Jurnal Promotif Preventif https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP <p>Jurnal Promotif Preventif (JPP)&nbsp;adalah Jurnal resmi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Makassar. Jurnal ini terlebih dahulu terbit dengan versi cetak dengan&nbsp;<a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1521877852&amp;2151&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN:&nbsp;2622-6014</a>. Dan sejak&nbsp;Agustus 2020 Jurnal ini secara berkesinambungan menerbitkan&nbsp;karya ilmiah versi online dengan periode terbit Februari dan Agustus dengan&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/data/sk1597287084.pdf" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN&nbsp;2745-8644</a>&nbsp;yang berfokus pada pengembangan kajian kesehatan masyarakat, diantaranya:&nbsp;Epidemiologi; Kesehatan Lingkungan; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Gizi Kesehatan Masyarakat; Promosi Kesehatan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja.</p> <p>Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPP meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). Artikel yang akan dipublikasikan JPP akan ditinjau oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah di jurnal ini menjadi hak dari Dewan Penyunting.</p> Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti en-US Jurnal Promotif Preventif 2622-6014 Planned Relationship Behavior dan Paparan Media Pornografi terhadap Perilaku Seksual Berisiko di Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2263 <p>Paparan media pornografi pada remaja berpotensi memengaruhi perkembangan perilaku seksual dan meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko, seperti hubungan seksual dini atau tanpa pengaman. Akses yang semakin mudah terhadap konten pornografi menjadi tantangan serius dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paparan media pornografi dengan perilaku seksual berisiko serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya. Populasi dan sampel penelitian adalah remaja berusia 14–17 tahun sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan aplikasi Stata 14 dengan uji regresi logistik sederhana dan berganda pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan 33% responden terlibat perilaku seksual berisiko. Analisis bivariat menemukan hubungan signifikan pada planned relationship behavior, paparan media pornografi, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya, sedangkan umur, jenis kelamin, dan pendidikan tidak berhubungan. Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan kurang adalah variabel paling dominan dalam meningkatkan risiko hingga 15 kali (OR=15,44, 95%CI=3,81-62,57), lebih besar untuk melakukan perilaku seksual berisiko dibandingkan remaja dengan pengetahuan baik. i. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan paparan pornografi untuk menekan perilaku seksual berisiko.</p> Rahma Yani Fahmi Ichwansyah Hafnidar A. Rani Radhiah Zakaria Maidar Maidar ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 714 727 10.47650/jpp.v9i5.2263 Pengaruh Kombinasi Terapi Masase dan Pemulihan Aktif terhadap Nyeri Otot Tertunda setelah Latihan Beban pada Mahasiswa Tidak Terlatih: Studi Kuasi-Eksperimental https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2275 <p><em>Delayed onset muscle soreness</em> (DOMS) merupakan nyeri otot yang sering terjadi setelah 24 hingga 48 jam setelah olahraga. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk menurunkan kejadian DOMS, salah satunya masase dan recovery aktif. Namun manfaat keduanya masih terbatas pada kelompok atlet profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efek kombinasi masase dan recovery aktif untuk menurunkan gejala DOMS pada pemula. Penelitian kuasi-eksperimental dilakukan pada pada 35 mahasiswa (12 laki-laki dan 23 perempuan; usia 18 – 20 tahun) yang dibagi dalam dua kelompok (kelompok masase+recovery aktif dan kontrol. Terdapat penurunan nyeri yang signifikan antara sebelum dan sesudah eksperimen pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan peningkatan nilai nyeri pasca latihan. Kombinasi masase dan recovery aktif memiliki efek penurunan nyeri akibat DOMS pada kelompok latihan pemula. <em>Delayed-onset muscle soreness</em> (DOMS) merupakan nyeri otot yang umumnya muncul 24–48 jam setelah melakukan aktivitas fisik atau latihan yang tidak biasa dilakukan, terutama pada individu yang tidak terbiasa melakukan latihan beban. Berbagai strategi pemulihan telah digunakan untuk mengurangi gejala DOMS, termasuk masase dan pemulihan aktif (<em>active recovery</em>). Namun, bukti mengenai efektivitas kombinasi kedua intervensi tersebut dalam mengurangi gejala DOMS pada mahasiswa tidak terlatih masih terbatas.