Hubungan Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Pohuwato, Indonesia

  • Astuti Lasalutu Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Sunarto Kadir Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Vivien Novarina A. Kasim Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
Keywords: Ibu hamil, kekurangan energi kronik, berat badan lahir rendah

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko lebih tinggi terhadap kematian neonatal serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa kanak-kanak dibandingkan bayi dengan berat lahir normal. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kejadian BBLR adalah kondisi kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil, yang dapat diperberat oleh adanya penyakit infeksi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 ibu melahirkan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kondisi KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR, di mana keberadaan penyakit infeksi pada ibu hamil dengan KEK memiliki peluang lebih besar terhadap kejadian BBLR (OR = 5,11). Temuan ini menunjukkan bahwa penyakit infeksi pada ibu hamil dengan KEK merupakan faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pohuwato. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan KEK serta penyakit infeksi selama kehamilan perlu menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan ibu guna menurunkan risiko kejadian BBLR.

References

Hasan, Yuliana dan Wissaputri. 2024. Hubungan Umur Kehamilan dan Paritas Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Daerah Pagelaran Kabupaten Cianjur. Jurnal Medika Malahayati, Vol 8, Nomor 3 September 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kurniasari, Amalia dan Handayani. 2023. Hubungan Antenatal Care, Jarak Kelahiran dan Preeklamsia dengan Kejadia BBLR. Jurnal Aisyiyah Volume 8, Nomor 1 Februari 2023.

Maifita dan Armalini. 2024. Hubungan Kekurangan Energy Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, volume 6 nomor 2 e-ISSN: 2655-5640.

Ningrum, A. S., & Puspitasari, N. (2021). Prevalensi risiko kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 6(2), 134–142

Nur Nadila Alamri, Vivien Novarina A. Kasim, Rini Wahyuni Mohamad. 2025. Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Ibu Hamil Tentang Tablet Multi Mikronutrien Suplement (Mms) Di Wilayah Kerja Puskesmas Botumoito Kabupaten Boalemo, Jurnal Keperawatan, 8(2), 1-12.

Nursia dan Nabela. 2023. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Pada Bayi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Drien Jalo Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat p-ISSN 2338-6347, vol 11 nomor 2 Agustus 2023.

Retnaningtyas dan Yonni. 2020. Analisis Kejadian Anemia dan KEK Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian BBLR di RSUD Gambiran Kediri. Conference On Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH 2020) Universitas Widyagama Malang, 02 Desember 2020. ISSN Cetak: 2622-1276.

Rosita dan Afrianti. 2024. Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian BBLR Pada Balita di Puskesmas Indrajaya Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Pendidikan, Sains dan Humaniora vol 9 nomor 3, p-issn 2337-8085.

Sari, Handayani dan Rosanti. 2023. Hubungan Preeklamsia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol 1, No 2, April 2023. E-ISSN: 2986-7045, p-ISSN: 2986-7886, Hal 15-122.

Wiguna, Witari dan Budayana. 2023. Hubungan Antara Preeklamsia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umu Daerah Sanjiwani Gianyar. E-Journal AMJ (Aesculapius Medical Journal) Vol 3 N0 2 Juni 2023. E ISSN: 2808-6848.

Widoti, Ningtyas dan Sulistyani. 2024. Analisa Faktor Ibu dengan Kejadian Bayi BBLR di Puskesmas Situbondo: Studi Data Register Kohort Tahun 2020. Amerta Nutrition Journal vol 8 issue 3 (2024): 368-375.

World Health Organization. 2023. Levels & Trends in Child Mortality Report 2019. Geneva: WHO.

Yulisa, D. 2018. Faktor penyebab bayi berat lahir rendah: tinjauan empiris. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 6(2), 89–97.

Zakiah, Aryanti dan Annisa. 2025. Hubungan Penyakit Infeksi Ibu Terhadap Berat Badan Lahir Rendah, Nutrition Science and Health Research Januari 2025 (3) 2: 1-4, E-ISSN: 2962-5726.
Published
2026-02-08
How to Cite
Lasalutu, A., Kadir, S., & Kasim, V. (2026). Hubungan Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Pohuwato, Indonesia. urnal romotif reventif, 9(1), 43-49. https://doi.org/10.47650/jpp.v9i1.2453
Abstract viewed = 41 times
PDF downloaded = 23 times