Perbandingan Kadar Glukosa Darah Puasa antara Peserta Prolanis dan Non-Prolanis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

  • Chindy Fachriany Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Sunarto Kadir Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Teti Sutriyati Tuloli Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
Keywords: Diabetes Melitus Tipe 2, Prolanis, gula darah puasa

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pertumbuhan tercepat secara global dan menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan primer. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diharapkan berkontribusi pada pengendalian glukosa darah melalui pendekatan edukasi, pemantauan, dan manajemen berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kadar gula darah puasa (GDP) antara pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang mengikuti Prolanis dan yang tidak mengikuti program tersebut di Puskesmas Ilangata. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 118 responden, terdiri atas 59 peserta Prolanis dan 59 non-Prolanis. Pemeriksaan GDP dilakukan setelah minimal delapan jam puasa. Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar GDP antara kelompok Prolanis dan non-Prolanis (p < 0,001), dengan median GDP peserta Prolanis lebih rendah dibandingkan kelompok non-Prolanis. Temuan ini mengindikasikan bahwa keikutsertaan dalam Prolanis berpotensi berperan dalam pengendalian glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.

References

American Diabetes Association. 2022. Standards of medical care in diabetes— 2022. Diabetes Care, 45(Suppl. 1), S1–S264

Alkaff, F. F., Illavi, F., Salamah, S., Setiyawati, W., Ramadhani, R., Purwantini, E., Tahapary, D. L. 2021. The impact of the Indonesian chronic disease management program (PROLANIS) on metabolic control and renal function of Type 2 diabetes mellitus patients in primary care setting. Journal of Primary Care & Community Health, 12

BPJS Kesehatan. (2020). Panduan Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). BPJS Kesehatan Republik Indonesia.

Fitriani, A. (2020). Pengaruh monitoring teratur terhadap risiko hiperglikemia berkelanjutan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Metabolik, 4(2), 89–98

International Diabetes Federation.2024. IDF Diabetes Atlas 11th Edition. Retrieved from https://diabetesatlas.org

Kurniawati, S. (2020). Efektivitas program Prolanis terhadap penurunan kadar gula darah puasa dan HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 8(2), 101–110.

NCD Risk Factor Collaboration.2022. Worldwide trends in diabetes since 1990. The Lancet.

PERKENI. 2021. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI

Puspaningrum, R. Wahyuni, T. 2023. Efektivitas Prolanis dalam Menurunkan GDP dan Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan. Jurnal Medika Komunitas, 8(2), 93–102.

Rhee, E. J., Kim, J. H., Lee, Y. H., et al. (2019). Medication non-adherence as a primary determinant of chronic hyperglycemia among patients with type 2 diabetes mellitus. Journal of Diabetes Research, 2019, 1–9

Santosa, A., Putri, R., Mawarni, R. 2022. Pengaruh Keikutsertaan Prolanis terhadap Kadar Gula Darah Puasa pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(3), 245–251.

Sari, T. M., Maulidina, S.2022. Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pasien dalam Kegiatan Prolanis. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Komunitas, 11(2), 94–100.

Siregar, A. (2022). Dampak Program Prolanis terhadap pengendalian gula darah pada pasien diabetes melitus dengan berbagai karakteristik klinis. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 12(1), 55–63.

Suardi, Wirda, Ernawati, Dina Oktaviana, dan Dewiyanti. 2021.“Implementation of Educational Support and Its’ Related Factors Associated with Random Blood Sugar among Type 2 Diabetes Mellitus Patients During Covid-19,” Ijnhs.Net, vol. 4, no. 4, hal. 594–601.

Waspadji, S. (2021). Manajemen diabetes melitus tipe 2: Pendekatan klinis dan kontrol glikemik. FKUI Press.

Wijayanti, R. (2021). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap kepatuhan dan kontrol gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Edukasi dan Promosi Kesehatan, 6(1), 45–53.

WHO. 2022. Global report on diabetes. Retrieved from https://www.who.int

Wulandari, L., Supriyanto, A., Damayanti, I.2022. Analisis Perbandingan Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Peserta dan Non-Peserta Prolanis. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 107–115.
Published
2026-02-08
How to Cite
Fachriany, C., Kadir, S., & Tuloli, T. (2026). Perbandingan Kadar Glukosa Darah Puasa antara Peserta Prolanis dan Non-Prolanis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. urnal romotif reventif, 9(1), 36-42. https://doi.org/10.47650/jpp.v9i1.2425
Abstract viewed = 30 times
PDF downloaded = 16 times