</p> Farid Imam Nurhadi Yanasta Yudo Pratama Subagyo Subagyo Sri Sundari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 728 736 10.47650/jpp.v9i5.2275 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Petani Sayur Pengguna Pestisida: Studi Cross-Sectional di Kabupaten Gowa, Indonesia https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2658 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada petani sayur pengguna pestisida, Kejadian hipertensi pada petani diduga berhubungan dengan berbagai faktor yang berkaitan dengan aktivitas penggunaan pestisida, seperti masa kerja, cara penyemprotan, penggunaan alat pelindung diri (APD), personal hygiene, serta faktor perilaku lainnya, Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada petani sayur pengguna pestisida di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada petani sayur pengguna pestisida di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa, Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Populasi penelitian berjumlah 216 petani dengan jumlah sampel sebanyak 140 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer, serta kuesioner, Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square, Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara masa kerja (p=0,000), cara penyemprotan pestisida (p=0,000), pola makan (p=0,000), perilaku merokok (p=0,000), penggunaan APD (p=0,000), dan personal hygiene (p=0,036) dengan kejadian hipertensi pada petani sayur pengguna pestisida, Sementara itu, lama kerja tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi (p=0,825), Disarankan kepada petani untuk meningkatkan penggunaan APD, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mencegah terjadinya hipertensi,</p> Habibi habibi Rezki Triadi Rahman Syahrul Basri Fatmawati Mallapiang ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 737 748 10.47650/jpp.v9i5.2658 Beban Gizi Ganda Pada Remaja SMA di Kota Makassar: Studi Potong Lintang tentang Antropometri dan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2693 <p>Masa remaja merupakan periode penting yang rentan mengalami masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan status gizi remaja SMA di Kota Makassar berdasarkan indikator antropometri dan pekerjaan orang tua. Penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 200 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan Lingkar Lengan Atas (LILA), serta kuesioner karakteristik responden dan pekerjaan orang tua. Status gizi ditentukan berdasarkan IMT/U WHO AnthroPlus dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal (68,0%). Sebanyak 18 responden (9,0%) termasuk kategori kurus, sedangkan 46 responden (23,0%) termasuk kategori gizi lebih. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,038), pekerjaan orang ayah (p&lt;0,001), penghasilan keluarga (p=0,009), dan LILA (p&lt;0,001) berhubungan dengan status gizi remaja, sedangkan jenis kelamin (0,581) dan pekerjaan ibu (0,760) tidak berhubungan dengan status gizi remaja. Disimpulkan bahwa Usia, pekerjaan orang tua, penghasilan keluarga, dan Lingkar Lengan Atas (LILA) berhubungan signifikan dengan status gizi remaja, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.</p> Nurleli Nurleli Andi Sani Silwanah Nur Asma Wati Aprianti Arruan Aksa Aksa Elizabeth Elsya Masea Jufri Jufri Renaldi M ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 749 761 10.47650/jpp.v9i5.2693 Pengaruh Komunikasi Budaya Lokal terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien Dewasa: Studi Cross-sectional di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene, Indonesia https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2753 <p>Komunikasi yang efektif merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan agar pasien dapat memahami dan menerima informasi yang disampaikan oleh tenaga kesehatan, terutama pada pasien dewasa dan lansia yang terbiasa