Beban Ekonomi Akibat Stunting pada Anak di Nusa Tenggara Timur: Pendeketan Sumber Daya Manusia Retrospektif

  • Yohana Efriani Tahil Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia
  • Lewi Jutomo Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia
  • Mega Oktoviana Luisa Liufeto Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia
  • Intje Picauly Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia
Keywords: Stunting, beban ekonomi, hilangnya produktivitas, Indonesia

Abstract

Stunting pada balita tidak hanya berdampak pada gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, tetapi juga menimbulkan konsekuensi jangka panjang terhadap produktivitas tenaga kerja serta potensi ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya potensi kerugian ekonomi akibat stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Desain penelitian  deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif melalui pengolahan data sekunder yang meliputi data prevalensi stunting yang  bersumber dari e-PPGBM Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, data jumlah kelahiran dan data UMR yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Analisis perhitungan menggunakan rumus konig. Hasil menunjukkan prevalensi stunting sebesar 16,9% atau sekitar 64.507 balita. Stunting menyebabkan hilangnya potensi ekonomi dengan total kerugian di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 1,8 Triliun. Oleh karena itu, intervensi pencegahan stunting, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan, perlu diprioritaskan sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas modal manusia dan keberlanjutan pembangunan ekonomi.

References

Ayu Wulandari, E. F. (2023). Analisis Kerugian Ekonomi Akibat Stunting di Kepulauan Bangka Belitung Propinsi. Tren Media, 18(2), 291–302.

Azmiyannoor, M., Kania, N., & Hartoyo, E. (2025). Analisis Faktor Risiko Penyebab Tidak Langsung Kejadian Stunting. Jurnal Surya Medika, 11(2), 349–357. https://doi.org/10.33084/jsm.v11i2.9765

Badan Pusat statistik. (2024). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2024.

Bagus, I., Sukabrata, S., Zakaria, H., & Hartono, R. (2025). The Role of Maternal Nutritional Status in Preventing Stunting During the Golden Growth Period. 1(1), 33–38.

Becker, G. S. (1962). Investment in Human Capital: A Theoretical Analysis. Journal of Political Economy, 7(5). https://doi.org/10.1086/258724 (jika ada)

Fatima, M., Wea, S., Art, J., Peny, C., & Liunokas, O. B. T. (2025). Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Sosio-Emosional dan Kognitif pada Anak Usia Dini di Puskemas Alak , Kota Kupang.

Fauziah Nursifa, A., Ikhbar Hafiz, M., Khoirunnisa, S., Ridwan, H., Haryeti, P., Studi, P. S., & Kampus Sumedang, K. (2025). Pemenuhan Gizi Pada Seribu Hari Pertama Kehidupan Terhadap Kejadian Stunting Di Indonesia : Literature Review 1. Jurnal Kesehatan Indra Husada, 13(Juni).

Galasso, E., & Wagstaff, A. (2019). The Economic Costs of Stunting and How to Reduce Them *. World Bank Policy Research Working Paper.

Indonesia, K. K. R. (2024). Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%: Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Jumhur, J. (2024). The effect of economic growth and poverty on stunting in Indonesia. Jurnal Perspektif Pembiayaan Dan Pembangunan Daerah, 11(6), 433–448. https://doi.org/10.22437/ppd.v11i6.26871

Kawe, W., Semi, Y., Liu, G., Palla, A., & Lawalu, T. (2025). Peran Gizi Dalam Pencegahan Stunting Sebagai Investasi Pembangunan Ekonomi : Studi Kasus di Uptd Puskesmas Kota Bajawa. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi), 11(5), 3266–3274. https://doi.org/10.35870/jemsi.v11i5.4591

Laviolette, L. U. C., Gopalan, S., Elder, L., & Wouters, O. (n.d.). A Practitioner’s Compendium.
Lestari, E.; Siregar, A. . (2024). Stunting and its association with education and cognitive outcomes in adulthood: A longitudinal study in Indonesia. PLoS ONE, 5, e0295380. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0295380

Lestary Pietrobelli, A. (2019). Micronutrients and Brain Development. 99–107.

Maesaroh, S., & Ratnaningsih, S. (2026). Pendidikan sebagai Investasi Modal SDM : Analisis Nilai, Dampak. 6(1), 129–136.

Mcgovern, M. E., Krishna, A., Aguayo, V. M., & Subramanian, S. V. (2017). Artikel asli Tinjauan terhadap bukti yang menghubungkan stunting pada anak terhadap hasil ekonomi. 1–21. https://doi.org/10.1093/ije/dyx017

Najma Fawaz Bilqisthi, M. F. (2025). https://doi.org/10.61722/jmia.v2i6.7431. Multidisiplin Ilmu Akademik Vol.2, 2(6), 1058–1063. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jmia.v2i6.7431 EFEKTIVITAS

Noer, A., Madani, A., & Hendrati, L. Y. (2023). Literature Review : Analisis Penyebab Kejadian Stunting pada Balita di Provinsi Jawa Timur Literature Review : Analysis of the Causes of Stunting in Toddlers in East Java Province. 7(2), 320–327. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.32

Rachmayanti, R. D., Kevaladandra, Z., Ibnu, F., & Khamidah, N. (2025). Systematic Review : Protective Factors from the Risks of Stunting in Breastfeeding Period. 17(2). https://doi.org/10.14710/jpki.17.2.72-78

Shekar, M. (2024). The costs of stunting. Washington DC: The World Bank.

Simamora, M., Sipayung, R., Sinaga, J., & Sutrisna, A. A. (2023). Kejadian Stunting Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia Sekolah. Jurnal Online Keperawatan Indonesia, 6(1), 29–36. https://doi.org/10.51544/keperawatan.v6i1.4304

Simatupang, M. M., Azijah, I., Lestari, D. I., & Adawiyah, A. R. (2025). Pentingnya 1000 HPK Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita di Posyandu Seruni III Bambu Apus. 3(1), 1–8.

States, M. (2025). Stunting Policy Brief. 9.

Suryana, E. A., & Azis, M. (2023). the Potential of Economic Loss Due To Stunting in Indonesia. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 8(1), 52. https://doi.org/10.7454/eki.v8i1.6796

Susanti, B. M. & N. (2024). Pengaruh Pemberian Konseling dan Buku Saku 1000 Hari Pertama Kehidupan terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Stunting pada Calon Pengantin di Kabupaten Kapuas. Jurnal Surya Medika, 10. https://doi.org/10.33084/jsm.v10i3.9049

Yulnefia, & Sutia, M. (2020). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja. 200, 161.

Zahra, A. (2024). Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Stunting pada Balita di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022. 3(4), 312–326.
Published
2026-04-30
How to Cite
Tahil, Y., Jutomo, L., Liufeto, M., & Picauly, I. (2026). Beban Ekonomi Akibat Stunting pada Anak di Nusa Tenggara Timur: Pendeketan Sumber Daya Manusia Retrospektif. urnal romotif reventif, 9(2), 215-229. https://doi.org/10.47650/jpp.v9i2.2580
Abstract viewed = 25 times
PDF downloaded = 8 times