Analisis Faktor Risiko Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kabupaten Gorontalo

  • Satra Mobilingo Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Herlina Jusuf Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Vivien Novarina A. Kasim Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
Keywords: Rabies, gigitan hewan penular, faktor risiko, perilaku

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang bersifat fatal dan tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah dengan populasi hewan penular yang tidak terkontrol. Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kabupaten Gorontalo tahun 2024 mencatat 279 kasus gigitan hewan penular rabies, menunjukkan tingginya potensi paparan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian gigitan hewan penular rabies serta memetakan kerawanan rabies di Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional pada 119 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku memiliki hubungan signifikan dengan kejadian gigitan (p = 0.030; OR 3.039; CI95% 1.113–8.295). Selain itu, kejadian gigitan juga dipengaruhi oleh faktor kognitif, kondisi geografis, serta faktor sosial yang saling berinteraksi dalam menentukan kerentanan masyarakat terhadap paparan rabies. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis perilaku dan penguatan edukasi masyarakat, disertai pengelolaan lingkungan dan pemetaan kerawanan untuk mendukung upaya pencegahan rabies.

References

Adong, C. A., Tampake, R & Masulili, F. (2023). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kepala keluarga tentang pertolongan pertama pada gigitan anjing rabies di Desa Sinampangnyo Kecamatan Pagimana. Jurnal Kesehatan, 6(7), 817–824.

Aty, D. N., Lobo, J. M., & Ndolu, M. A. (2024). Cultural perceptions and behavioral responses to rabies exposure in rural East Nusa Tenggara, Indonesia. Journal of Community Health, 49(2), 178–189

Chan, D. K., Anggraini, I., & Asriwati. (2024). Analisis faktor perilaku yang memengaruhi kejadian gigitan hewan penular rabies (GHPR) di wilayah Puskesmas Kecamatan Medan Tuntungan Kota. MagnaSalus: Jurnal Keunggulan Kesehatan, 6(3), 69–85.

Daigle, C. L., Cohen, N. J., & Richards, S. L. (2022). Community-level rabies prevention practices in endemic regions: Behavioral determinants and intervention outcomes. Tropical Medicine & Infectious Disease, 7(6), 115–124

Karepu, L. S., et al. (2025). Pencegahan rabies dan penanganan. Jurnal Kesehatan, 7(1), 8–16.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku saku petunjuk teknis penatalaksanaan kasus gigitan hewan penular rabies di Indonesia. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Kewaspadaan terhadap kasus rabies. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1(2), 1–3.

Kewcharoenwong, C., Ratanavanichrojn, N., Lertjuthaporn, S., & Sukhumavasi, W. (2024). One-dose intradermal rabies booster enhances virus neutralizing antibody response among previously vaccinated individuals. Frontiers in Immunology, 15(3), 112–119.

Kyere, D. P., Boateng, S. A., & Mensah, E. (2024). Community-led One Health interventions for rabies control: Pilot experiences and outcomes in endemic regions. One Health Journal, 20(2), 45–58

Ling, W. H., Chen, Z., & Lee, J. K. (2023). Preventive behaviors and rabies control in Southeast Asia: A cross-country analysis. One Health, 17, 100515.

Mshelbwala, P. P., et al. (2021). Rabies epidemiology, prevention and control in Nigeria: Scoping progress towards elimination. PLoS Neglected Tropical Diseases, 15(8), e0009617.

Pereira, L. C., Santos, J. M., & Cruz, M. E. (2025). Knowledge and practices regarding rabies prevention in rural Philippines: Implications for community-based education. BMC Public Health, 25(1), 105–117

Rehman, M., Yuliana, E., & Ahmad, R. (2021). Public knowledge, attitude, and practice toward rabies prevention in three Indonesian provinces. Preventive Veterinary Medicine, 195, 105444

Rehman, S., Rantam, F. A., Rehman, A., Effendi, M. H., & Shehzad, A. (2021). Knowledge, attitudes, and practices toward rabies in three provinces of Indonesia. Veterinary World, 14(9), 2518–2526.

Saepudin, A., Kartika, L., & Wulandari, S. (2022). Attitudes and vaccination behaviors toward rabies prevention among rural Indonesians. Journal of Public Health Research, 11(3), 249–258.

World Health Organization. (2023). Recommendations for rabies post-exposure prophylaxis (PEP): WHO position paper. Geneva: WHO. https://www.who.int/publications/rabies-pep-guidelines

World Health Organization (WHO). (2020). Hari Rabies Sedunia 2020: Kolaborasi dan vaksinasi untuk memberantas rabies di Indonesia.
Published
2026-02-08
How to Cite
Mobilingo, S., Jusuf, H., & A. Kasim, V. (2026). Analisis Faktor Risiko Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kabupaten Gorontalo. urnal romotif reventif, 9(1), 9-17. https://doi.org/10.47650/jpp.v9i1.2426
Abstract viewed = 56 times
PDF downloaded = 30 times