berkomunikasi dengan bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi berbasis budaya lokal terhadap kepuasan dan loyalitas pasien, serta menguji peran kepuasan sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em> ini melibatkan 381 responden pasien RSUD Kabupaten Majene yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, regresi linier, serta <em>path analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi berbasis budaya lokal berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (β=0,798; p=0,000) dengan kontribusi sebesar 63,6%. Kepuasan pasien juga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas (β=0,587; p=0,000). Pengaruh tidak langsung komunikasi terhadap loyalitas melalui kepuasan (0,468) lebih besar dibandingkan pengaruh langsung (0,322), dengan pengaruh total sebesar 0,790. Dapat disimpulkan bahwa kepuasan pasien berperan sebagai mediator penting dalam hubungan antara komunikasi berbasis budaya lokal dan loyalitas pasien di RSUD Kabupaten Majene.</p> Rusda Ananda Achmad Mawardi Shabir Muhammad Fahresi Kamirullah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 762 774 10.47650/jpp.v9i5.2753 Determinan Kekambuhan Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium, Komorbid, Penghasilan, dan Ketersediaan Kawat Kasa di Wilayah Kerja Puskesmas Marisa Kabupaten Pohuwato https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2836 <p>Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena kejadian kekambuhan dapat meningkatkan beban penyakit dan menghambat upaya eliminasi malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kekambuhan malaria berdasarkan jenis <em>Plasmodium</em>, komorbid, penghasilan, dan ketersediaan kawat kasa di wilayah kerja Puskesmas Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 267 penderita malaria yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi kondisi rumah, dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-square</em> dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kekambuhan malaria sebanyak 267 orang (68,9%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ketersediaan kawat kasa (<em>p</em>=0,000; OR=0,311), jenis <em>Plasmodium</em> (<em>p</em>=0,000; OR=223,300), dan penghasilan (<em>p</em>=0,000; OR=3,186) berhubungan dengan kejadian kekambuhan malaria, sedangkan komorbid tidak berhubungan (<em>p</em>=0,276). Hasil analisis multivariat menunjukkan jenis <em>Plasmodium</em> merupakan faktor paling dominan terhadap kekambuhan malaria (<em>p</em>=0,000; Exp(B)=283,049), sementara ketersediaan kawat kasa menjadi faktor protektif (<em>p</em>=0,008; Exp(B)=0,199). Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik parasit dan perlindungan lingkungan rumah berperan penting terhadap kejadian kekambuhan malaria.</p> Taufik Lantowa Herlina Jusuf Sri Manovita Pateda Sunarto Kadir Suardi Suardi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 775 784 10.47650/jpp.v9i5.2836 Hubungan Pengetahuan dan Kesehatan Mental dengan Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil Orang Asli Papua di Kota Jayapura: Studi Potong Lintang https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2784 <p>Pencegahan stunting sejak kehamilan memerlukan perhatian terhadap pengetahuan dan kesehatan mental ibu dalam mendukung perilaku perawatan kehamilan. Hubungan kedua aspek tersebut dengan perilaku pencegahan pada ibu hamil Orang Asli Papua perlu dikaji sesuai konteks setempat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan kesehatan mental dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil Orang Asli Papua (OAP) di Kota Jayapura. Penelitian observasional analitik potong lintang dilaksanakan pada Juni 2025. Populasi target adalah seluruh ibu hamil OAP di Kota Jayapura, dengan sampel 30 responden yang dipilih secara purposive. Kuesioner terdiri atas 10 item pengetahuan, 21 item kesehatan mental, dan 10 item perilaku. Analisis menggunakan uji Fisher dua sisi dan rasio prevalensi (RP). Pengetahuan baik ditemukan pada 23 responden (76,7%), kesehatan mental kurang baik pada 18 (60,0%), dan perilaku baik pada 19 (63,3%). Pengetahuan tidak berhubungan bermakna dengan perilaku baik (RP 0,85; IK 95% 0,48–1,51; p = 1,000), demikian pula kesehatan mental (RP 0,88; IK 95% 0,49–1,56; p = 0,712). Hasil tidak signifikan bukan bukti ketiadaan hubungan. Sampel kecil dan konsistensi internal kesehatan mental yang rendah membatasi interpretasi; desain penelitian tidak membuktikan kausalitas.