Tantangan Ketersediaan Dokter Spesialis dan Dampaknya terhadap Efektivitas Sistem Rujukan di Rumah Sakit Tipe D: Studi Kualitatif di Indonesia
Abstract
Ketersediaan dokter spesialis merupakan determinan penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan dan efektivitas sistem rujukan berjenjang, khususnya pada rumah sakit tipe D. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan dokter spesialis, mengidentifikasi tantangan pemenuhannya, serta menilai dampak keterbatasan dokter spesialis terhadap efektivitas sistem rujukan pasien di RSU GMIM Tonsea Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling dan melibatkan 7 informan, terdiri atas unsur manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan (dokter umum, dokter spesialis, dan perawat), serta pasien rujukan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen rumah sakit periode Januari–September 2025. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menjaga validitas melalui triangulasi sumber dan metode, serta konfirmasi temuan utama (member checking). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan dokter spesialis masih terbatas dari sisi jumlah dan keragaman spesialisasi, sehingga mendorong rujukan dini, menurunkan kontinuitas pelayanan spesialistik, dan meningkatkan beban sosial ekonomi pasien. Studi ini menegaskan perlunya penguatan kebijakan rekrutmen dan retensi dokter spesialis serta optimalisasi sistem rujukan regional berbasis kebutuhan lokal.
References
Dewi, R. N. V. R., Oktamianti, P., & Muliawati, D. (2023). Gambaran Kebijakan Pemenuhan Kebutuhan Tenaga Dokter Spesialis Di Indonesia. Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online), 3(2), 551-562.
Elungan, A. N., & Tjenreng, M. B. Z. (2025). Government Policy in Health Services: Kebijakan Pemerintah dalam Pelayanan Kesehatan. Scientific Journal of Reflection: Economic, Accounting, Management and Business, 8(1), 170-177.
Fadila, R., & Purnomo, A. F. (2021). Analysis of Factors Causing High Non-Specialized Referral Ratio of Inpatient Primary Health Centers. Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health), 7(2), 144-149.
Hermawan, A. (2019). Analisis distribusi tenaga kesehatan (Dokter Perawat dan Bidan) di Indonesia pada 2013 dengan menggunakan Gini Index. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(3), 200-207.
Laksono, A. D., Wulandari, R. D., Rohmah, N., Rukmini, R., & Tumaji, T. (2023). Regional disparities in hospital utilisation in Indonesia: a cross-sectional analysis data from the 2018 Indonesian Basic Health Survey. BMJ open, 13(1), e064532.
Marwayani, M. (2021). Sistem Rujukan Kesehatan Terintegrasi di era Otonomi Daerah di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).
Nika, M. B. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Retensi Karyawan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Tahun 2023 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat).
Listyadewi, S. (2018). Apa yang dibutuhkan dalam pembenahan Sistem Kesehatan?. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 7(01).
Priyatmoko, H., Lazuardi, L., & Hasanbasri, M. (2014). Analisis determinan ketersediaan dokter spesialis dan gambaran fasilitas kesehatan di RSU pemerintah kabupaten/kota Indonesia (analisis data rifaskes 2011).
Rudiyanti, N., & Utomo, B. (2024). Challenges of health workers in primary health facilities in implementing obstetric emergency referrals to save women from death in Indonesia: A qualitative study. Belitung Nursing Journal, 10(6), 644.
Sapulette, R. A., Rengifurwarin, Z. A., & Bahasoan, A. (2025). Analisis Efektivitas Pelayanan Kesehatan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(4), 2547-2559.
Copyright (c) 2025 Imelda Maria Siwi, Windy Mariane Virenia Wariki, Jonesius Eden Manoppo, Wulan Pingkan Julia Kaunang, Oksfriani Jufri Sumampouw

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
1.png)





