it is often perceived as dirt, leading many people, including health workers, to self-clean their ears, which can cause injury if done excessively. This analytic cross-sectional study aimed to assess knowledge, attitudes, and practices regarding self-ear cleaning and examine their association with sociodemographic characteristics among health workers at a hospital in Yogyakarta. A total of 150 health workers were recruited using consecutive sampling from January to March 2024, and data were collected using a structured, validated, and reliable questionnaire via Google Forms. Associations between sociodemographic characteristics and knowledge, attitude, and practice categories were analysed using the chi-square test. Most respondents were female (84.7%), had vocational education (59.3%), and worked as nurses (62.7%). The majority demonstrated good knowledge, positive attitudes, and good practices. Education level (p=0.003) and occupation (p=0.014) were significantly associated with knowledge. Gender was significantly associated with attitude (p=0.046), with a higher proportion of good attitude among women. Overall, health workers showed generally good knowledge, attitudes, and practices toward self-ear cleaning, with differences by education, occupation, and gender.</p> 2026-08-29T06:04:03+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2807 Hubungan Kecemasan dengan Risiko Preeklamsia berdasarkan Skrining pada Ibu Hamil: Studi Cross Sectional di UPTD Puskesmas Siotapina 2026-08-29T06:12:25+00:00 Wa Ode Rahma Dani waodedany@gmail.com Aswita Aswita mega.crdcunhas@gmail.com Halijah Halijah mega.crdcunhas@gmail.com Wa Ode Mega Sari mega.crdcunhas@gmail.com Nur Juliana mega.crdcunhas@gmail.com <p>Kehamilan merupakan periode rentan terhadap gangguan kesehatan mental, termasuk kecemasan, berkaitan dengan gangguan hipertensi seperti preeklampsia. Bukti hubungan tersebut dari pelayanan kesehatan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecemasan dengan risiko preeklampsia pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Siotapina. Jenis Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan <em>cross-sectional,</em> dilaksanakan 3–22 Juni 2026, sampel berjumlah 60 ibu hamil dipilih secara <em>accidental sampling</em>. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner HARS, risiko preeklampsia menggunakan lembar skrining Buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian mayoritas responden berusia 20-34 tahun (71,7%) berada di trimester II (46,7%), dan berstatus multigravida (66,7%). Sebanyak 56,7% responden mengalami kecemasan dan 36,7% berisiko preeklampsia, proporsi ibu cemas berisiko preeklampsia (52,9%) jauh lebih tinggi dibanding ibu tidak cemas (15,4%). Uji statistik dengan nilai (X<sup>2</sup>= 8,949; p = 0,003), membuktikan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dengan risiko preeklampsia. Oleh karena itu, skrining psikologis rutin dan intervensi dini perlu diintegrasikan ke dalam layanan antenatal.</p> 2026-08-29T06:12:25+00:00 ##submission.copyrightStatement##