</p> Iin Ariyani Danang Riyanto Yulia N. K. Wasaraka Nurfatimatur Rosyidah Asmawi Asmawi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 785 792 10.47650/jpp.v9i5.2784 Efektivitas Pemberian Suplemen Zat Besi, Madu, dan Kurma dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Pekerja Perempuan di Perusahaan Ritel Inti Cakrawala Citra, Kota Gorontalo, Indonesia https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2890 <p>Anemia pada perempuan usia produktif dapat menurunkan kebugaran dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), madu, dan kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada pekerja wanita di Perusahaan Ritel Inti Cakrawala Citra, Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pretest–posttest multikelompok. Sebanyak 56 pekerja wanita dipilih melalui total sampling dan dibagi menjadi empat kelompok: TTD, TTD–kurma, kurma–madu, dan TTD–kurma–madu. Intervensi berlangsung selama 14 hari, dengan pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi. Seluruh kelompok mengalami peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan (p&lt;0,05), dengan rerata peningkatan masing-masing sebesar 0,30; 0,69; 0,73; dan 1,01 g/dL. Analisis post hoc menunjukkan perbedaan perubahan kadar hemoglobin yang signifikan pada sebagian besar pasangan kelompok (p&lt;0,05). Kombinasi TTD, kurma, dan madu menghasilkan rerata peningkatan kadar hemoglobin terbesar yang diamati. Kombinasi ini berpotensi menjadi intervensi gizi berbasis tempat kerja untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada pekerja wanita.</p> Sunarto Kadir Vivien Novarina A. Kasim Lilan Imran Suardi Suardi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 793 806 10.47650/jpp.v9i5.2890 Evaluasi Kualitas Pelayanan Kefarmasian Rawat Jalan pada Pasien BPJS dan Perumusan Strategi Perbaikan Menggunakan SERVQUAL – SWOT di Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2894 <p>Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi <em>ServQual</em> dan merumuskan strategi perbaikan melalui SWOT di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang. Penelitian deskriptif prospektif melibatkan 320 pasien rawat jalan BPJS dengan teknik <em>accidental sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner <em>ServQual</em> yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis berdasarkan harapan, kenyataan, <em>gap</em>, dan SWOT. Nilai <em>gap</em> rata-rata sebesar 0,03; dimensi <em>reliability</em> memiliki <em>gap</em> negatif (−0,09) dan menjadi prioritas perbaikan, sedangkan dimensi lainnya menunjukkan <em>gap</em> positif. Analisis SWOT menempatkan instalasi farmasi pada Kuadran I dengan strategi SO, dengan prioritas perbaikan pada informasi obat dan ketepatan waktu pelayanan.</p> Kumala Lia Febriyati Ismi x Ismi Rahmawati Ika Purwidyaningrum ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 807 822 10.47650/jpp.v9i5.2894 Hubungan Sikap terhadap Pencegahan Anemia dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Status Anemia pada Siswi SMP Negeri di Surakarta: Studi Potong Lintang https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2910 <p>Anemia pada remaja putri menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kondisi kesehatan dan pertumbuhan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap terhadap pencegahan anemia dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan 204 siswi sekolah menengah pertama yang dipilih menggunakan <em>cluster multistage sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner sikap dan kepatuhan konsumsi TTD serta pengukuran kadar hemoglobin menggunakan <em>HemoCue</em> melalui darah kapiler (<em>finger prick</em>), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,7% responden memiliki sikap baik, 68,6% tidak patuh mengonsumsi TTD, dan 36,8% mengalami anemia. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian anemia (p=0,560) maupun kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia (p=0,868). Sikap terhadap pencegahan anemia dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah tidak berhubungan signifikan dengan status anemia pada siswi SMP yang diteliti di Surakarta.</p> Nayla Ferina Citra Listyani Hidayati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 823 833 10.47650/jpp.v9i5.2910 Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Siswi SMP di Surakarta: Studi Potong Lintang https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2914 <p>Masa remaja membutuhkan perhatian terhadap keseimbangan aktivitas dan kondisi gizi karena terjadi pertumbuhan serta perubahan tubuh yang cepat. Aktivitas fisik ialah bagian dari aspek yang berkaitan dengan pemakaian energi tubuh. Tujuan dari studi ini guna mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja putri di Surakarta. Studi menggunakan desain observasional analitik melalui pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sejumlah 204 remaja putri usia 13–15 tahun dipilih melalui <em>cluster multistage random sampling</em>. Aktivitas fisik dinilai menggunakan PAQ-C, sedangkan status gizi ditetapkan berpedoman pada IMT/U. Hubungan kedua variabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square.&nbsp; Sejumlah 52,0% responden memiliki aktivitas fisik tidak normal dan 71,6% memiliki status gizi normal. Analisis memperlihatkan tidak ditemukan keterkaitan yang signifikan di antara aktivitas fisik dan status gizi (p=0,507). Taraf aktivitas fisik tidak memperlihatkan hubungan yang signifikan dengan status gizi pada remaja putri di Surakarta.</p> Nahidah Ulya Maulidia Listyani Hidayati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 834 844 10.47650/jpp.v9i5.2914 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Permasalahan Suara Anak Prasekolah di Surakarta: Studi Potong Lintang dengan Analisis Jalur https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2936 <p>Gangguan suara pada anak prasekolah dapat memengaruhi komunikasi, interaksi sosial, dan proses belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan suara pada anak prasekolah. Studi potong lintang dilakukan pada 100 anak dari dua taman kanak-kanak di Surakarta, Indonesia, menggunakan teknik <em>random sampling</em>. Gangguan suara dinilai menggunakan <em>Pediatric Voice Handicap Index</em> (pVHI). Analisis dilakukan dengan uji Chi-square dan analisis jalur. Prevalensi gangguan suara sebesar 66%, dan seluruh faktor menunjukkan hubungan signifikan pada analisis bivariat (<em>p</em>&lt;0,001). Analisis jalur mengidentifikasi faktor fungsional (b=4,47; <em>p</em>&lt;0,001), lingkungan (b=3,78; <em>p</em>&lt;0,001), dan perilaku vokal (b=2,66; <em>p</em>=0,025) sebagai factor yang berhubungan langsung dalam model. Faktor fisiologis, psikologis, dan sosial berhubungan secara tidak langsung melalui jalur fungsional, lingkungan, dan perilaku vokal. Gangguan suara berkaitan dengan berbagai faktor yang saling berhubungan, terutama faktor fungsional, lingkungan, dan perilaku vokal.</p> Anggi Resina Putri Nadya Susanti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 845 855 10.47650/jpp.v9i5.2936 Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja di SMA PGRI 2 Kota Jambi: Studi Potong Lintang https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2942 <p>Masa remaja merupakan periode pertumbuhan pesat yang rentan terhadap masalah gizi akibat transisi gaya hidup, perubahan pola makan, dan ketidakseimbangan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap status gizi remaja di SMA PGRI 2 Kota Jambi. Penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> ini dilaksanakan di SMA PGRI 2 Kota Jambi. Sampel penelitian berjumlah 41 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em> dari total populasi 247 siswa. Variabel pola makan diukur dengan kuesioner berskala Likert, aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner <em>Physical Activity Level</em> (PAL), dan status gizi diukur secara antropometri berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji statistik <em>Chi-Square</em> dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Distribusi status gizi responden sebagian besar berada pada kategori normal (46,3%), dikuti kurus (26,8%), kelebihan berat badan (24,3%), dan sangat kurus (2,4%). Sebagian besar responden memiliki pola makan sehat (58,5%) dan tingkat aktivitas fisik berat (73,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (<em>p</em> = 0,017) serta hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (<em>p</em> = 0,042) pada remaja. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA PGRI 2 Kota Jambi.</p> Liani Setyarsih Mery Merlisia Mega Hadi Pangestu ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 856 863 10.47650/jpp.v9i5.2942 Hubungan Persepsi terhadap Kebijakan Efisiensi Anggaran dengan Motivasi dan Kinerja Pegawai: Studi Potong Lintang di Puskesmas Tirawuta https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2955 <p>Kebijakan efisiensi anggaran di sektor pelayanan kesehatan publik sering kali memicu tekanan struktural terhadap kapasitas operasional dan dinamika tenaga kerja. Pada pusat kesehatan masyarakat, menjaga keseimbangan antara pembatasan finansial ini dengan pemeliharaan mutu layanan tetap menjadi tantangan administratif yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi kebijakan efisiensi anggaran dengan motivasi dan kinerja pegawai di Puskesmas Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur. Metode kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang diterapkan dalam penelitian ini pada 78 pegawai kesehatan dan administrasi melalui teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur tingkat persepsi subjektif pegawai, serta didukung data sekunder dari catatan institusional. Analisis statistik dijalankan melalui regresi linear berganda, analisis jalur, dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan langsung yang positif dan signifikan antara persepsi kebijakan efisiensi anggaran dengan motivasi pegawai (t=21,382; p&lt;0,001). Pengujian regresi linear menunjukkan bahwa persepsi kebijakan efisiensi anggaran (t=2,204; p=0,031) dan motivasi kerja (t=5,004; p&lt;0,001) secara parsial berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja pegawai, di mana kedua variabel tersebut secara simultan juga memiliki hubungan yang signifikan (F=176,528; p&lt;0,001). Secara khusus, uji Sobel mengonfirmasi adanya asosiasi tidak langsung yang signifikan di mana motivasi kerja bertindak sebagai variabel mediasi statistik dalam model (nilai-Z=4,8878; p&lt;0,001). Kesimpulannya, dalam model potong lintang ini, persepsi kebijakan efisiensi anggaran dan motivasi kerja menunjukkan hubungan linier yang searah dengan kinerja pelayanan pegawai di fasilitas kesehatan primer.</p> Eka Hesti Hastuti Didin Saepudin Abd. Halim Kosasih Kosasih Vip Paramarta Farida Yuliaty ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 864 876 10.47650/jpp.v9i5.2955 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien pada Petugas di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2958 <p>Keselamatan pasien merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang bertujuan mencegah terjadinya kejadian tidak diharapkan selama proses pelayanan. Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan organisasi petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan SKP di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain <em>explanatory research</em> dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 179 perawat yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Spearman Rank</em> dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, kepatuhan, beban kerja, dukungan manajemen, dan komunikasi dengan penerapan SKP (<em>ρ &lt;</em> 0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa komunikasi merupakan faktor yang paling berhubungan dengan penerapan SKP (<em>p-value</em> = 0,016; OR = 3,384). Petugas dengan komunikasi baik memiliki peluang 3,384 kali lebih besar dalam menerapkan SKP dibandingkan petugas dengan komunikasi kurang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi efektif menjadi faktor utama dalam mendukung penerapan keselamatan pasien.</p> Evariyanti Katili Herlina Jusuf Cecy Rahma Karim Sunarto Kadir Suardi Suardi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 877 892 10.47650/jpp.v9i5.2958 Generasi Hijau, Generasi Sehat: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Perilaku Ramah Lingkungan dan Kesehatan Pemuda Perkotaan https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2959 <p style="font-weight: 400;">Perilaku ramah lingkungan (<em>pro-environmental behavior</em>, PEB) berpotensi memberikan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan pemuda perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan antara PEB dan luaran kesehatan pada pemuda perkotaan. Kajian dilakukan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur mencakup publikasi tahun 2010–2024 melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis naratif. Temuan dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yaitu (1) transportasi aktif, (2) aktivitas fisik dan komposisi tubuh, (3) komunitas lingkungan, serta (4) pengelolaan sumber daya. Hasil kajian menunjukkan bahwa transportasi aktif dan aktivitas fisik berpotensi berkaitan dengan luaran kesehatan fisik yang lebih baik, sedangkan keterlibatan dalam kegiatan lingkungan berbasis komunitas dapat mendukung kesejahteraan mental dan kohesi sosial. Perilaku pengelolaan sumber daya tampak berkaitan dengan norma pribadi, kendali perilaku, dan faktor afektif. Namun, kekuatan dan konsistensi hubungan tersebut bergantung pada bukti yang tersedia dalam artikel yang ditelaah. Secara keseluruhan, perilaku ramah lingkungan berpotensi memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesehatan pemuda perkotaan. Temuan ini menunjukkan relevansi intervensi lintas sektor yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan pemuda. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas hubungan kausal dan mengatasi keterbatasan bukti yang tersedia.</p> Rizki Kurniawan Saputra Desty Indah Sari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 893 906 10.47650/jpp.v9i5.2959 Kepatuhan Praktik Higiene dan Sanitasi Berdasarkan Instrumen IKL Jasa Boga Golongan B pada SPPG di Kota Gorontalo https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2960 <p>Keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena produksi makanan dalam jumlah besar berpotensi mengalami risiko kontaminasi apabila tidak didukung penerapan higiene dan sanitasi sesuai standar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepatuhan praktik higiene dan sanitasi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG di Kota Gorontalo berdasarkan Instrumen Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Jasa Boga Golongan B. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh SPPG MBG aktif beroperasi di Kota Gorontalo dengan teknik total sampling sebanyak 14 SPPG. Data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan instrumen IKL Jasa Boga Golongan B yang mencakup aspek bangunan dan fasilitas, sanitasi, pengolahan pangan, penyimpanan, distribusi, higiene penjamah makanan, peralatan, dan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan seluruh SPPG memperoleh kategori kepatuhan baik dengan skor IKL 83,38%–93,80% dan rata-rata 88,39%. Ketidaksesuaian terbanyak ditemukan pada area persiapan, pengolahan, dan pengemasan pangan sebesar 36,2%, diikuti area dalam Tempat Pengolahan Pangan sebesar 25,9%. Penerapan higiene dan sanitasi pada SPPG telah berjalan baik, namun masih diperlukan penguatan pada beberapa aspek untuk meningkatkan konsistensi pemenuhan standar keamanan pangan. Evaluasi IKL secara berkala dapat menjadi strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas higiene sanitasi pada penyelenggaraan makanan Program MBG di Indonesia.</p> Prima Rizky Danial Sunarto Kadir Suardi Suardi Zuhriana Yusuf Sri A Ibrahim ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 907 918 10.47650/jpp.v9i5.2960 Peran Motivasi Pelayanan Publik Dan Keadilan Organisasi Terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi Melalui Keterikatan Kerja pada RS Bhayangkara Polda Yogyakarta https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2966 <p>Perilaku Kewargaan Organisasi sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di sektor publik, khususnya dalam menghadapi transformasi regulasi jaminan kesehatan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan membuktikan secara empiris peran Motivasi Pelayanan Publik dan Keadilan Organisasi terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi dengan Keterikatan Kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai aktif di Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 pegawai. Data dihimpun melalui penyebaran kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa Motivasi Pelayanan Publik (p &lt; 0,001) dan Keadilan Organisasi (p &lt; 0,001) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keterikatan Kerja maupun OCB. Keadilan Organisasi ditemukan sebagai faktor yang memiliki kontribusi paling besar dalam memengaruhi Keterikatan Kerja, sedangkan Motivasi Pelayanan Publik menjadi prediktor langsung terbesar terhadap OCB pegawai. Keterikatan Kerja terbukti bertindak sebagai mediator parsial (p &lt; 0,05) pengaruh motivasi pelayanan publik dan keadilan organisasi menjadi tindakan sukarela OCB di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem keadilan manajemen dan motivasi pelayanan publik melalui penguatan keterikatan kerja dapat menjadi pertimbangan penting bagi manajemen untuk menumbuhkan perilaku ekstra peran pegawai.</p> Nursamin Razak Kosasih Kosasih Etty Sofia Mariati Asnar Farida Yuliaty Vip Paramarta Fitriana Dahlan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 919 930 10.47650/jpp.v9i5.2966 Faktor Risiko Kejadian Kardiomiopati Peripartum di RSUP Dr. M. Djamil Padang: Studi Kasus-Kontrol https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2967 <p>Kardiomiopati peripartum (<em>peripartum cardiomyopathy</em>/PPCM) merupakan bentuk kardiomiopati yang terjadi pada akhir kehamilan atau periode pascapersalinan dan dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular serius. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi ini penting untuk mendukung deteksi dini dan meningkatkan kewaspadaan klinis. Penelitian ini brtujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PPCM pada ibu di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain kasus-kontrol retrospektif ini melibatkan 80 subjek, terdiri atas 40 kasus PPCM dan 40 kontrol. Data rekam medis dianalisis menggunakan regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menemukan preeklamsia/eklamsia berhubungan dengan PPCM (aOR = 4,44; 95% CI: 1,67–11,81; p = 0,003). Usia maternal di atas 30 tahun tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan PPCM (p = 0,609), sedangkan paritas juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik (p = 0,082). Model memiliki nilai AUC sebesar 0,737, yang menunjukkan kemampuan diskriminasi sedang. Preeklamsia/eklamsia merupakan faktor yang paling konsisten berhubungan dengan PPCM. Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati dengan mempertimbangkan desain retrospektif dan jumlah sampel yang terbatas. Validasi lebih lanjut pada populasi lain diperlukan sebelum model dapat diterapkan dalam praktik klinis.</p> Sania Lailatu Rahmi Lisma Evareny Rosa Mesalina ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-30 2026-10-30 9 5 931 941 10.47650/jpp.v9i5.2967 Efektivitas Jus Jambu Biji dan Kurma sebagai Intervensi Nonfarmakologis terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/3004 <p>Anemia pada remaja putri dapat mengganggu konsentrasi, aktivitas fisik, dan kualitas hidup. Penelitian ini menganalisis perubahan kadar hemoglobin (Hb) setelah pemberian jus jambu biji, kurma, dan kombinasi keduanya pada remaja putri anemia di Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain <em>kuasi-eksperimental pretest–posttest</em> dengan kelompok kontrol. Sebanyak 72 responden dianalisis, masing-masing 18 orang pada kelompok jus jambu biji, kurma, kombinasi, dan kontrol. Intervensi diberikan selama 14 hari; Hb diukur sebelum dan sesudah menggunakan alat Hb digital. Perubahan dalam kelompok diuji dengan <em>Wilcoxon Signed-Rank</em> pada ketiga kelompok intervensi dan <em>paired t-test</em> pada kelompok kontrol. Perbedaan perubahan Hb antarkelompok diuji menggunakan <em>Kruskal–Wallis</em>. Rerata Hb meningkat dari 10,6 menjadi 12,1 g/dL pada kelompok jus jambu biji (p = 0,001), dari 10,5 menjadi 12,6 g/dL pada kelompok kurma (p &lt; 0,001), dan dari 10,7 menjadi 12,9 g/dL pada kelompok kombinasi (p &lt; 0,001). Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan 11,3 menjadi 11,2 g/dL; p = 0,749). Perubahan Hb berbeda signifikan antarkelompok (H = 35,737; df = 3; p &lt; 0,001; η²H ordinal = 0,481). Kelompok kombinasi menghasilkan kenaikan terbesar secara deskriptif, tetapi belum terbukti lebih unggul secara statistik daripada jus jambu biji atau kurma saja. Intervensi pangan ini berpotensi menjadi pendamping, bukan pengganti, penanganan anemia sesuai indikasi medis.</p> Shintia Anugerah Pratiwi Machmud Margaretha Solang Widy Susanti Abdulkadir Sunarto Kadir Laksmyn Kadir ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-10-31 2026-10-31 9 5 942 954 10.47650/jpp.v9i5.3004